*Sang Guru menlihat tunas-tunas muda, membuatnya gergetan, jadi apa boleh
buat, karena mungkin beliau anggap sudah waktunya untuk memenuhi tuntutan
biologis yang tak lagi terkendali, lantas main hantam kromo sesuai
instinkt akalbulusnya*.


https://www.suara.com/news/2020/08/08/144101/sejumlah-anak-dicabuli-guru-ngaji-sembari-baca-alquran?utm_source=izooto&utm_medium=notification&utm_campaign=terpopuler



*Sejumlah Anak Dicabuli Guru Ngaji Sembari Baca** n** Alquran*

Reza Gunadha

Sabtu, 08 Agustus 2020 | 14:41 WIB

[image: Sejumlah Anak Dicabuli Guru Ngaji Sembari Baca Alquran]

Ilustrasi. [Lombokita.com]

*"Oknum guru mengajinya ini duduk di samping anak-anak tersebut, lalu
kemudian guru mengaji ini memasukan tangannya kebalik pakaiannya korban
ini."* *Suara.com - *Seorang guru mengaji berinisial AN (60) dilaporkan ke
polisi setelah diduga melakukan pencabulan terhadap sejumlah muridnya di
Kecamatan Biringkanaya, Kota *Makassar* <https://www.suara.com/tag/makassar>
, *Sulawesi Selatan* <https://www.suara.com/tag/sulawesi-selatan>.

Aksi pelaku terbilang cerdik. Sebab, agar para korban tidak menceritakan
kejadian itu, AN memberikan uang jajan kepada korban senilai Rp 2 ribu
hingga Rp 5 ribu.

Nur Afikah, pengacara publik Lembaga Bantuan Hukum Makassar yang
mendampingi para korban mengemukakan agar aksi pencabulan tersebut tidak
diketahui, pelaku memberikan uang jajan.

Hal ini dilakukan AN agar para korban yang dicabuli tersebut, tidak
menceritakan kejadian kepada orang lain. Terutama kepada orang tua korban.

"Kadang dikasih tapi juga pernah tidak diberi uang jajan. Mungkin karena
ketidakpahaman anak-anak apa sih yang terjadi, hanya uang jajan saja, sudah
ini cukup," kata Akifah saat ditemui di Mapolrestabes Makassar, Jalan Ahmad
Yani, Sabtu (8/8/2020).

Dari kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oknum guru mengaji ini, kata
dia, sementara sudah ada 6 anak yang menjadi korban.

"Kalau menurut keterangan dari infonya kemarin yang ada di kantor ada
sekitar 6 anak," kata dia.

"Yang belum sampai di sini itu masih kita ini, karena tidak semua korban
yang mau langsung buka suara begitu. Tapi menurut keterangan, anak ada 6
temannya yang mengalami pelecehan seksual itu," Akifah menambahkan.

Kasus ini terkuak, setelah orang tua korban curiga dengan perilaku anaknya
yang menolak ketika disuruh pergi mengaji.

"Itu penolakannya tidak pergi mengaji, itu dicurigai orang tuanya. Di situ
timbul. Kenapa tidak mau pergi mengaji?," jelas Afifah.


erkait soal pengancaman yang dilakukakan oknum guru mengaji ini kepada para
korban, katanya, sejauh ini belum ada.

"Kalau pengancaman selama ini tidak ada. Maksudnya pengacaman jangan kasih
tau. Tidak ada, tapi mungkin pemahaman saya, maksudnya yang korban
sebelumnya ya, kalau korban yang sementara diambil keterangan kan baru 2
minggu mengaji di sana," ujar Akifah.

Sementara, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Polrestabes *Makassar*
<https://www.suara.com/tag/makassar> AKP Ismail menerangkan dalam
penanganan kasus dugaan pencabulan ini, sudah ada tiga orang korban yang
secara resmi melapor ke Polrestabes Makassar.

Ketiganya masing-masing diketahui berinisial JF (9), KNF (10), dan AAN (9).

"Mamang betul bahwa saat ini kita sudah melakukan penanganan terhadap
dugaan kasus pencabulan yang dilakukan memang oleh oknum guru mengaji.
Korbannya itu saat ini sementara kita lakukan penyelidikan, ada 3 orang
yang sudah melapor ya," ungkap Ismail.

"Kemudian ada juga yang menjadi saksi, tapi dia (saksi) sebenarnya satu
tempat mengaji di tempatnya sih terlapor itu," katanya.

Ismail menerangkan, kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh AN terjadi
saat para korban diajari mengaji di Kecamatan Biringkanaya, Makassar
beberapa waktu lalu.

Kirim email ke