Ekonomi Tiongkok Diharapkan Mengalami Pertumbuhan Positif pada Tahun 2020
http://indonesian.cri.cn/20200715/fe087673-1845-8279-10e3-607a67a9b528.html
2020-07-15 16:21:13
Seorang mantan pejabat dari Biro Statistik Nasional Tiongkok
menunjukkan, di bawah situasi new normal pencegahan wabah, ekonomi
Tiongkok menunjukkan kecenderungan untuk pulih baik dari segi produksi
maupun kebutuhan. Ekonomi Tiongkok mungkin akan mewujudkan pertumbuhan
positif pada tahun ini, tapi skala pertumbuhannya relatif kecil.
Menurut laporan China Business Network CBN, hal ini diumumkan oleh
Mantan Wakil Kepala Biro Statistik Nasional Tiongkok Xu Xianchun di
depan upacara pengumuman Laporan Pertengahan Tahun 2020 mengenai analisa
dan prakiraan situasi ekonomi makro Tiongkok yang diselenggarakan oleh
Institut Penelitian Tingkat Lanjut Universitas Keuangan dan Ekonomi
Shanghai baru-baru ini. Xu Xianchun juga menjabat sebagai Direktur Pusat
Penelitian Data Ekonomi dan Sosial Tiongkok serta profesor Jurusan
Manajemen Ekonomi Universitas Tsinghua.
Dikatakan oleh Xu Xianchun: “Apabila ingin mewujudkan pertumbuhan
positif ekonomi, hendaknya memenuhi dua syarat penting, yaitu pertama,
sepenuhnya memainkan keunggulan pasar Tiongkok yang besar, mendorong
pemulihan pertumbuhan positif di bidang konsumsi dan investasi, serta
memulihkan ekspor dan impor. Kedua, hendaknya memainkan peran ekonomi
baru dan daya dinamik baru. ”
Menurut Xu, dalam keadaan perbedaan tingkat keseriusan wabah yang tidak
begitu besar, unsur yang paling penting untuk menentukan perbedaan skala
pertumbuhan ekonomi di daerah yang berbeda ialah perbedaan persentase
dan daya dinamik yang diduduki ekonomi baru. “Di daerah yang mempunyai
ekonomi baru dan daya dinamik baru, skala pertumbuhannya mungkin relatif
kecil, dan sebaliknya pertumbuhan akan relatif besar di daereah yang
kurang ekonomi baru dan daya dinamik baru.”
Para triwulan pertama tahun ini, laju pertumbuhan ekonomi Tiongkok
menurun 6,8 persen dibandingkan masa yang sama tahun lalu, ini adalah
pertama kalinya laju pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan sejak
didirikannya sistem penghitungan nasional GDP tingkat triwulan sejak
tahun 1992. Data yang diperoleh pada triwulan kedua menunjukkan, ekonomi
Tiongkok sedang cenderung pulih kembali.
Xu Xianchun berpendapat, ekonomi Tiongkok pada paruh pertama tahun ini
masih berada dalam pertumbuhan negatif. Apabila ingin mewujudkan
pertumbuhan positif, harus bersandar pada pertumbuhan pada triwulan
ketiga dan keempat. “Ditinjau dari keadaan sekarang, dari pelaksanaan
kebijakan dan arus perkembangan dewasa ini, ekonomi pada triwulan ketiga
dan keempat terus cenderung pulih. Situasi ini lebih nyata pada triwulan
ketiga dan cenderung stabil pada triwulan keempat. Pada paruh kedua
tahun ini, pertumbuhan positif akan terwujud untuk mengisi kekurangan
pertumbuhan negatif pada paruh pertama tahun ini.”
Huawei & Alstom: Kisah tentang Dua Perusahaan
http://indonesian.cri.cn/20200715/97f18cad-a3aa-7757-874a-6f46a8e1b251.html
2020-07-15 16:28:59
Amerika Serikat menggunakan keunggulannya dalam sistem pembayaran dan
kedudukan ekonomi global, atas nama pengadilan yudisial, menyerang
perusahaan negara lain. Kasus Alstom yang terjadi pada tahun 2013 adalah
contoh yang tipikal. Pada tahun 2013, CEO Alstom Frederic Pierucci
ditangkap, perusahaan Perancis ini dipecah belah oleh AS. Lima tahun
kemudian, CFO Huawei, Meng Wanzhou ditangkap, sedangkan perusahaan
telekomunikasi raksasa Tiongkok Huawei juga dilarang di seluruh dunia
oleh AS. Yurisdiksi Lengan Panjang AS sebenarnya adalah hegemonisme
untuk memelihara kepentingannya sendiri di seluruh dunia. AS menjadikan
lebih banyak mangsanya terjerumus ke dalam “Jebakan AS” (American Trap).