Pembentukan Dua Kawasan Ekonomi Khusus di Batam Disetujui
Editor Ali Rahman
<https://indopos.co.id/read/author/5bc739ddae2ad1539783133-ali-jpg/> Sabtu,
11 Juli 2020 - 11:1 Share


indopos.co.id – Sidang Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)
menyetujui pembentukan dua KEK baru di Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
Yakni KEK Nongsa Digital Park (NDP) dan KEK MRO Batam Aero Technic (BAT).

Selanjutnya, Dewan Nasional KEK akan merekomendasikan kepada Presiden untuk
menetapkan kedua KEK itu melalui Peraturan Pemerintah. Karena telah
memenuhi persyaratan keberhasilan pengembangan KEK, dan diperkirakan dapat
menyerap tenaga kerja dan mendorong perekonomian daerah.
Baca Juga :

KEK GB Dongkrak Perekonomian
<https://indopos.co.id/read/2018/12/10/158175/kek-gb-dongkrak-perekonomian/>

Keputusan tersebut diambil oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
Airlangga Hartarto yang juga selaku Ketua Dewan Nasional KEK dalam Sidang
Dewan Nasional KEK secara online pada Jumat, (10/7/2020).

Rapat tersebut diikuti Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri
Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perdagangan Agus
Suparmanto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dan
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.
Baca Juga :

Rampung, Kemendag dan BKPM akan Melimpahkan Kewenangan kepada Administrator
KEK
<https://indopos.co.id/read/2018/03/17/131405/rampung-kemendag-dan-bkpm-akan-melimpahkan-kewenangan-kepada-administrator-kek/>

Serta diikuti juga Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan
Pengembangan Wilayah Kementerian Koordinator Perekonomian Wahyu Utomo
selaku Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK, para pejabat Eselon I dari
kementerian terkait, Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam Muhammad
Rudi dan Sekretaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto.

”KEK Nongsa Digital Park dan KEK MRO Batam Aero Technic hari ini kita
setujui untuk ditetapkan sebagai KEK, karena telah memenuhi syarat,” ujar
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Baca Juga :

Sertifikasi Lahan Empat KEK Rampung 29 Maret
<https://indopos.co.id/read/2018/03/17/131404/sertifikasi-lahan-empat-kek-rampung-29-maret/>

Setelah KEK ditetapkan, lanjutnya, KEK tersebut diberikan waktu paling lama
3 tahun sampai KEK siap beroperasi dan dilakukan evaluasi pembangunan
setiap tahunnya.

Sekretaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto menjelaskan, KEK Nongsa
Digital Park memiliki luas lahan 166,45 hektar. Dengan total investasi Rp16
triliun. Rinciannya, investasi pembangunan Kawasan Rp1,092 triliun, dan
investasi tenant Rp14,908 triliun. Total tenaga kerja yang akan terserap
sebanyak 16.500 orang.

Pengusulnya adalah PT Taman Resor Internet (PT. Tamarin), salah satu anak
perusahaan dari group perusahaan PT. Citra Agramasinti Nusantara atau
dikenal sebagai Citramas Group yang telah memiliiki pengalaman dibidang
pariwisata, industry kreatif dan IT. Serta Kawasan industri.

KEK Nongsa Digital Park dinilai siap karena lahan telah dikuasai dan
peruntukannnya telah sesuai dengan Perpres No. 87 Tahun 2011. Sudah ada
juga investor yang masuk yaitu PT Kinema untuk IT Apple Academy dan calon
investor data center PT. Nexus, D-Town Commercial Center.

Infrastruktur kawasan telah terbangun di lahan tahap 1 seluas 91,11
hektare. Yaitu marina, resort, studio film, IT office, dan golf course.

KEK Nongsa Digital Park diharapkan menjadi entry point untuk perusahaan IT
International dari Singapura dan Manca Negara, ditetapkan menjadi IT Hub
Digital Bridge Indonesia ke Singapura & Manca Negara. Menghemat devisa
negara dalam bisnis digital hingga Rp 20-30 triliun per tahun dengan
kontribusi terbesar dari sektor data center dan pendidikan Internasional.

”Adanya transfer teknologi di bidang IT sehingga KEK Nongsa Digital Park
dapat menjadi pusat pengembangan SDM tenaga IT muda Indonesia menjadi
technopreneur,” kata Enoh.

Serta dapat memaksimalkan koneksi internet international, karena terdapat 7
kabel FO bawah laut berjarak 2-3 km dari KEK Nongsa Digital Park, yang
dapat dimaksimalkan untuk pengembangan data center, industri animasi.

Selanjutnya, KEK MRO Batam Aero Technic (BAT) memiliki luas lahan 30
hektare dengan kegiatan utama industri MRO (Maintenance, Repair, and
Overhaul). Nilai investasi Rp6,2 triliun sampai dengan tahun 2030. KEK ini
dapat menyerap tenaga kerja 9.976 orang pada 2030.

Pengusulnya adalah PT Batam Teknik. Perusahaan ini mulai beroperasi tahun
2014 di Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau
sebagai perusahaan penyedia jasa perawatan dan perbaikan pesawat (MRO). PT
Batam Teknik telah berpengalaman dalam melayani MRO untuk pesawat-pesawat
Lion Air Group.

“Kehadiran KEK ini diharapkan dapat menghemat devisa 65-70 persen dari
kebutuhan MRO maskapai penerbangan nasional senilai Rp26 triliun per tahun
yang selama ini mengalir ke luar negeri. Dalam jangka menengah diharapkan
mampu menangkap peluang dari pasar Asia Pasifik yang memiliki sekitar
12.000 unit pesawat dan nilai bisnis sebesar USD100 miliar pada tahun
2025,” pungkasnya.(dai)

Kirim email ke