Mike Pompeo Disebut Senewen dan Sesat Pikiran
Menggencet Perusahaan Tiongkok dengan Alasan “Keamanan Nasional”
2020-08-01 11:58:36
http://indonesian.cri.cn/20200801/a7999133-26bc-24e1-f55b-1a2cfebf13bb.html
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo baru-baru ini
menyampaikan pidato di Perpustakaan Nixon di negara bagian California,
di mana sosok pria ini sekali lagi memfitnah raksasa teknologi tinggi
Tiongkok yakni Huawei sebagai “ancaman keamanan nasional” AS, bahkan
secara membingungkan mengklaim bahwa perusahaan Tiongkok “tidak mengejar
keuntungan”. Di balik fitnahan tanpa alasan itu, terungkaplah tampan AS
yang bersimaharaja dan perusak tata niaga pasar.
Para politikus AS tampak semakin gelisah dan terus menindas perkembangan
perusahaan Tiongkok dengan Huawei sebagai wakilnya karena mereka
sekali-kali tidak ingin melihat perusahaan teknologi tinggi Tiongkok
menempati peringkat teratas di bidang telekomunikasi generasi kelima,
artinya mereka amat benci jika perusahaan Tiongkok yang memimpin di
bidang tersebut.
Dalam sebuah sidang dengar pendapat di Kongres AS pada 29 Juli, CEO dari
Apple, Google dan Amazon, tiga raksasa teknologi AS ketika ditanya
“apakah mereka setuju bahwa Tiongkok pernah mencuri teknologi AS” secara
semuanya memberikan jawaban negatif, yakni “tidak ada bukti”. Keterangan
saksi dari ketiga CEO dari lembah silikon tersebut ibarat tamparan kuat
pada pipi Mike Pompeo dan sesamanya yang selama ini terus menggencet
perusahaan Tiongkok, dan sekali lagi mengungkapkan modusnya yang
“berbohong, menipu dan mencuri” di depan publik.
Selama bertahun-tahun ini, perusahaan-perusahaan Tiongkok bekerja sama
dengan AS dengan mematuhi tata niaga dan hukum pasar, dan dengan
kontribusinya telah mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan sosial AS.
Masyarakat mencatat bahwa gara-gara kecurigaan dan penghalangan pihak
AS, investasi Tiongkok di AS sudah mengalami penurunan tajam. Ahli
masalah internasional dan perdagangan dengan Tiongkok, Scott Kennedy
menunjukkan, “Disengagement atau pelepasan dengan Tiongkok adalah salah
bagi ekonomi AS, hal itu akan merugikan keamanan nasional.”
Para politisi AS berusaha keras menindas perusahaan Tiongkok dan
mendorong apa yang disebut “pelepasan” dengan Tiongkok hanya karena
intriknya agar AS terus bersimaharaja di dunia mengalami kegagalan. Akan
tetapi, keterbukaan dan kerja sama adalah arus sejarah yang tak
terhalangi. Para politisi AS yang berlawanan arus sejarah pastilah akan
mengalami pukulan berat. Kepada Mike Pompeo dan sesamanya kami ingatkan
jangan salah menafsir situasi dan jangan salah menafsir Tiongkok ,
cepat-cepat melepaskan tongkat hegemonisnya, dan membuat pilihan tepat
yang menguntungkan kepentingan rakyat, perusahaan maupun nasionalnya.