https://www.harianaceh.co.id/2020/08/10/serius-masih-percaya-demokrasi/
Selasa, 11 Agustus 2020 <https://www.facebook.com/harianaceh.indonesia> <https://www.twitter.com/kbharianaceh> <https://www.instagram.com/harianacehindonesia> <https://www.youtube.com/c/Harianacehideal> <https://www.pinterest.com/harianaceh> <https://www.harianaceh.co.id/feed/> - Masuk <https://www.harianaceh.co.id/2020/08/10/serius-masih-percaya-demokrasi/#jeg_loginform> - Daftar <https://www.harianaceh.co.id/2020/08/10/serius-masih-percaya-demokrasi/#jeg_registerform> [image: Harian Aceh Indonesia] <https://www.harianaceh.co.id/> - HOME <https://www.harianaceh.co.id/> - IN-DEPTH <https://www.harianaceh.co.id/in-depth/> - ACEH <https://www.harianaceh.co.id/aceh/> - NASIONAL <https://www.harianaceh.co.id/nasional/> - DUNIA <https://www.harianaceh.co.id/dunia/> - EKONOMI <https://www.harianaceh.co.id/ekonomi/> - PENDIDIKAN <https://www.harianaceh.co.id/pendidikan/> - ISLAM <https://www.harianaceh.co.id/kanal/islam/> - OPINI <https://www.harianaceh.co.id/opini/> - LIFESTYLE <https://www.harianaceh.co.id/kanal/lifestyle/> - LINGKUNGAN <https://www.harianaceh.co.id/kanal/lingkungan/> - SEJARAH <https://www.harianaceh.co.id/kanal/sejarah/> - OTO <https://www.harianaceh.co.id/kanal/otomotif/> - HIBURAN <https://www.harianaceh.co.id/kanal/hiburan/> - BOLA <https://www.harianaceh.co.id/kanal/sepakbola/> - TEKNO <https://www.harianaceh.co.id/kanal/teknologi/> - FOTO <https://www.harianaceh.co.id/kanal/foto/> - VIDEO <https://www.harianaceh.co.id/kanal/video/> - CEKFAKTA <https://www.harianaceh.co.id/kanal/cekfakta/> <https://www.harianaceh.co.id/2020/08/10/serius-masih-percaya-demokrasi/#> <https://www.harianaceh.co.id/2020/08/10/serius-masih-percaya-demokrasi/#> [image: Harian Aceh Indonesia] <https://www.harianaceh.co.id/> Selasa, 11 Agustus 2020 <https://www.harianaceh.co.id/2020/08/10/serius-masih-percaya-demokrasi/#> <https://www.facebook.com/harianaceh.indonesia> <https://www.twitter.com/kbharianaceh> <https://www.instagram.com/harianacehindonesia> <https://www.youtube.com/c/Harianacehideal> <https://www.pinterest.com/harianaceh> <https://www.harianaceh.co.id/feed/> HOME <https://www.harianaceh.co.id/> OPINI <https://www.harianaceh.co.id/kanal/opini/> Serius Masih Percaya Demokrasi? [image: Djumriah Lina Johan]Djumriah Lina Johan <https://www.harianaceh.co.id/author/lina/> Senin, 10/08/2020 - 14:28 WIB <https://www.harianaceh.co.id/2020/08/10/serius-masih-percaya-demokrasi/> 0 <https://www.harianaceh.co.id/2020/08/10/serius-masih-percaya-demokrasi/#comments> PARTAI Gerindra meminta Prabowo Subianto <https://www.harianaceh.co.id/tag/prabowo-subianto> untuk kembali mencalonkan diri pada Pilpres 2024 <https://www.harianaceh.co.id/tag/pilpres-2024>. Bagi Persaudaraan Alumni (PA) 212 <https://www.harianaceh.co.id/tag/pa-212> yang pernah mendukung Prabowo, Ketum Gerindra itu sudah selesai dan berharap ada calon lain yang lebih muda. “Bagi kami PS (Prabowo Subianto) sudah selesai, masih banyak kader muda yang layak pimpin negeri ini ke depan, 2024 saatnya yang muda yang berkarya,” kata Ketua Umum PA 212 Slamet Ma’arif kepada wartawan, Minggu (9/8/2020). Slamet mengatakan banyak tokoh muda yang berpotensi untuk dicalonkan pada 2024 nanti. Seperti Sandiaga Uno, Anies Baswedan, hingga Habib Rizieq Shihab. Sebelumnya, Partai Gerindra meminta langsung kepada ketua umumnya Prabowo Subianto