Kecolongan 2 Kali, Camat di Pasuruan Diajak Cegah Warga Ambil Paksa
Jenazah COVID
Muhajir Arifin - detikNews
Selasa, 28 Jul 2020 07:30 WIB
0 komentar
<https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5110503/kecolongan-2-kali-camat-di-pasuruan-diajak-cegah-warga-ambil-paksa-jenazah-covid?tag_from=wp_nhl_1#comm1>
SHAREURL telah disalin
<https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5110503/kecolongan-2-kali-camat-di-pasuruan-diajak-cegah-warga-ambil-paksa-jenazah-covid?tag_from=wp_nhl_1>
Ratusan warga Desa Kedawang, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan
mengambil paksa jenazah probable COVID-19 dari RSUD dr R Soedarsono Kota
Pasuruan. Begini potretnya.Warga ambil paksa jenazah probable COVID-19
(Foto file: Muhajir Arifin/detikcom)
*Pasuruan*-
Dalam 10 hari, peristiwa ambil paksa jenazah probable COVID-19 dilakukan
warga Kabupaten Pasuruan sebanyak 2 kali. Pemerintah setempat pun
mengumpulkan 24 camat sebagai upaya pencegahanambil paksa jenazah
COVID-19 <https://www.detik.com/tag/ambil-paksa-jenazah-covid_19>.
"Kami kumpulkan semua camat. Para camat harus bisa menggerakkan
perangkat desa bersamaan dengan tokoh di desa untuk melakukan edukasi
dan sosialisi ke warga. Harus semakin aktif," kata Wakil Bupati Pasuruan
KH A Mujib Imron, di Kantor Pemkab Pasuruan, Jalan Hayam Wuruk, Selasa
(28/7/2020).
Para camat, kades dan perangkat diminta menyakinkan warga bahwa
pemulasaraanjenazah COVID-19
<https://www.detik.com/tag/jenazah-covid_19>dilakukan sesuai syariat
Islam dengan melibatkan PCNU dan MUI. Pria yang akrab dipanggil Gus
Mujib berharap kejadian merebut atau mengambil paksa jenazah tidak
terjadi lagi.
"Camat juga kita minta usaha ini bukan hanya lahiriyah saja, tapi berdoa
kepada Allah. Ini tidak kalah pentingnya," terang Gus Mujib.
*Baca juga:*Detik-detik Menegangkan Warga Ambil Paksa Jenazah Probable
COVID di Pasuruan
<https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5110345/detik-detik-menegangkan-warga-ambil-paksa-jenazah-probable-covid-di-pasuruan>
"Untuk rapid test, Insyaallah kita lakukan, pasti. Tapi harus menunggu
suasana kondusif. Ini kan baru kemarin hari Sabtu kejadiannya. Tapi
penyemprotan sudah dilakukan," tandasnya.
Seperti diberitakan warga Desa Kedawang, Kecamatan Nguling, Kabupaten
Pasuruan mengambil paksa jenazah probableCOVID-19
<https://www.detik.com/tag/covid_19>dari RSUD dr R Soedarsono Kota
Pasuruan, Sabtu (25/7). Jenazah warga berinisial MA (44) ini lalu dibawa
pulang dengan mobil pikap. Hasil rapid test pasien reaktif, namun
sebelum diambil swab sudah meninggal dunia.
Peristiwa tersebut yang kedua dalam 10 hari terakhir. Sebelumnya warga
Desa Rowogempol, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, merebut peti
jenazah AR (29) dari petugas saat akan dikuburkan di tempat pemakaman
umum (TPU) setempat, Kamis (16/7).
Warga membongkar peti, mengeluarkan jenazah kemudian memakamkannya. Saat
meninggal, jenazah probable COVID-19, namun beberapa jam setelah
dikuburkan swab tes keluar dan dinyatakan terkonfirmasi positifCOVID-19
<https://www.detik.com/tag/covid_19>.
