Maruf Amin mempunyai tugas untuk mewakili presiden Jokowi, tetapi kalau Jokowi tidak mau bagi pekerjaan kepada wakilnya, maka tentu saja Pak Maruf bisa lenggang-lenggang kangkungs sambil tangan dilipatkan. Pada dasarnya bisa tenang-tenang sambilmenikmati gaji sebagai wakil presiden. Siapa tidak mau menjadi wakil presiden tanpa melakukan tugas dan gaji jalan sampai akhir masa jabatan.
https://www.suara.com/news/2020/07/30/172547/cek-fakta-benarkah-klaim-wapres-maruf-amin-5-tahun-tidak-ngapa-ngapain?page=all CEK FAKTA: Benarkah Klaim Wapres Maruf Amin 5 Tahun Tidak Ngapa-ngapain? Dany Garjito | Farah Nabilla Kamis, 30 Juli 2020 | 17:25 WIB [image: CEK FAKTA: Benarkah Klaim Wapres Maruf Amin 5 Tahun Tidak Ngapa-ngapain?] Cek fakta: Wapres Maruf Amin 5 Tahun Tidak Ngapa-ngapain. (Turnbackhoax.id) Akun Facebook dengan nama Kevin Lee Marpaung membagikan foto dengan narasi "5 TAHUN nggak ngapa-ngapain" dan berhasil mendapat perhatian warganet. Suara.com - Sebuah akun *Facebook <https://www.suara.com/tag/facebook>* menyebarkan foto Wakil Presiden Maruf Amin <https://www.suara.com/tag/maruf-amin> tengah duduk di dalam sebuah kamar. Dalam unggahan itu disebutkan bahwa Wapres 5 tahun tidak melakukan apa-apa. Akun *Facebook* dengan nama Kevin Lee Marpaung membagikan foto dengan narasi "*5 TAHUN nggak ngapa-ngapain*" dan berhasil mendapat perhatian warganet. Unggahan itu telah mendapat 1,7 ribu komentar dan telah dibagikan sebanyak 4,7 ribu kali oleh pengguna Facebook lainnya. Lalu benarkah jika Wakil Presiden Maruf Amin sudah 5 tahun tidak melakukan apa-apa? Penjelasan Berdasarkan penelusuran *Turnbackhoax.id* <https://turnbackhoax.id/> -jaringan *Suara.com*, konten yang diunggah oleh akun Facebook Kevin Lee Marpaung itu adalah hasil suntungan dari sebuah tangkapan layar *YouTube*. Foto itu adalah salah satu potongan video yang diunggah oleh akun *YouTube* @*sobatmiskinofficial*. Dalam video aslinya, judul yang tertera adalah "*2 JAM nggak ngapa-ngapain*" bukan "*5 TAHUN nggak ngapa-ngapain*". Dalam video itu hanya ada seorang pria berkaus hitam duduk termenung di depan kamera. Selama dua jam 20 menit 52 detik, pria itu hanya duduk menghadap kamera tanpa melakukan apa pun. Saat video dipercepat, tampak dirinya hanya melotot dan sesekali berkedip atau sedikit memiringkan kepala maupun badannya; bahkan sama sekali tak membuka mulut. Pada rekaman tersebut, pria ini tampak berada di dalam kamar, dengan kasur ungu sebagai latar belakang. Tak ada suara apa pun di videonya selain tiupan angin kecil. Video ini mulai viral setelah tangkapan layarnya diunggah ke *Twitter* oleh akun @*depresionistaa* pada Kamis pagi. Tak ada caption apa pun pada cuitannya. Sementara itu, foto hasil tangkapan layar itu disunting dengan cara mengganti kepala si pemilik konten asli di YouTube dengan gambar kepala Wapres Maruf Amin <https://www.suara.com/tag/wapres-maruf-amin>. Dari penjelasan di atas, unggahan akun Facebook gambar Wapres Maruf Amin dengan narasi "*5 TAHUN nggak ngapa-ngapain*" masuk dalam kategori *manipulated content* atau konten yang dimanipulasi. Konten jenis itu biasanya berisi foto hasil suntingan dari informasi yang sebelumnya pernah beredar di media. Konten ini biasanya dibuat untuk mengecoh publik. Pada rekaman tersebut, pria ini tampak berada di dalam kamar, dengan kasur ungu sebagai latar belakang. Tak ada suara apa pun di videonya selain tiupan angin kecil. Video ini mulai viral setelah tangkapan layarnya diunggah ke *Twitter* oleh akun @*depresionistaa* pada Kamis pagi. Tak ada caption apa pun pada cuitannya. Sementara itu, foto hasil tangkapan layar itu disunting dengan cara mengganti kepala si pemilik konten asli di YouTube dengan gambar kepala Wapres Maruf Amin <https://www.suara.com/tag/wapres-maruf-amin>. [image: Cek fakta: Wapres Maruf Amin 5 Tahun Tidak Ngapa-ngapain. (Turnbackhoax.id)] Kesimpulan Dari penjelasan di atas, unggahan akun Facebook <https://www.suara.com/tag/facebook> gambar Wapres Maruf Amin dengan narasi "*5 TAHUN nggak ngapa-ngapain*" masuk dalam kategori *manipulated content* atau konten yang dimanipulasi. Konten jenis itu biasanya berisi foto hasil suntingan dari informasi yang sebelumnya pernah beredar di media. Konten ini biasanya dibuat untuk mengecoh publik.