untuk maju sebagai calon presiden (capres) pada Pilpres 2024. Permintaan itu diungkapkan langsung dalam Kongres Luar Biasa (KLB) di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. (Detik.com, Senin, 10/8/2020) Berdasarkan sumber yang sama pada hari yang sama, walaupun PA 212 <https://www.harianaceh.co.id/tag/pa-212> menganggap Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto <https://www.harianaceh.co.id/tag/prabowo-subianto> sudah selesai untuk maju di Pilpres 2024. Lantas, benarkah Prabowo sudah selesai? Dalam survei mengenai elektabilitas kandidat calon Presiden 2024 <https://www.harianaceh.co.id/tag/pilpres-2024>, nama Prabowo menduduki peringkat pertama sebagaimana hasil survei dari Cyrus Network, Charta Politika Indonesia, Indo Barometer, dan Median. Sedang, dalam survei Indikator Politik Indonesia, sang petahana menempati nomor urut tiga setelah Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan. BACAAN LAINNYA <https://www.harianaceh.co.id/2020/08/09/prabowo-subianto-vs-anies-baswedan-di-pilpres-2024-mungkinkah/> Prabowo Subianto vs Anies Baswedan di Pilpres 2024, Mungkinkah? <https://www.harianaceh.co.id/2020/08/09/prabowo-subianto-vs-anies-baswedan-di-pilpres-2024-mungkinkah/> <https://www.harianaceh.co.id/2020/08/09/prabowo-subianto-vs-anies-baswedan-di-pilpres-2024-mungkinkah/> MINGGU, 09/08/2020 - 16:30 WIB <https://www.harianaceh.co.id/2020/08/09/prabowo-subianto-vs-anies-baswedan-di-pilpres-2024-mungkinkah/> <https://www.harianaceh.co.id/2020/08/08/pilkada-2020-prabowo-bebaskan-gerindra-di-daerah-berkoalisi/> Pilkada 2020, Prabowo Bebaskan Gerindra di Daerah Berkoalisi <https://www.harianaceh.co.id/2020/08/08/pilkada-2020-prabowo-bebaskan-gerindra-di-daerah-berkoalisi/> SABTU, 08/08/2020 - 23:09 WIB <https://www.harianaceh.co.id/2020/08/08/pilkada-2020-prabowo-bebaskan-gerindra-di-daerah-berkoalisi/> <https://www.harianaceh.co.id/2020/08/08/gerindra-dki-sejak-maret-meminta-prabowo-kembali-jadi-ketum/> Gerindra DKI Sejak Maret Meminta Prabowo Kembali Jadi Ketum <https://www.harianaceh.co.id/2020/08/08/gerindra-dki-sejak-maret-meminta-prabowo-kembali-jadi-ketum/> SABTU, 08/08/2020 - 21:53 WIB <https://www.harianaceh.co.id/2020/08/08/gerindra-dki-sejak-maret-meminta-prabowo-kembali-jadi-ketum/> <https://www.harianaceh.co.id/2020/08/08/diminta-kader-maju-kembali-pada-pilpres-2024-ini-respons-prabowo/> Diminta Kader Maju Kembali pada Pilpres 2024, Ini Respons Prabowo <https://www.harianaceh.co.id/2020/08/08/diminta-kader-maju-kembali-pada-pilpres-2024-ini-respons-prabowo/> <https://www.harianaceh.co.id/2020/08/08/diminta-kader-maju-kembali-pada-pilpres-2024-ini-respons-prabowo/> SABTU, 08/08/2020 - 20:39 WIB <https://www.harianaceh.co.id/2020/08/08/diminta-kader-maju-kembali-pada-pilpres-2024-ini-respons-prabowo/> Tingginya peringkat pada survei maupun statement dari PA 212 menyiratkan masih tingginya kepercayaan masyarakat dan ulama kepada sistem politik Demokrasi. Hal ini cukup menggelitik untuk dibahas. Pertama, dari statement PA 212. Wajar apabila Ketum PA 212 menyuarakan sudah selesai dengan Prabowo. Hal ini efek dari kekecewaan masyarakat dan ulama terutama yang sejalan dengan arah perjuangan PA 212 yang mengusung mati-matian pasangan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019 lalu. Perjuangan mereka untuk mendukung sang Menteri Pertahanan kini dibayar dengan pengkhianatan berupa koalisi politik dengan