*(fat/fat)*
Corona Tembus 100 Ribu, PAN: Pemerintah Harus Buat Langkah Antisipatif
Eva Safitri, Eva Safitri - detikNews
Selasa, 28 Jul 2020 06:51 WIB
4 komentar
<https://news.detik.com/berita/d-5110488/corona-tembus-100-ribu-pan-pemerintah-harus-buat-langkah-antisipatif?tag_from=wp_nhl_9#comm1>
SHAREURL telah disalin
<https://news.detik.com/berita/d-5110488/corona-tembus-100-ribu-pan-pemerintah-harus-buat-langkah-antisipatif?tag_from=wp_nhl_9>
Politikus PAN Saleh Daulay (Tsarina/detikcom)Foto: Politikus PAN Saleh
Daulay (Tsarina/detikcom)
*Jakarta*-
Kasus positif virus Corona (COVID-19
<https://www.detik.com/tag/covid_19>) di Indonesia mencapai angka 100
ribu lebih.PAN <https://www.detik.com/tag/pan>meminta pemerintah tidak
menganggap remeh dan segera membuat langkah antisipatif
menghadapipandemi Corona <https://www.detik.com/tag/pandemi-corona>.
"Penambahan jumlah yang terpapar COVID-19 ini tidak bisa dianggap remeh.
Pemerintah harus melakukan langkah-langkah antisipatif. Kalau mata
rantai penyebaran virusnya tidak diputus, dikhawatirkan ke depan akan
lebih sulit lagi untuk menanganinya," kata Plh Ketua Fraksi PAN, Saleh
Partaonan Daulay, kepada wartawan, Senin (27/7/2020).
*Baca juga:*Kasus Corona Tembus 100 Ribu, PKS: Kita Dekati Level Bahaya,
Waspada!
<https://news.detik.com/berita/d-5110136/kasus-corona-tembus-100-ribu-pks-kita-dekati-level-bahaya-waspada>
Saleh menilai persoalan penanganan COVID-19 di Indonesia sangat
kompleks. Dari mulai koordinasi, sosialisasi, hingga persoalan terkait
anggaran.
"Kalau ada yang tidak sinkron, tentu berimbas pada hal lainnya.
Katakanlah, misalnya, persoalan koordinasi. Jika lemah dari sisi ini,
akan mengganggu pelayanan pada masyarakat. Begitu juga, kurangnya
sosialisasi terkait kebijakan pemerintah dan protokol kesehatan yang
dibuat, pasti berpengaruh pada implementasi di lapangan," ujarnya.
"Kalau uangnya belum turun, bagaimana mau belanja. Misalnya, ada
kebutuhan APD sekian juta unit untuk petugas media di seluruh Indonesia.
Lalu, misalnya, yang dipenuhi baru 20 persen. Itu kan akan bermasalah.
Para tenaga medis akan gamang untuk melayani mereka yang positif
Corona," lanjut Saleh.
*Baca juga:*Kasus Corona di Indonesia Tembus 100 Ribu, Ini Saran
Epidemiolog UGM
<https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-5110179/kasus-corona-di-indonesia-tembus-100-ribu-ini-saran-epidemiolog-ugm>
Anggota komisi IX DPR ini meminta Komite Penanganan COVID-19 segera
melakukan evaluasi. Serta membuat langkah inovatif.
"Saran saya, presiden segera memerintahkan komite yang baru dibentuk
kemarin untuk melakukan langkah-langkah inovatif. Semua aturan dan
kebijakan yang ada direview. Yang baik dipertahankan, yang tidak baik
harus dibuang. Aturan harus diterapkan dengan tegas di tengah
masyarakat," tuturnya.
*Baca juga:*Corona di RI Tembus 100 Ribu, PKB Minta Klaster
Disosialisasikan
<https://news.detik.com/berita/d-5110071/corona-di-ri-tembus-100-ribu-pkb-minta-klaster-disosialisasikan>
Sebelumnya diberitakan, kasus baru virus Corona di Indonesia bertambah
1.525 kasus hari ini. Jadi, total kasus Corona Indonesia kini mencapai
100.303 kasus.
Dikutip dari laman covid19.go.id, ada 1.518 kasus sembuh baru hari ini,
sehingga total menjadi 58.173 orang. Sementara kasus kematian baru
Corona sebanyak 57, sehingga total mencapai 4.838 orang.
*(eva/idn)*