Anies Klaim Reklamasi Ancol Lindungi dari Banjir, Golkar DKI: Omong
 Kosong!

Farih Maulana Sidik - detikNews
Minggu, 12 Jul 2020 07:18 WIB
79 komentar <https://news.detik.com/berita/d-5089951/anies-klaim-reklamasi-ancol-lindungi-dari-banjir-golkar-dki-omong-kosong?tag_from=wp_nhl_6#comm1> SHAREURL telah disalin <https://news.detik.com/berita/d-5089951/anies-klaim-reklamasi-ancol-lindungi-dari-banjir-golkar-dki-omong-kosong?tag_from=wp_nhl_6>
Basri BacoFoto: Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI, Basri Baco (Dok. Istimewa)

*Jakarta*-

Golkar DKI Jakarta <https://www.detik.com/tag/golkar-dki>mengkritik klaimGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan <https://www.detik.com/tag/gubernur-dki-jakarta-anies-baswedan>yang beralasanreklamasi Ancol <https://www.detik.com/tag/reklamasi-ancol>dilakukan untuk menyelamatkan warga Jakarta dari ancaman banjir. Golkar menilai alasan Anies tersebut merupakan sebuah omong kosong belaka.

"Sekarang gini mereklamasi untuk apa dulu? Dijelaskan dulu, mau ngapain? Jangan-jangan nanti cukong-cukong lagi yang berkuasa di situ, cukong-cukong lagi yang punya proyek di situ," kata Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI, Basri Baco kepada wartawan, Sabtu (11/7/2020).

*Baca juga:*Klaim Anies: Museum Sejarah Nabi di Ancol Jadi yang Terbesar di Luar Saudi <https://news.detik.com/berita/d-5089692/klaim-anies-museum-sejarah-nabi-di-ancol-jadi-yang-terbesar-di-luar-saudi>

Basri menilai tak ada korelasinya antara rencana reklamasi banjir dengan pencegahan banjir. Sebab, kata dia, pengerukan sungai dan waduk juga sebelumnya sudah dilakukan sebelum zaman Anies.

"Pengerukan itu zamannya Foke, zamannya Jokowi, zamannya Ahok pengerukan itu kan ditimbun semua di Ancol Timur. Memang untuk nimbun ke laut, sehingga jadi daratan tuh yang tadinya rawa-rawa sekarang jadi daratan. Terus apa hubungannya sama banjir?," ucap Basri.

*Baca juga:*Reklamasi Ancol Tuai Polemik, Anies: Ini untuk Lindungi Warga dari Banjir <https://news.detik.com/berita/d-5089552/reklamasi-ancol-tuai-polemik-anies-ini-untuk-lindungi-warga-dari-banjir>

Dia menyebut alasan Anies mereklamasi Ancol untuk dijadikan kawasan wisata terbesar di Asia hanya untuk membodohi rakyat. Menurutnya, rancangan 155 hektare lahan perluasan kawasan Ancol tersebut pun tidak jelas.

"Kalau katanya untuk ekonomi, mana? Gambarnya kayak apa? Jangan nanti rakyat Jakarta dibodohi lagi, sudah jadi juga contoh sekarang tuh pulau-pulau D ada nggak perumahan nelayan di sana? Atau kampung nelayan yang bagus di sana dibikin ? Belum jelas juga, belum ada," katanya.

"Kalau untuk ekonomi, menghalangi banjir omong kosong itu," sambungnya.

Lebih jauh, dia menilai Anies tidak konsisten terhadap janji-janjinya saat kampanye. Tak hanya itu, Anies juga disebut memutuskan reklamasi itu secara sepihak tanpa melibatkan DPRD sebagai lembaga legislatif di Jakarta.

"Penyelenggara pemerintahan itu eksekutif dan legislatif, bukan cuma eksekutif. Nggak bisa seenaknya jalan sendiri," katanya.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan angkat bicara terkait reklamasi Ancol yang menuai kritik. Anies beralasan reklamasi di kawasan Ancol tersebut semata-mata untuk menyelamatkan warga Jakarta dari ancaman banjir.

*Baca juga:*Pemprov DKI: Jangan Artikan Reklamasi Ancol Jadi Komersial <https://news.detik.com/berita/d-5088487/pemprov-dki-jangan-artikan-reklamasi-ancol-jadi-komersial>

Anies mengatakan Jakarta memiliki 13 sungai dengan total panjang sekitar 400 km dan 30 waduk yang secara alami mengalami pendangkalan. Karena itu, Anies menyebut sungai dan waduk itu kemudian harus dikeruk terus menerus dan lumpur hasil kerukan dimanfaatkan untuk pengembangan kawasan Ancol.

