*https://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/19859/kapolda_papua__banyak_asrama_jadi_tempat_pendoktrinan_anti_nkri
<https://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/19859/kapolda_papua__banyak_asrama_jadi_tempat_pendoktrinan_anti_nkri>
*
*Kapolda Papua: Banyak Asrama Jadi Tempat Pendoktrinan Anti NKRI*

Jumat , 10 Juli 2020 | 13:45

J


JAKARTA--Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw meminta agar pemerintah
provinsi untuk segera melakukan penertiban asrama mahasiswa baik itu yang
ada di Papua ataupun yang ada di luar Papua.

Paulus mengatakan permintaan itu untuk menghindari adanya provokasi dan
doktrinisasi dari kelompok tertentu yang bertujuan untuk mengubah pola
pikir mahasiswa Papua dengan tujuan untuk kepentingan politik tertentu.


"Selama ini ada banyak asrama mahasiswa yang sudah beralih fungsi menjadi
markas komando untuk mendoktrin mahasiswa dan mahasiswi baru, yang di
lakukan oleh kelompk mahasiswa abadi yang memang sengaja tidak keluar dari
asrama tersebut, yang kesemuanya bertujuan agar mahasiswa menjadi tameng
untuk melawan pemerintah, ataupun sebagai media penyebaran berbagai faham
yang bertentangan dengan Pancasila dan NKRI," kata Paulus, Jumat
(10/7/2020).

Lanjut Pauluw Waterpau keberadaan asrama mahahasiswa yang di bangun oleh
pemerintah, sepenuhnya hanya di peruntukan bagi mereka yang masih menjalani
studi.


Namun demikian, dalam kenyataannya ada sejumlah asrama yang beralih fungsi,
sebagai tempat doktrinisasi yang di lakukan oleh Aliansi Mahasiswa Papua,
yang belakangan berafiliasi dengan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan
United Liberation Movement for West Papua (ULMWP).

“Saya minta kepada pemerintah daerah Provinsi dan Kabupaten Kota untuk
menertibkan sejumlah asrama mahasiswa, terutama yang ada di luar Papua,
sebab selama ini saya melihat ada beberapa asrama yang sudah beralih
fungsi, dan di kuasai oleh kelompok tertentu, dan di pergunakan untuk
mendoktrin dan menjadikan mahasiswa sebagai tameng untuk melawan negara,"
tandasnya.


"Kelompok ini di motori oleh AMP, yang ada hubungannya dengan KNPB dan
ULMWP yang mana kelompok ini sangat jelas memiliki pemahaman yang
bertentangan dengan NKRI," tambahnya.

Kirim email ke