https://www.beritasatu.com/kesehatan/661611/idi-72-dokter-meninggal-akibat-covid19
*IDI: 72 Dokter Meninggal Akibat Covid-19*

Dina Fitri Anisa / IDS Minggu, 2 Agustus 2020 | 23:32 WIB

*Jakarta, Beritasatu.com* - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat hingga
Minggu (2/8/2020), sudah ada 72 orang dokter di Tanah Air yang meninggal
akibat terpapar Covid-19. Menurut Humas IDI, Halik Malik, seluruh dokter
tersebut meninggal dunia ketika bertugas menangani pasien selama pandemi
yang tengah berjalan di bulan ke lima.

Halik mengatakan, ada berbagai sebab yang melatarbelakangi tingginya
kematian dokter yang berhubungan dengan Covid-19 di Indonesia. Di antaranya
adalah minimnya alat perlindungan diri (APD), tidak ada *screening* pasien,
dan alur layanan untuk Covid-19 di rumah sakit (RS) yang tidak dibedakan.
Kemudian, sistem kesehatan seperti deteksi, isolasi, dan terapi di
Indonesia juga tidak memadai.

“Selain itu, ada pula faktor risiko kerentanan lain seperti seperti usia
dan penyakit komorbid lainnya,” terangnya kepada Suara Pembaruan, Minggu
(2/8/2020).

PB IDI, lanjutnya, sudah membentuk tim audit untuk mendalami dan menelusuri
lebih jauh terkait kematian dokter sepanjang pandemi Covid-19. PB IDI juga
turut mengadvokasi adanya jaminan keselamatan dan perlindungan kepada
dokter yang bertugas di masa pandemi ini.

“Adanya jaminan keselamatan bagi petugas misalnya pengaturan shift atau jam
kerja yang tidak berlebihan, APD yang standar, insentif tambahan, dukungan
akomodasi dan transportasi, dan screening berkala,” terangnya.

Menurut Halik, *screening* ketat di setiap fasilitas kesehatan dan
penetapan RS khusus Covid-19 juga diyakini mampu menekan angka kejadian
infeksi silang antara petugas dan pasien di RS.

“Pemerintah perlu membuka akses RT PCR atau swab test ke semua RS untuk
kepentingan *screening* petugas secara berkala,” tuturnya.

Kirim email ke