tetapi sebuah daerah bisa merdeka
    On Tuesday, July 14, 2020, 02:57:05 AM PDT, 'Lusi D.' [email protected] 
[GELORA45] <[email protected]> wrote:  
 
 Ada hukum alam yang berlaku sampai sekarang: Seseorang tidak bisa
memilih siapa ibu-ayah biologisnya dan wilayah negara dimana dia
dilahirkan.



Am Tue, 14 Jul 2020 11:10:20 +0200
schrieb "Sunny ambon [email protected] [nasional-list]"
<[email protected]>:

> *Kalau hampir seluruh dunia akui Papua bagian dari Indonesia, lantas
> bagaimana kalau rakyat Papua tidak mau menjadi bahagian dari
> Indonesia? Harus dipaksa supaya menjadi bahagian dari NKRI? Pakai
> alasan Pepera 1969? Ini yang ditulis oleh Majalah TIME, New York,
> USA, 22 Augustus 1969. "The Indonesia imported their village
> tradition of Musyaawarah meaning roughly consultaions leading to
> consensus. For this purpose they chose 1025 "people's
> representatives", who allegedly spoke for all Papuans. The
> Indonesiean army warned that it would not be gentle with
> dessidents."Many of us didn't agree to Indonesian control, but we
> were afraid," one of the delegatex told Time Correspondent David
> Greenway, who visited West Irian this week. Jangan dilupakan kasus
> Czekoslowakia,Jugoslawia, Uni Soviet yang juga diakaui oleh seluruh
> negara. Apa jadinya dengan negara-negara ini?**Apakah rakyat Papua
> tidak mempunyai hak menentukan nasib sendiri seperti dicantumkan
> dalam konvensi dan hukum internasional, antara lain : "the right of
> selfdetermintaion  colonized people". Dalam Perjanjian New York
> antara Pemerintah Belanda dan RI di New Yorken, 1962 dicantum akan
> diadakan referendum di Irian Barat atas dasar "satu orang satu
> suara", hal ini tidak pernah dilakukan dan yang dilakukan adalah
> Pepera seperti disebutkan diatas.  *
> https://indopos.co.id/read/2020/07/14/242039/hampir-seluruh-negara-di-dunia-akui-papua-bagian-indonesia/
> 
> Hampir Seluruh Negara di Dunia Akui Papua Bagian Indonesia
> Editor Novita <https://indopos.co.id/read/author/novita/> Selasa, 14
> Juli 2020 - 10:03
>  Share
> <https://www.facebook.com/sharer.php?u=https%3A%2F%2Findopos.co.id%2Fread%2F2020%2F07%2F14%2F242039%2Fhampir-seluruh-negara-di-dunia-akui-papua-bagian-indonesia%2F>
> <https://twitter.com/share?text=Hampir+Seluruh+Negara+di+Dunia+Akui+Papua+Bagian+Indonesia%20@indoposonline&url=https%3A%2F%2Findopos.co.id%2Fread%2F2020%2F07%2F14%2F242039%2Fhampir-seluruh-negara-di-dunia-akui-papua-bagian-indonesia%2F>
> <https://plus.google.com/share?url=https%3A%2F%2Findopos.co.id%2Fread%2F2020%2F07%2F14%2F242039%2Fhampir-seluruh-negara-di-dunia-akui-papua-bagian-indonesia%2F>
> <https://telegram.me/share/url?url=https%3A%2F%2Findopos.co.id%2Fread%2F2020%2F07%2F14%2F242039%2Fhampir-seluruh-negara-di-dunia-akui-papua-bagian-indonesia%2F&text=Hampir+Seluruh+Negara+di+Dunia+Akui+Papua+Bagian+Indonesia>
> <https://pinterest.com/pin/create/button/?url=https%3A%2F%2Findopos.co.id%2Fread%2F2020%2F07%2F14%2F242039%2Fhampir-seluruh-negara-di-dunia-akui-papua-bagian-indonesia%2F&media=https://i1.wp.com/indopos.co.id/wp-content/uploads/2020/07/indopos-1-57.jpg?fit=696%2C464&ssl=1&description=Hampir+Seluruh+Negara+di+Dunia+Akui+Papua+Bagian+Indonesia>
> <?subject=Hampir+Seluruh+Negara+di+Dunia+Akui+Papua+Bagian+Indonesia&body=https%3A%2F%2Findopos.co.id%2Fread%2F2020%2F07%2F14%2F242039%2Fhampir-seluruh-negara-di-dunia-akui-papua-bagian-indonesia%2F>
> 
> indopos.co.id – Kampanye isu kolonialisme di tanah Papua yang terus
> dilakukan para aktivis dan pendukung kemerdekaan West Papua seperti
> United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) yang dipimpin Benny
> Wenda maupun Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang dipimpin Agus
> Kossay, di dunia internasional diyakini tidak akan memiliki pengaruh
> signifikan karena hampir seluruh negara di dunia mengakui bahwa Papua
> bagian integral dari Indonesia.
> 
> Ida Bagus Made Bimantara, Direktur Eropa I Kementerian Luar Negeri
> (Kemenlu) yang akrab disapa Sade, menegaskan berbagai isu di Papua
> seutuhnya merupakan urusan dalam negeri, dan semua negara memahami dan
> menghormati posisi Indonesia.
> Baca Juga :
> 
> 51 Persen Pasien COVID-19 di Papua Pulih
> <https://indopos.co.id/read/2020/07/08/241275/51-persen-pasien-covid-19-di-papua-pulih/>
> 
> “Hampir 99,5 pemerintah di dunia mengakui dan menghormati keutuhan
> Indonesia, menegaskan bahwa Papua bagian Indonesia, hanya satu negara
> masih mempertanyakan yaitu Vanuatu,” ujar Sade di Jakarta, Selasa
> (14/7/2020).
> 
> Sade menegaskan, Papua saat ini sudah bebas secara politik, dimana di
