Jurnal 
Korupsihttp://jurnal-korupsi.blogspot.com/2020/07/medianusantara-laporan-warga-bondowoso.htmlLaporan
 Warga Bondowoso Yang Resah Karena Pejabat Teras Bondowoso Bawa Orang Yang 
Disuruh Ngaku Petugas Dari KemenkoPolhukam Untuk Intervensi Hukum



Kepada Yth.
 
Menteri Koordinator Polhukam
 
Di Jakarta
 
Dengan Hormat
 
Bersama ini disampaikan informasi adanya peristiwa, dimana ada seseorang yang 
mengaku sebagai petugas dari KemenkoPolhukam dengan dihantar oleh Sekretaris 
Daerah (Sekda) kabupaten Bondowoso mendatangi pejabat2 di kabupaten Bondowoso. 
(berita terlampir)
 
Inti dari kedatangan oknum tadi, adalah meminta agar kasus yang menjadikan 
Sekretaris Daerah Bondowoso sebagai tersangka dihentikan prosesnya.
 
Untung saja komandan Kodim Bondowoso dengan sigap mendatangi lokasi dan sempat 
membawa oknum tersebut ke kantor Kodim. Sehingga terbongkarlah identitas oknum 
petugas Kemenkopolhukam yang ternyata palsu tersebut
 Hanya sayangnya, oknum tersebut tidak diamankan sementara waktu untuk dimintai 
keterangan lebih lanjut, tapi langsung dilepas (apa memang benar orang kuat?),
Untuk itu, kami mohon agar hal ini diusut tuntas, dan agar diketahui siapa otak 
dari upaya mencampuri masalah hukum dengan intimidasi pejabat dari 
Kemenkopulhukam yang ternyata palsu tersebut.
Karena mengaku petugas, tapi palsu itu merupakan tindak pidana, meskipun upaya 
petugas palsu untuk mengintimidasi masyarakat  itu gagal karena ketahuan.
 
Demikian laporan kami, atas perhatian bapak kami ucapkan banyak terima kasih
 
Bondowoso, 6 Juli 2020
 
Paguyuban Masyarakat Bondowoso
 
(H. Fatah)
 
Tembusan:
 
1.    Gubernur Jatim
 
2.    Kapolri
 
3.    Kapolda Jatim
 
4.    Pangdam Jatim
 
5.    Bupati Bondowoso
 
6.    dll
 
Lampiran:Zona Jatim 
https://zonajatim.id/ngaku-ngaku-pejabat-menkopolhukam-ternyata-paranormal/Ngaku
 – Ngaku Pejabat Menkopolhukam, Ternyata Paranormal 
Bondowoso – Kabar mengejutkan para pejabat Pemkab Bondowoso, informasi yang 
dihimpun di lapangan, Kepala Dinas Perpustakaan, Alun Taufana Sulistiyadi 
didatangi oleh seseorang yang mengaku sebagai staf Kementerian Koordinator 
Politik Hukum dan Keamanan Republik Indonesia (Kemenkopolhukam RI), Bidang 
Perselisihan, orang tersebut bernama Maryadi, Kamis, (2/7).
 
Kedatangan Maryadi tersebut didampingi oknum Pejabat teras Pemkab Bondowoso 
yang telah resmi ditetapkan tersangka oleh Polres Bondowoso dalam kasus ancaman 
pembunuhan. Tujuan inti Maryadi meminta agar kasus laporan pengancaman yang 
saat ini sudah bergulir di Polres Bondowoso agar dicabut.
 
Bahkan, kata sumber yang tidak bersedia dipublikasikan, Maryadi mengaku asisten 
dari Brigjen Erin Sahara. Sebelum Maryadi berangkat ke Bondowoso, dia juga 
mengaku sudah berkoordinasi dengan Intel Polda Jatim bernama Toni, yang 
tujuannya agar Alun Taufana Sulistyadi mencabut laporannya di Polres Bondowoso.
 
Saat sumber berita konfirmasi via telepon seluler milik Maryadi kepada Toni, 
yang bersangkutan memberikan klarifikasi. "Saya (Toni) bukan Intel Polda Jatim, 
tetapi Intel Brimob Jatim. Dan saya sudah mengingatkan Mbah Mar (sebutan Toni 
menanggil Maryadi), agar hati-hati dan tidak macam-macam di Bondowoso. Saya 
tidak ada maksud untuk intervensi hukum, semua terserah pelapor. Kok sekarang 
jadi rame seperti ini, lalu saya di suruh datang ke Bondowoso juga untuk apa", 
kata Toni yang merasa bersalah namanya dibawa-bawa oleh Mbah Mar.
 
Tidak hanya itu, Maryadi juga mengatakan, apabila kasus ini diteruskan maka 
Kapolres akan ditarik oleh Polda Jatim. Dan jika kasus ancaman pembunuhan ini 
tetap berlanjut. Akibatnya, kasus ini juga akan berimbas kepada Bupati, bahkan 
klaim Maryadi, Presiden Jokowi akan marah kalau sampai persoalan ini tidak 
selesai.
 
Beruntung saja Dandim 0822 Bondowoso, Letkol Inf. Jadi, SIP., langsung 
bertindak ketika mendengar informasi tersebut. Kemudian, Maryadi langsung 
dibawa ke Kodim untuk dimintai keterangan. 
 
Komandan Kodim 0822 Bondowoso, Letkol Inf. Jadi, SIP., membenarkan, jika 
pihaknya sedang kedatangan tamu yang katanya mengaku pejabat dari Kementerian 
Polhukam.
 
Namun, ata Dandim, setelah ditanya Maryadi tidak mengakui bahwa dirinya berasal 
dari Kemenko Polhukam RI. Namun dia datang ke Bondowoso secara pribadi..
 
"Karena saya bertanggungjawab diwilayah, maka saya harus tahu itu, tapi sejauh 
ini tidak ada yang dirugikan," kata Dandim Letkol Inf Jadi.
 
Sementara Ketua Umum LSM Teropong, H. Nawiryanto Winarno, menyayangkan adanya 
upaya intervensi hukum oleh oknum yang mengaku-ngaku dari Kemenkopolhukam. 
Selain itu juga membawa-bawa Presiden RI yang akan marah jika kasus ini 
berlanjut, karena dianggap Bupati tidak dapat menyelesaikan masalah pejabatnya. 
"Saya sangat menyayangkan kejadian ini, semua pasti sudah diskenario oleh 
seseorang, sampai Maryadi alias Mbah Mar mau mengaku sebagai orang dari 
Kemenkopolhukam. Memang dari kejadian ini tidak ada orang yang dirugikan, 
tetapi langkah seorang tersangka mendatangkan orang dan mengaku-ngaku dari 
lembaga pusat tersangka untuk mengintimidasi dan menakut-nakuti pelapor, dapat 
dikatagorikan tindak pidana, walaupun belum terjadi apa-apa," kata H Nawiryanto.

Kirim email ke