*Sapi tahu dia mau dibunuh dan oleh karena itu dia mengamuk untuk bebas
dari penyembelihan. Bagaimana dengan manusia-manusia yang diitipu,
kekakayaan alam mereka, diguras untuk kepentingan segelintir elit ? Apakah
masih tidur nyenyak karena dininabobokan dengan jampi-jampi dan janji-janji
disertai lagu merdu berjudul kebagian kue manis. Sayangnya kue manis tak
kunjung diperoleh, ibarat madu dibalas dengan air selokan?*

https://www.harianaceh.co.id/2020/07/31/sapi-kurban-presiden-jokowi-ngamuk-pohon-roboh-dan-warga-kocar-kacir/



NAL <https://www.harianaceh.co.id/kanal/nasional/>
*Sapi Kurban Presiden Jokowi Ngamuk, Pohon Roboh dan Warga Kocar-kacir*

[image: Redaksi HAI]*Redaksi HAI*
<https://www.harianaceh.co.id/author/redaksi/>

 31/07/2020 | 23:37 WIB
<https://www.harianaceh.co.id/2020/07/31/sapi-kurban-presiden-jokowi-ngamuk-pohon-roboh-dan-warga-kocar-kacir/>

Sapi kurban sumbangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk penerima bantuan
di Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta, pada Kamis 30 Juli 2020 malam sempat
mengamuk dan nyaris kabur. Evakuasi sapi selama lima jam ini pun harus
mengundang pawang sapi.

Insiden tersebut terjadi sesaat sebelum sapi jenis Simental itu hendak
diserahterimakan secara simbolis dari Bupati Kulonprogo, Sutedjo kepada
takmir Masjid Al-Iman, Kelurahan Banjarasri, Kapanewon Kalibawang selaku
penerima bantuan di kompleks rumah dinas bupati.

Diduga karena kepanasan menunggu serah terima dari bupati kepada pengurus
Masjid Al – Iman, sapi tersebut mengamuk hingga merobohkan pohon cemara di
depan rumah dinas. Selain merobohkan pohon, tali sapi juga terlepas
sehingga lari di dalam kompleks dari depan rumah dinas menuju belakang
rumah dinas.

Jazil Ambar, Sekretaris Panitia Penerimaan dan Penyaluran Hewan Kurban
Kulonprogo mengatakan, sapi seberat 930 kg atau hampir mencapai 1 ton itu
awalnya diikat di pohon pule dan cemara yang berlokasi di halaman rumah
dinas bupati. Kemudian, hendak memindahkan sapi itu ke tempat yang lebih
teduh. Namun, Gombloh tiba-tiba mengamuk dan meronta hingga tali yang
mengikatnya lepas.

Setelah berhasil lepas dari ikatan, Gombloh berjalan ke belakang rumah
dinas bupati. Di tempat itu, Gombloh berhasil dijinakkan oleh panitia
dibantu pawang. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Gombloh
dibiarkan di situ sampai berlangsungnya penyerahan bantuan.



“Jadi, malah kita buatkan kandang baru di belakang rumah dinas,” ujar Mardi
Santoso, takmir Masjid Al-Iman.

Namun, karena tali keluhan yang ada di hidung dan tali di leher lepas,
sehingga untuk mengevakuasi cukup lama sekitar 5 jam. Setelah mendatangkan
pawang sapi dan memasang tali di leher serta tali keluhan di hidung, sapi
mulai bisa dikendalikan.

Evakuasi hingga dari mulai siang hingga habis isya baru bisa dievakuasi
dengan melibatkan sekitar 15 orang, bahkan saat hendak dinaikan ke mobil
juga sempat meronta tak mau naik ke mobil. Warga pun kocar kacir, namun
akhirnya bisa dimasukkan ke dalam mobil bak terbuka dan dibawa ke tempat
tujuan.



Meski sempat diwarnai insiden, prosesi penyerahan bantuan itu tetap
berlanjut. Hanya saja khusus untuk Gombloh, prosesi penyerahannya
dilangsungkan di belakang rumah dinas bupati. Lainnya, sebanyak tujuh ekor
sapi dan 34 ekor kambing dilakukan di halaman depan rumah dinas. []

— Gusman Chaniago ? (@ronin_minang) July 31, 2020
<https://twitter.com/ronin_minang/status/1289099842036199425?ref_src=twsrc%5Etfw>

Kirim email ke