-------- 轉寄郵件 --------
主旨:     [GELORA45] China desak AS jelaskan aktivitas bio militer global
日期:     Tue, 4 Aug 2020 18:32:01 +0200
從: 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45] <[email protected]>

        

        





--
j.gedearka <[email protected]>

https://www.antaranews.com/berita/1649526/china-desak-as-jelaskan-aktivitas-bio-militer-global

*China desak AS jelaskan aktivitas bio militer global*

Selasa, 4 Agustus 2020 21:55 WIB

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin. (ANTARA/HO-MFA)
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri China (MFA) mendesak Amerika Serikat menjelaskan aktivitas bio militernya secara global di tengah perhatian dunia internasional.

AS juga seharusnya memperhatikan Konvensi Senjata Biologi (BWC) di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa dan tidak menghalangi negosiasi protokol konvensi tersebut, kata juru bicara MFA Wang Wenbin dalam pernyataan persnya, Selasa.

AS harus bersikap transparan dan bertanggung jawab atas kegiatan militernya di seluruh dunia, kata Wang, ketika menanggapi laporan tentang pengerahan militer AS di kawasan Asia Timur yang dianggapnya melanggar BWC.

Tindakan militer itu telah memicu protes yang menuntut penutupan laboratorium militer dan pembubaran pasukan.

Menurut Wang, militer AS melakukan kegiatan biologi di berbagai negara sehingga memicu kecurigaan dan pertentangan yang meluas karena mereka tidak transparan, berbahaya, dan tidak rasional.

AS merupakan negara yang paling banyak melakukan kegiatan biomiliter di dunia namun tidak melaporkan ke BWC. Banyak negara penerima program tidak tahu apa yang dilakukan laboratorium militer AS, Wang menambahkan.

Aktivitas tersebut, lanjut dia, sangat berbahaya karena beberapa aktivitas biologi berkaitan erat dengan patogen berisiko tinggi.

Kegiatan itu akan menjadi bencana bagi negara penerima, negara tetangga, atau bahkan seluruh dunia kalau terjadi kecelakaan, kata Wang.

AS adalah satu-satunya negara yang membangun laboratorium biologi di seluruh dunia dan mengumpulkan material biologi dan sumber daya di luar wilayahnya sendiri. AS juga satu-satunya negara yang menghalangi negosiasi protokol termasuk verifikasi bagi BWC, kata juru bicara itu.

Baca juga: Kemhan antisipasi ancaman senjata biologi

Baca juga: Militer Korsel: Korut Miliki 13 Jenis Senjata Biologi

Tim Recovery Butuh Tiga Hari Perbaiki Pesawat Militer AS


Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020


https://www.antaranews.com/berita/1649574/dua-pelabuhan-dibangun-di-bali-untuk-tingkatkan-kualitas-pariwisata

*Dua pelabuhan dibangun di Bali untuk tingkatkan kualitas pariwisata*

Selasa, 4 Agustus 2020 22:43 WIB

Bali segera miliki dua pelabuhan baru (Bitkom kemenparekraf)
kedua pelabuhan ini bisa selesai dalam waktu sembilan bulan atau pertengahan 2021 Jakarta (ANTARA) - Sebanyak dua pelabuhan dibangun di Bali untuk meningkatkan kualitas pariwisata di wilayah itu dengan dukungan infrastruktur yang memadai.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Gubernur Provinsi Bali I Wayan Koster, Senin (3/8) meletakkan batu pertama pembangunan pelabuhan penyeberangan yaitu Pelabuhan Sampalan di Pulau Nusa Penida serta Pelabuhan Bias Munjul di Pulau Nusa Ceningan, Kabupaten Klungkung Provinsi Bali.

"Insya Allah kedua pelabuhan ini bisa selesai dalam waktu sembilan bulan atau pertengahan tahun 2021,” kata Menhub Budi Karya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Menhub targetkan Pelabuhan Nusa Penida rampung sebelum Juni 2021

Pembangunan kedua pelabuhan tersebut untuk mendukung pariwisata di Bali yang termasuk ke dalam Pelabuhan Segitiga Emas (Sanur, Nusa Penida dan Nusa Ceningan/Lembongan) dan terhubung dengan Pelabuhan Sanur yang terletak di Denpasar.

Budi Karya menjelaskan, pihaknya telah menggelar rapat secara intensif dengan Pemprov Bali untuk membicarakan dukungan transportasi terhadap pariwisata di Bali seperti konsep super hub tourism, maritim dan penelitian tentang rencana akses darat menuju Bali Utara.

“Presiden Joko Widodo berpesan agar Bali bisa menjadi super hub tourism tidak hanya bagi Indonesia tetapi sampai Asia Tenggara bahkan Australia,” kata Menhub.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan pemerintah terus meningkatkan pembangunan infrastruktur untuk mendukung sektor pariwisata yang saat ini sedang dikebut pengembangannya.

Baca juga: Setelah kapal karam, Pelabuhan Padangbai mampu tampung 120 truk

“Ke depan perubahan tren baru pariwisata sesudah pandemi COVID-19 akan bermuara pada ‘quality tourism’ atau perjalanan pariwisata yang lebih berkualitas. Dengan pengembangan infrastruktur di Bali sudah tentu akan meningkatkan kualitas pariwisata di sana,” ujarnya.

Wishnutama juga menjelaskan, salah satu strategi wisata yang baik yakni tidak hanya membangun infrastruktur, membuat konsep promosi, dan membangun sumber daya, melainkan menciptakan daya tarik wisata baru bagi pariwisata Indonesia dengan menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability).

“Bisnis pariwisata adalah bisnis kepercayaan. Pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif Bali harus menjalankan protokol kesehatan dengan tanggung jawab sehingga mampu membangun kepercayaan dan rasa aman bagi wisatawan,” kata Wishnutama.

Gubernur Provinsi Bali I Wayan Koster menyebut dengan dibangunnya kedua pelabuhan akan memudahkan aksesibilitas menuju kawasan segitiga emas, sehingga dapat mendorong peningkatan jumlah wisatawan baik wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Selain itu, keberadaan pelabuhan juga dapat mendukung aktivitas keagamaan masyarakat Bali.

Baca juga: Pertamina-KSOP Padangbai tangani tumpahan minyak KM Dharma Rucitra III

"Ketika akan ada upacara agama rutin dimana masyarakat se-Bali itu melakukan persembahyangan yang datang dari berbagai kabupaten di Bali. Karena tidak ada pelabuhan, mereka kesusahan untuk naik ke kapal karena harus angkat-angkat kainnya sambil mengusung sesajennya dari berbagai wilayah," tutur Wayan Koster.

Rencananya, Pelabuhan Sampalan akan dibangun dua lantai dengan luas area kolam 9.000 meter persegi, kapasitas sandar 10 speedboat, dengan estimasi biaya pembangunan Rp86,7 miliar.

Sedangkan Pelabuhan Bias Munjul akan dibangun menjadi dermaga bagi speed boat dan kapal Ro-ro, dengan estimasi biaya pembangunan sebesar Rp109,6 miliar.

Jika konsep Pelabuhan Segitiga Emas ini sudah terealisasi, diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan lalu lintas di Pulau Nusa Penida serta Nusa Ceningan serta berdampak pada ekonomi warga setempat.

Baca juga: Selama pandemi, penumpang di Pelabuhan Padangbai turun 95 persen

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Agus Salim


Kirim email ke