Kehidupan Bahagia Rakyat Tibet di Rumah Baru

http://indonesian.cri.cn/20200726/6349eeb2-3df4-2c11-181b-98ae4d7573ff.html
2020-07-26 16:00:43

Kangzhu yang berusia 28 tahun, bersama suaminya dan dua anak tinggal di permukiman baru Kangle di Kabupaten Geer, Daerah Ali Tibet. Rumah baru Kangzhe mempunyai dua lantai, luasnya lebih dari 100 meter persegi, dan juga mempunyai satu halaman.

Sebelumnya Kangzhu tinggal di daerah peternakan, tidak ada tempat tinggal yang tetap, karena tidak ada saluran air dan listrik, kehidupannya sangat susah. Kini di rumah barunya tidak saja disalurkan listrik dan air, tapi juga dilengkapi furnitur dan dilaksanakan dekorasi. Permukiman Kangle yang artinya “mewujudkan kesejahteraan secara menyeluruh dan ketenteraman masyarakat”, seluas 900 mu (60 Hektar), ongkos pembangunannya sebanyak 500 juta Yuan. Pada Desember 2016, penggembala gelombang pertama mulai tinggal di sini, hingga saat ini tercatat 714 keluarga atau 3295 orang tinggal di Permukiman Kangle.

Kangzhu memperkenalkan, setelah berpindah ke sini, dia bekerja di pabrik pengolahan pakaian dan karpet setempat, gajinya lebih dari 3000 Yuan per bulan. Suaminya menjadi satpam di Perusahaan Tembakau, gajinya mencapai 3500 Yuan, anak-anak bersekolah dengan bebas biaya, kalau ingin beli obat, mereka masih mempunyai asuransi kesehatan. “Jika dibandingkan masa yang lampau, pendapatan kami lebih tinggi, kondisi kehidupan membaik, perubahannya sangat besar.” Kata Kangzhu.

Pihak pemerintah setempat berdasarkan sumber daya setempat, mendorong perkembangan industri membantu penduduk setempat menanggulangi kemiskinan.

Wakil kepala Pabrik Pakaian dan Karpet Kangle Xire Qunpei mengatakan, pabriknya beroperasi mulai dari Juni tahun 2017, berdasarkan sumber daya bulu domba dan bulu fox, pihaknya memproduksi karpet Tibet, pakaian, tirai dan tenda, buruh yang bekerja di pabrik ini semua adalah penduduk miskin yang baru berpindah ke Kangle.

Sejauh ini, pabrik telah menyelenggarakan penataran profesi untuk penduduk direlokasi sejumlah 147 orang, menciptakan lowongan kerja untuk 96 orang, memborong produksi baju seragam sekolah, tirai dan baju seragam kerja, busana etnis Tibet dan karpet dari 7 Kabupaten di Daerah Ali Tibet. Pendapatan penjualan tercatat 4,53 juta Yuan, memberikan gaji sebanyak 1,92 juta Yuan kepada massa miskin.

Sejak Tibet memulai usaha pengentasan kemiskinan, kebijakan relokasi yang diambil pemerintah local, telah memungkinkan penggembala miskin Tibet mengatasi kemiskinan dan mengubah nasib dirinya.  Semakin banyak penduduk miskin meninggalkan “kemiskinan” dan mulai menjalankan kehidupan yang bahagia.



 Warga HK dan Asing Merasa Aman Setelah UU Keamanan Nasional HK Disahkan

http://indonesian.cri.cn/20200726/63cbfd1b-4ffd-be66-8a57-86a1bf82af4d.html
2020-07-26 15:58:31

Warga HK dan Asing Merasa Aman Setelah Diluluskannya UU Keamanan Nasional HK_fororder_43b2d5ca-a724-4656-b13e-6f784e09ed5a

“Setelah Undang-Undang Keamanan Nasional Hong Kong disahkan, saya merasa Hong Kong sedang kembali ke orbit stabil, saya merasa aman banget.” Demikian dikatakan Eran, warga Israel yang hidup di Hong Kong selama 18 tahun. 

“Setelah UU Keamanan Nasional Hong Kong dikeluarkan, warga kota merasa lebih aman daripada masa lalu, keselamatan jiwa dan keamanan harta dapat dijamin.” Ketua Yayasan Kebudayaan Tiongkok Hong Kong Shi Zhu menyatakan, dewasa ini di Hong Kong tidak ada kasus yang menyerang warga kota, dan jarang ditemukannya kasus pembakaran dan perusakan yang sering terjadi pada tahun lalu.

  

Banyak warga asing seperti Eran mempunyai pandangan yang serupa. Kata Eran,“Setelah saya berkomunikasi dengan teman-teman, kami semua berpendapat kegiatan kekerasan yang dilakukan penjahat keterlaluan, UU Keamanan Nasional HK adalah langkah yang diperlukan untuk memulihkan kestabilan dan keamanan HK. ”

  

Dilihat dar Eran, apa yang disebut “ kekhawatiran” tidak ada fakta. “Negara-negara Barat dirinya mempunyai UU pemeliharaaan keamanan nasional. Tentu saja UU Keamanan Nasional HK bertujuan melindungi keamanan nasional, apabila kamu tidak bertindak merugikan keamanan nasional, apa yang dikhawatirkan?”

Penulis freelance AS Dan Albertsen berpandangan yang sama dengan Eran, dia sudah tinggal di Hong Kong selama satu tahun lebih. Dia telah menyaksikan kerusuhan amandemen pada tahun lalu. Di jalan dan tempat tinggalnya  selalu terjadi serangan kekerasan.

  Selama satu tahun yang lalu, muncul banyak kebencian dan kekeraasn di Hong Kong. Setelah UU Keamanan Nasional HK diluluskan saya merasa aman banget, saya tahu tidak mungkin terjadi serangan dan kerusuhan sewaktunya.

Eran dan Albertson sama-sama ingin terus tinggal di Hong Kong. Dalam pandangan Eran, Hong Kong adalah tempat yang bagus untuk berbisnis karena laju kehidupan di HK cepat, efensiensinya tinggi dan tenaga kerjanya banyak. Albertson mengatakan, dia sangat menyayangi setiap hari dia tinggal di Hong Kong. “Hong Kong adalah pergabungan sempurna kebaruan dengan kelamaan, alam dengan kota. Jarang ada kota seperti Hong Kong yang berdaya dinamika dan plural.”

Kirim email ke