"Jadi ini adalah sebuah kegiatan untuk melindungi warga Jakarta dari bencana banjir. Ini berbeda dengan proyek reklamasi yang sudah dihentikan itu," kata Anies dalam siaran di YouTube Pemprov DKI seperti dilihat detikcom, Sabtu (11/7/2020).



 Saat Tommy Bubarkan Munaslub Berkarya karena Dinilai Inkonstitusional

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 12 Jul 2020 07:37 WIB
12 komentar <https://news.detik.com/berita/d-5089954/saat-tommy-bubarkan-munaslub-berkarya-karena-dinilai-inkonstitusional?tag_from=wp_nhl_5#comm1> SHAREURL telah disalin <https://news.detik.com/berita/d-5089954/saat-tommy-bubarkan-munaslub-berkarya-karena-dinilai-inkonstitusional?tag_from=wp_nhl_5> Tommy Soeharto membuka multi grosir alias supermarket grosir di Cibubur. Putra dari Presiden ke-2 Indonesia Soeharto itu membuka supermarket bernama GORO.Foto: Tommy Soeharto (Rengga Sancaya/detikcom)

*Jakarta*-

KetumPartai Berkarya <https://www.detik.com/tag/partai-berkarya>,Hutomo Mandala Putra <https://www.detik.com/tag/tommy-soeharto>turun membereskan manuver sejumlah kader yang menamakan diri Presidium Penyelamat Partai Berkarya. Bahkan pria yang dikenal dengan panggilan Tommy Soeharto membubarkan langsung munaslub yang digelar Presidium Penyelamat Partai itu.

Presidium Penyelamat Partai Berkarya sempat muncul dengan menyerang pengurus DPP Partai Berkarya. Mereka juga mendesak penyelenggaraan munaslub.

Desakan ini mengacu gagalnya Berkarya menembus parlemen 2019-2024. Selain itu, presidium ini menyebut DPP Berkarya tak menentu nasibnya usai gelaran pemilu. Presidium Penyelamat Partai Berkarya juga mengklaim mereka hadir karena ingin menyelamatkan Berkarya.

Hingga akhirnya, Presidium Penyelamat Partai Berkarya kembali muncul dan menyatakan akan menggelar munaslub pada 11 Juli 2020. Wakil Ketua Presidium Penyelamat Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang mengungkap munaslub dilakukan untuk melakukan evaluasi, perubahan, dan pengembangan partai. Andi menuturkan, meski permintaan evaluasi telah disampaikan, selama ini Partai Berkarya belum pernah melakukannya.

*Baca juga:*Anggap Ilegal, Tommy Soeharto Hentikan Munaslub Partai Berkarya <https://news.detik.com/detiktv/d-5089294/anggap-ilegal-tommy-soeharto-hentikan-munaslub-partai-berkarya>

"Persiapan kami untuk menghadapi munas ini dalam rangka evaluasi lokal perubahan anggaran dasar/anggaran rumah tangga terkait dengan pengembangan partai ke depan untuk menghadapi Pemilu 2024," kata Andi, Kamis (2/7/2020).

Terkait bursa ketum, Andi mengatakan saat ini terdapat dua kandidat, yakni Tommy dan Muchdi Purwoprandjono atau Muchdi Pr. Andi mengatakan munaslub dilakukan bukan untuk membenturkan keduanya. Namun, bila Muchdi memimpin, diharapkan Tommy menjabat sebagai dewan pembina.

"Selain Pak Tommy, ada Muchdi Pr. Saya kira hanya dua. Tentunya dua-duanya ada pendukung, pendukung status quo kondisi seperti sekarang ini tentu ke Tommy, kalau ingin perubahan tentu ke Pak Muchdi," sebutnya.

Atas manuver Andi Cs itu, Tommy sudah mengeluarkan ancaman. Pada Rabu (8/7), ia mengancam akan mencopot kadernya yang mendesak menggelar Munaslub. Tindakan itu, menurutnya sesuai dengan AD ART partai.

"Dengan izin rapat pleno ini dan dukungan DPW, saya akan ambil tindakan tegas untuk mencabut keanggotaan dan mencopot sebagai pengurus juga sebagai anggota majelis tinggi partai, karena hal itu dimungkinkan sesuai AD ART," kata Tommy seperti dikutip Antara, Rabu (8/7).

Kirim email ke