presiden terpilih. Padahal, sebelumnya pasangan ini dinilai lebih memihak kepada kepentingan umat Islam dibanding berdiri bersama dengan rezim berkuasa. Nyatanya, kedinamisan politik menyebabkan terjadinya perubahan arah yang tentu dipilih dengan tolok ukur keuntungan lebih besar dengan berdiri di pihak penguasa. Kedua, dari segi survei. Di masa kini, kesahihan lembaga survei patut untuk disangsikan. Sebab, sudah menjadi rahasia umum jika ada beberapa lembaga survei buatan, berbayar, atau mengambil sampel dari kalangan tertentu yang telah ditentukan hingga menyebabkan hasil survei sesuai dengan keinginan pemilik modal. Tentu hal ini dilakukan demi menyiarkan opini baik atau sebaliknya melempar propaganda buruk untuk menaikkan atau menjatuhkan lawan politik. Jikalau lembaga survei tersebut terbukti sahih dengan mengambil sampel acak dan tidak tertarik dengan suap-menyuap, maka hasil dari lembaga survei seperti ini patut untuk diperhitungkan. Ketiga, terlepas dari adanya nama-nama calon presiden yang diusung oleh PA 212 untuk Pilpres 2024 mulai dari kalangan politisi, petahana, dan ulama maupun bakal calon presiden dari hasil survei. Menunjukkan bahwa umat masih percaya pada sistem politik pemerintahan Demokrasi. Padahal, sejatinya telah berulang kali negeri ini melakukan pesta Demokrasi dengan menghamburkan dana yang tidak sedikit. Hasilnya? Tak ada perbedaan dengan tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada bedanya dengan pemimpin-pemimpin sebelumnya. Bahkan cenderung lebih rusak dan represif serta anti Islam. Bagaimana jika yang terpilih adalah ulama? Bukankah wakil presiden saat ini adalah mantan ulama dari MUI Pusat? Namun, telah nyata dihadapan kita hari ini tak ada perubahan. Justru yang terjadi sang ulama bertransformasi sebagai politisi yang jauh dari sosok ulama sebelumnya. Sehingga dari sini, dapat ditarik sebuah simpul. Kerusakan sistem politik Demokrasi mampu menjebak seorang ulama sekali pun. Sistem yang berasal dari kecerdasan akal manusia ini hanya menyebabkan kesengsaraan hidup berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat. Tak ada realisasi kesejahteraan apalagi keadilan baik secara sosial, politik, hukum, ekonomi, dan lain-lain. Dengan demikian, sejatinya yang dibutuhkan negeri ini bukanlah pesta Demokrasi. Bukan pula para calon pemimpin lama rasa baru. Atau para calon pemimpin dari kalangan ulama. Melainkan perubahan secara sistemik dan revolusioner. Perubahan sistem akan memberikan pengaruh yang luar biasa kepada nasib negeri ini di kemudian hari. Tentu dengan catatan sistem tersebut adalah sistem yang terbukti mampu membawa perubahan ke arah lebih baik. Itulah sistem Islam. Islam yang berasal dari Al-Khaliq, yakni Allah SWT meniscayakan penerapan sistem politiknya akan membawa keberkahan kepada negeri ini. Keberkahan tersebut tidak hanya memberikan efek positif semisal kesejahteraan, kemakmuran, maupun ketenteraman hidup rakyat. Melainkan terwujudnya konsep idaman, yaitu Islam rahmatan lil ‘alamin. Dari sini, maka akan lahir secara massal para pemimpin seperti Khulafaur Rasyidin. Sehingga secara nyata negeri ini membutuhkan dua hal saja. Sistem Islam dan pemimpin yang saleh, amanah dan bertanggung jawab yang lahir dari penerapan sistem tersebut. Lantas, maukah negeri ini memenuhi kebutuhan tersebut? *Wallahu a’lam bish-shawab.* ***). Penulis adalah Praktisi Pendidikan dan Pemerhati Sosial Ekonomi Islam*
