Niat Jahat Pompeo di LTS Pasti Gagal

2020-07-19 16:27:03 http://indonesian.cri.cn/20200719/37de10a5-1303-1ff7-2ad7-662a5811a652.html

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo belakangan ini berulang kali merender situasi tegang di LTS, menfitnah kedaulatan wilayah dan pengklaiman kepentingan maritim Tiongkok di LTS “tidak sah”, memecahkan hubungan Tiongkok dengan negara-negara regional. Sementara itu, pesawat terbang dan kapal militer AS sering kali memprovokasi di LTS. Tindakan terkait pihak AS melanggar komitmen terbuka pada masalah kedaulatan LTS pemerintah AS yang tidak berpendirian, dan telah kehilangan akal sehat, moral dan kredit.

Sebagai negara di luar daerah, AS bukan pihak terkait persengketaan LTS, juga mutlak tidak berhak berbicara pada isu LTS. Namun sejumlah politikus AS bertolak dari egois sendiri, berupaya semaksimalnya mengaduk masalah di LTS, dan menjadi perusak terbesar perdamaian dan kestabilan regional.

Kini, Tiongkok dan ASEAN tengah mempercepat perundingan CoC, Pompeo dan kelompok serupanya pada saat ini mengadu masalah di LTS, niat utamanya ialah menghasut negara pengklaim LTS lainnya melawan Tiongkok, merusakkan hubungan mantap Tiongkok dengan negara-negara ASEAN, agar terus melaksanakan strategi mengekang Tiongkok. Selain itu, menghadapi merebaknya terus wabah Covid-19 di AS, memain kartu “LTS” juga menjadi suatu cara para politikus AS untuk menggeserkan kontradiksi domestiknya dan menutupi kegagalan kebijakan penanggulangan wabah. Merender ketegangan situasi di LTS juga bisa menyediakan kesempatan untuk AS menjual senjata kepada negara-negara terkait agar memenuhi kebutuhan pedagang senjata domestiknya.

Negara-negara ASEAN sudah sangat jelas apa yang disebut “America First” oleh politikus AS sama sekali tak mungkin memperhatikan kepentingan negara-negara ASEAN, mereka hanyalah menggunakan negara ASEAN sebagai alatnya untuk mengupayakan kepentingan politik.



 Survei Universitas Harvard: Kepuasan Rakyat RRT pada Pemerintah Pusat
 Lebihi 90%

2020-07-19 16:22:22 http://indonesian.cri.cn/20200719/a4d45c18-784c-9b1a-ec98-ebe6720bde3e.html

Menurut laporan Harvard Kennedy School baru-baru ini, sejak surveinya pada tahun 2003, kepuasan rakyat Tiongkok pada pemerintah meningkat komprehensif, pemerintah Tiongkok memperoleh dukungan mayoritas mutlak rakyatnya. Dari pengaruh kebijakan negara hingga pejabat daerah, rakyat Tiongkok berpendapat pemerintah sekarang lebih sanggup dan efektif daripada waktu kapanpun sebelumnya.

图片默认标题_fororder_hafo1

Pelaksana survei totalnya mengadakan 8 kali survei independen di antara tahun 2003-2016 dengan 31 ribu orang pengikut survei dari kota maupun desa Tiongkok secara berhadapan, mengenai pengakuan rakyat pada pemerintah berbagai tingkat Tiongkok, termasuk pusat, propinsi, kabupaten dan kecamatan.

Menurut laporan, survei pada tahun 2003, kepuasan rakyat pada pemerintah pusat Tiongkok mencapai 86,1%, dan hingga tahun 2016, kepuasan meningkat lebih lanjut menjadi 93,1%. Data mencatat, selama tahun-tahun ini, kepuasan rakyat pada pemerintah pusat di atas 90%.

图片默认标题_fororder_hafo2

Sementara itu laporan juga menunjukkan bahwa kepuasan rakyat pada pemerintah daerah juga berangsur-angsur meningkat. Menurut data, kepuasan rakyat pada pemerintah kecamatan pada tahun 2003 tidak mencukupi 44%. Dan angka ini meningkat menjadi 70% pada tahun 2016.

图片默认标题_fororder_hafo3

Mengapa kepuasan rakyat Tiongkok pada pemerintah meningkat terus?

Kepuasan rakyat tidak hanya tercermin dengan evaluasi pokok terhadap hasil politik pemerintah, tapi juga di bidang pasokan pelayanan publik, anti KKN dan ramah lingkungan.

图片默认标题_fororder_hafo4

Di antaranya, masalah yang paling diperhatikan rakyat ialah polusi udara(34%), keamanan makanan(19%), perubahan iklim(16%) dan polusi air(12%). Rakyat relative optimis pada keadaan lingkungan pada lima tahun mendatang, 43% pengikut survei menganggap bahwa kualitas udara setempat akan membaik, 31% peserta survei berpendapat kualitas udara akan dipelihara tetap sama, dan hanya 26% merasa udara akan memburuk.

Menurut laporan, 75% peserta survei menganggap perubahan iklim diakibatkan perilaku manusia, dan ini adalah yang benar ada, hampir 70% peserta survei mendukung menarik pajak emisi. Laporan lebih-lebih menunjukkan, persentase ini jauh lebih tinggi daripada data terkait AS.



Kirim email ke