Sabtu 25 Juli 2020, 20:40 WIB
*500 TKA Tiongkok Masuk RI, Luhut: Yang Meributkan, Rusak Republik *
Hilda Julaika | Ekonomi
500 TKA Tiongkok Masuk RI, Luhut: Yang Meributkan, Rusak RepublikAntara
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar
Pandjaitan
MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar
Pandjaitan mengatakan kedatangan 500 tenaga kerja asing asal Tiongkok ke
Indonesia justru membuka 5 ribu lapangan kerja baru. Untuk itu, dia
mewanti-wanti masyarakat agar tak meributkan terlebih dahulu karena tak
mengetahui kondisi yang sebenarnya.
"Kemarin ada datang 500 TKA. Anda tahu 500 ini ciptakan lapangan 5.000
ahli bukan lapangan kerja tukang pacul, tidak lapangan kerja operator.
Jadi kalau ada yang ribut-ribut itu merusak masa depan republik dan masa
depan generasimu," ujar Luhut dalam konferensi pers yang dilakukan
secara virtual, Sabtu (25/7).
Baca juga: Tenaga Kerja Tiongkok di Batam Positif Covid-19
Selain itu, TKA Tiongkok itu diharapkan bisa mendidik pekerja dalam
negeri sehingga nantinya kebutuhan pekerja bisa dipenuhi dari pekerja
lokal.
"Kalian harus mendidik tenaga kerja lokal karena kita enggak punya
cukup. Di Morowali itu mana bisa cukup. Di Konawe Utara itu mana cukup.
Di Weda Bay Halmahera mana yang cukup. Kalau ada yang bilang cukup,
datang ke saya," imbuhnya
Baca juga: Tiongkok Tutup Konsulat Amerika di Chengdu
Luhut mengatakan kedatangan 500 pekerja asing ini juga tak hanya untuk
menciptakan lapangan kerja baru. Tetapi dilakukan untuk memberi
pelatihan, dan transfer teknologi.
Saat ini, pemerintah bersama dengan investor terkait pun sudah membangun
politeknik di dekat area pabrik untuk mendidik para pekerja lokal.
"Nah transfer teknologi juga dia mau, misalnya bagaimana ekstrak kobalt
dari low grade nickel ore, jadi kita tidak perlu impor dari Kongo. Lalu
nilai tambah mereka mau sampai lithium battery dan recycling battery
tadi mereka mau," paparnya
Baca juga: KSPI Minta TKA Tiongkok Dipulangkan Kembali
Sebelumnya, Juru Bicara Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan
Investasi Jodi Mahardi mengatakan alasan pemerintah yang berencana
mendatangkan 500 TKA asal neegri tirai bambu ke Morosi, Konawe, Sulawesi
Tenggara beberapa waktu lalu.
Menurutnya, kehadiran TKA tersebut diperlukan untuk mempercepat
pembangunan smelter dengan teknologi RKEF dari Tiongkok.
Baca juga: Ruslan Buton Dipecat karena Tolak TKA Tiongkok? Mafindo: Salah
Dia menyadari teknologi RKEF milik Tiongkok, bisa dibangun secara
ekonomis, cepat, dan memiliki standar lingkungan yang baik. Teknologi
ini juga menghasilkan produk hilirisasi nikel yang bisa bersaing di
pasar internasional.
"Kenapa butuh TKA dimaksud? Karena mereka bagian dari tim konstruksi
yang akan mempercepat pembangunan smelter dimaksud. Setelah smelter
tersebut jadi, maka TKA tersebut akan kembali ke negara masing-masing,"
terangnya dalam pernyataan resminya, Kamis (28/5). (X-15)
Sumber:
https://mediaindonesia.com/read/detail/331601-500-tka-tiongkok-masuk-ri-luhut-yang-meributkan-rusak-republik
Sumber:https://mediaindonesia.com/read/detail/331601-500-tka-tiongkok-masuk-ri-luhut-yang-meributkan-rusak-republik