Dubes Tiongkok untuk AS:


 Terima Dunia Baru Adalah Satu-Satunya Pilihan Yang Tepat Demi Tangani
 Hubungan Tiongkok-AS

http://indonesian.cri.cn/20200722/1f5cc900-7865-1611-e257-37b8380387b8.html
2020-07-22 16:14:58

Pada beberapa bulan terakhir ini, di AS terjadi gejala dua “tinggi”, yakni pada satu pihak, penambahan kasus terkonfirmasi virus corona harian dan kasus akumulatif terus meningkat, pada satu pihak lain, nada AS menyerang dan menodai Tiongkok semakin tinggi. Mengapa hubungan Tiongkok-AS menghadapi tantangan yang paling serius sejak kedua negara menjalin hubungan diplomatik? Kembali ke jalan yang normal, arahnya di mana? Ketika diwawancarai China Media Grup (CMG), Dubes Tiongkok untuk AS Cui Tiankai mengatakan, saat ini, Tiongkok dan AS harus meningkatkan kerja sama, mengendalikan perselisihan, berorientasi pada masa depan dan bertolak dari kenyataan dunia yang baru, ini adalah satu-satunya pilihan yang tepat.

*Hubungan Tiongkok-AS tidak Berhenti, Tapi Jangan Jatuh ke Jebakan*

Di bawah situasi menularnya wabah virus corona di seluruh dunia, ada orang yang menyatakan, apakah hubungan Tiongkok-AS berada di dalam keadaan pembekuan dan perhentian?

Cui Tiankai menyatakan, sejauh ini hubungan Tiongkok-AS masih tidak berhenti atau macet secara menyeluruh. Hal yang diperhatikan kita ialah hubungan ini mungkin akan meleset ke arah yang salah. Kami harus dengan semaksimal mungkin mencegahnya menyimpang semakin jauh ke arah yang salah dan mencegahnya terjerumus ke dalam jebakan.

*Baik Tancap Gas Maupun Injak Pedal Rem, Hal Paling Penting Ialah Menyetir Mobil Ke Arah Yang Tepat*

Ada orang yang mengatakan, dalam proses memburuknya hubungan Tiongkok-AS, AS dengan gila menginjak-injak pedal gas, tapi Tiongkok dengan kepala dingin menginjak pedal rem.

Bagi hal ini, Cui Tiankai menyatakan, jika di jalan yang tepat, tidak apa-apa jika menancap pedal gas, tapi jika ke arah ke salah, haruslah menginjak pedal rem agar dia bisa berhenti dan kembali ke arah yang tepat. Makanya pedal gas dan pedal rem sama-sama diperlukan, semuanya berguna, hal yang penting ialah harus menyetir mobil ke arah yang tepat.

*Haruslah menghidupkan dan membuka semua jalur dialog*

Belum lama yang lalu, Anggota Dewan Negara merangkap Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi mengajukan tiga butir usul supaya hubungan Tiongkok-AS kembali ke jalan yang normal, yang pertama ialah menghidupkan dan membuka semua jalur dialog. Cui Tiankai menyatakan, hal ini adalah esensial, karena hanya melalui dialog, kedua negara baru dapat berkomunikasi, baru dapat merintis kerja sama dan mengendalikan perselisihan, hasil-hasil yang tercapai melalui dialog harus terjaga seimbang dan saling menguntungkan.

*Apakah AS Sungguh Takut Huawei?*

Pada 20 Juli yang lalu, Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo mengunjungi Inggris, sekali lagi membicarakan masalah Huawei. Apakah AS takut Huawei? Atau hanya bertujuan membendung Tiongkok?

Cui Tiankai menyatakan, Huawei adalah perusahaan swasta Tiongkok, operasinya sama sekali sesuai dengan peraturan pasar internasional. Akan tetapi Amerika melanggar prinsip operasi pasar, juga melanggar pasar bebas maupun persaingan adil dan semangat kewirausahaan yang selalu didukung AS di arena internasional .

Mentalitas politikus AS mungkin begini, orang yang paling baik, paling kuat, paling kaya di dunia haruslah mereka diri sendiri. Apabila orang lain berkinerja lebih baik daripada dia, dia akan merasa orang itu memperoleh keuntungan, dan harus ditekan dan dicelakakan. Ini bukan mentalitas yang baik dan sehat.

*Berbicara tentang “AS Mungkin Melarang Anggota PKT dan Familinya Berkunjung ke AS”: Arus Sejarah Tak Dapat Dihentikan*

Cui Tiankai menyatakan, kebanyakan politikus AS tidak memahami sejarah dan kenyataan Tiongkok, tidak mau memahami hubungan erat Partai Komunis Tiongkok dengan rakyat Tiongkok. Dia menyarankan warga AS mengesampingkan prasangka, benar-benar menambah pengetahuannya tentang sejarah dan kebudayaan Tiongkok, serta bagaimana pandangan rakyat Tiongkok, agar memiliki persepsi obyektif mengenai Tiongkok. Arus sejarah tidak terhalang.

*Sebab di Balik Hubungan Tiongkok-AS Yang Menghadapi Tantangan Paling Besar Sejak Penggalangan Hubungan Diplomatik*

Serangan yang dilakukan AS kepada Tiongkok sudah sampai batas yang sulit dibayangkan. Keadaan ini terjadi karena banyak unsur. Cui Tiankai menyatakan, salah satu penyebabnya ialah pemilihan dalam negeri AS. Selain itu, pembenahan global juga menghadapi tantangan baru, tak terkecuali AS. Penyebab ketiga ialah semakin meruncingnya kontradiksi ekonomi dan sosial.

*Puisi yang dipajang di dinding kantor Cui Tiankai berarti penting*

Dari tayangan video ketika Cui Tiankai diwawancarai di kantornya, terlihat sebuah kaligrafi yang merupakan kutipan sebuah puisi kuno besutan pujangga Tiongkok bernama Du Fu. Salah satu liriknya berbunyi, “Apabila naik ke puncak gunung, terasa gunung di sekitarnya terlalu kecil. ” Cui Tiankai mengatakan, arti kalimat ini bukanlah meremehkan orang lain, melainkan mengajak kita melepaskan pandangan ke tempat nan jauh alias meneropong masa depan dunia.

Cui Tiankai menyatakan, Tiongkok dan AS perlu meningkatkan kerja sama dan mengontrol perselisihan, berorientasi pada masa depan, dan beraksi dengan bertolak dari kenyataan dunia baru, inilah satu-satunya pilihan yang tepat.

Kirim email ke