> sana sudah dijalankan Pilkada, Pilpres, diberikan hak otonomi khusus,
> juga pemerintah pusat terus melakukan kebijakan afirmatif action
> dengan berupaya sekuat tenaga memenuhi hak dasar, termasuk hak asasi
> manusia. Baca Juga :
> 
> Rasisme di Papua, Pakar: Aspirasi dan Ekspresi Harus Dalam Koridor
> Hukum
> <https://indopos.co.id/read/2020/07/03/240598/rasisme-di-papua-pakar-aspirasi-dan-ekspresi-harus-dalam-koridor-hukum/>
> 
> Berbagai akses juga sepenuhnya diberikan seperti menghadirkan BBM
> dengan harga sama seperti di daerah lain di Indonesia, akses
> transportasi dan infrastruktur terus dibangun, layanan kesehatan
> dijalankan.
> 
> Ia pun memastikan, pemerintah bekerja keras menyelesaikan persoalan
> yang masih ada, bahkan bertindak tegas kepada tersangka ujaran
> kebencian terhadap Papua. Bahwa masih ada kendala, tidak bisa
> dipungkiri namun saat ini kondisi Papua terus semakin baik. Adapun
> kelompok separatis, justru tidak berkontribusi, dan memecah belah.
> Baca Juga :
> 
> Gempabumi Tektonik Magnitudo 5,2 Guncang Boven Digoel Papua
> <https://indopos.co.id/read/2020/07/01/240390/gempabumi-tektonik-magnitudo-52-guncang-boven-digoel-papua/>
> 
> Tindakan kelompok tersebut juga sama dengan menista proses demokrasi
> yang sudah dijalankan oleh rakyat Papua ketika memilih dalam proses
> Pilkada, Pilpres, memilih anggota DPR, yang notabene merupakan orang
> asli Papua. Sementara kelompok separatis itu yang hidup di luar
> Papua, mengklaim dan seringkali mengatasnamakan seperti seorang raja.
> 
> “Ini sangat meremehkan demokrasi, mereka hanya ingin meraih tujuan
> sempit di luar koridor demokrasi. Kita harus bersama bekerja demi
> kemakmuran Papua. Bekerja dengan pendekatan kesejahteraan dan
> pendekatan kemanusian,” tegas Sade.
> 
> Tenaga Ahli Kelembagaan Desk Papua Bappenas Moksen Idris Sirfefa
> menambahkan, Papua memiliki masalah komplek, memerlukan pendekatan
> komprehensif dalam penyelesaiannya. Pemerintah pun selalu
> mengedepankan pendekatan dialog, juga terus mendukung Papua dengan
> kebijakan otonomi khusus yang terus diperbaiki agar semakin relevan
> dengan situasi terbaru Papua. Karena itu, ia mengajak masyarakat
> Papua untuk tidak terlalu terlena dengan isu-isu lama yang diciptakan
> untuk kentungan kelompok kecil namun lebih fokus pada masa depan.
> Isu-isu lama pun seringkali tidak berbasis fakta.
> 
> Ia menegaskan, melihat Papua tidak bisa dengan sekilas. Nah, otsus
> merupakan jalan tengah moderat yang sama-sama menguntungkan karena
> sejatinya pemerintah melimpahkan sepenuhnya kebijakan Papua ke daerah.
> Moksen mengingatkan, Papua punya potensi besar untuk maju karena itu
> semua pihak agar berpikir jernih, tidak emosi. Menurut dia, dana
> otsus sudah sangat membantu karena mencapai 60 persen anggaran APBD
> provinsi di Papua.
> 
> Steve R Mara Ketua Pemuda Lira Provinsi Papua mengajak, generasi muda
> Papua jangan percaya begitu saja dengan isu internasionalisasi Papua
> yang didorong kelompok tertentu sehingga melupakan berbagai potensi
> besar generasi muda Papua. Jika terus terlena isu-isu internasional
> yang tidak memiliki basis fakta, maka ia khawatir generasi muda
> menjadi lebih malas untuk berpikir lebih maju, tidak mampu melihat
> beragam peluang. Ia mengajak anak muda Papua untuk berkontribusi
> nyata dan tidak merasa inferior.
> 
> “Kenapa merasa kecil padahal kita bisa melakukan hal besar, jangan
> terlena dengan isu yang dibangun kelompok sebelah, anak muda Papua
> harus bangun sebaliknya juga, mampu menunjukan bisa berkontribusi
> nyata bagi Indonesia,” tegasnya.
> 
> Dengan otsus semua peluang menjadi terbuka. Misal, dahulu hanya level
> pejabat yang bisa naik pesawat untuk keluar daerah, sekarang siapa
> pun di Papua bisa dan itu bukti nyata terjadi hal positif di Papua.
> Akses pendidikan pun semakin terbuka. (vit)



------------------------------------
Posted by: "Lusi D." <[email protected]>
------------------------------------

Berita dan Tulisan yang disiarkan GELORA45-Group, sekadar untuk diketahui dan 
sebagai bahan pertimbangan kawan-kawan, tidak berarti pasti mewakili pendapat 
dan pendirian GELORA45.

Untuk merubah status pengiriman berita/tulisan, kirim saja email kosong 
kealamat: Hanya saja ingat, status baru berubah setelah bung me-reply email 
konfirmasi dari yahoogroup!
No Mail        :  [email protected]
Normal        :  [email protected]
Daily Digest:  [email protected] (Diterima dalam SATU email dari 
sekian kumpulan email yg masuk di grup-milis)
------------------------------------

Yahoo Groups Links



Kirim email ke