Kasus Positif Corona di Dunia Tembus 20 Juta
Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 11 Agu 2020 06:02 WIB
0 komentar
<https://news.detik.com/internasional/d-5128006/kasus-positif-corona-di-dunia-tembus-20-juta?tag_from=wp_nhl_4#comm1>
SHAREURL telah disalin
<https://news.detik.com/internasional/d-5128006/kasus-positif-corona-di-dunia-tembus-20-juta?tag_from=wp_nhl_4>
coronaIlustrasi (Foto: istimewa)
*Paris*-
Lebih dari 20 juta penduduk dunia telah terinfeksivirus Corona
(COVID-19) <https://www.detik.com/tag/virus-corona-covid_19>. Setengah
dari kasus itu ada di BenuaAmerika <https://www.detik.com/tag/amerika>.
Dilansir/AFP/, Selasa (11/8/2020) berdasarkan perhitungan/AFP/setidaknya
20.002.577 kasus terkonfirmasi positif Corona di seluruh dunia. Dari
jumlah tersebut, sebanyak 733.842 orang dinyatakan meninggal dunia
akibat COVID-19.
Jika dihitung, lebih dari empat dari setiap 10 kasus virus Corona
terjadi diAmerika Serikat
<https://www.detik.com/tag/amerika-serikat>danBrasil
<https://www.detik.com/tag/brasil>. Kedua negara tersebut adalah negara
dengan kasus Corona tertinggi secara global.
*Baca juga:*Vietnam yang Dulu Nihil Corona Kini Angka Kematian Berlipat
Ganda
<https://news.detik.com/internasional/d-5127998/vietnam-yang-dulu-nihil-corona-kini-angka-kematian-berlipat-ganda>
AS mencatat sebanyak 5.075.687 kasus dengan totol kematian sebanyak
163.282 kasus. Sementara di Brasil, sebanyak 3.057.470 kasus Corona
dengan angka kematian sebanyak 101.752 kasus.
Sementara kasus positif virus Corona di Indonesia per 10 Agustus kemarin
bertambah 1.687. Dengan penambahan tersebut, total kasus positif virus
Corona di Indonesia menjadi 127.083.
*Baca juga:*Kuba Catat Rekor Tertinggi Kasus Harian Corona
<https://news.detik.com/internasional/d-5127990/kuba-catat-rekor-tertinggi-kasus-harian-corona>
Data penambahan kasus positif virus Corona diIndonesia
<https://www.detik.com/tag/indonesia>ini diumumkan di situs Satgas
Penanganan COVID-19 pada Senin (10/8/2020). Data perkembangan virus
Corona ini disampaikan secara berkala setiap hari oleh BNPB.
Ada 1.284 pasien sembuh pada Senin kemarin sehingga total pasien sembuh
di RI menjadi 82.236. Sedangkan pasien meninggal dilaporkan 42 orang
dengan total pasien meninggal menjadi 5.765.
*Baca juga:*Kuba Catat Rekor Tertinggi Kasus Harian Corona
<https://news.detik.com/internasional/d-5127990/kuba-catat-rekor-tertinggi-kasus-harian-corona>
Laju pandemi Corona sepertinya stabil di seluruh dunia dengan rata-rata
tambahan satu juta kasus setiap empat hari sejak pertengahan Juli.
Amerika Latin dan Karibia, saat ini menjadi negara yang paling terpukul
dengan 5.601.470 kasus dan 221.281 kasus kematian. Dalam 7 hari terakhir
kasus mengalami penularan begitu cepat dengan total infeksi sebanyak
576.583.
Diikuti oleh Asia sebanyak 495.663 kasus, Kanada dan Amerika Serikat
dalam 7 hari terakhir juga melaporkan sebanyak 379.017 kasus. Di Eropa
ada 153.879, Afrika 89.644, Timur Tengah 74.588 dan Osenia sebanyak 3.372.
*Baca juga:*Langgar Aturan, Polisi Bubarkan Pesta di Taman Nasional
Cevennes Prancis
<https://news.detik.com/internasional/d-5127982/langgar-aturan-polisi-bubarkan-pesta-di-taman-nasional-cevennes-prancis>
Kanada dan Amerika Serikat menjadi negara yang paling parah kedua
terpukul dari total secara keseluruhan, mencatat 5.195.417 kasus infeksi
dan 172.300 kematian, di atas Asia 3.493.026 kasus, 72.486 kematian. Di
Eropa 3.374.166 kasus, 213.484 kematian serta Timur Tengah 1.257.417
kasus positif dengan 30.363 kematian. Sementara di Afrika terdapat
1.057.730 infeksi dengan 23.582 kematian.
Sedangkan, India merupakan negara dengan infeksi baru paling banyak
selama seminggu terakhir di mana ada 402.287 kasus positif. Diikuti oleh
Amerika Serikat 376.471, yang pada Minggu waktu setempat. Pada posisi
ketiga adalah Brasil 301.745 kasus, Kolombia 69.830 dan Peru 49.174.
*(lir/lir)*
Acara Doa Pernikahan di Solo Diserang Massa, Polri: Tak Dibenarkan
Tim detikcom - detikNews
Selasa, 11 Agu 2020 06:24 WIB
4 komentar
<https://news.detik.com/berita/d-5128019/acara-doa-pernikahan-di-solo-diserang-massa-polri-tak-dibenarkan?tag_from=wp_nhl_2#comm1>
SHAREURL telah disalin
<https://news.detik.com/berita/d-5128019/acara-doa-pernikahan-di-solo-diserang-massa-polri-tak-dibenarkan?tag_from=wp_nhl_2>
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Argo Yuwono,Irjen Argo Yuwono (Foto:
dok Polri)
*Jakarta*-
Polri <https://www.detik.com/tag/polri>menegaskan organisasi masyarakat
(ormas <https://www.detik.com/tag/ormas>) tidak boleh melakukan aksi
pembubaran secara sepihak. Polisi meminta masyarakat untuk melibatkan
aparat keamanan jika mendapatkan info yang belum valid.
"Iya nggak dibenarkan (aksi pembubaran sepihak)," kata Kadiv Humas
Polri, Irjen Argo Yuwono saat dihubungi, Senin (10/8/2020).
*Baca juga:*Korban Penyerangan di Solo Ternyata Umar Assegaf, Ayah
Pengantin Perempuan
<https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-5127626/korban-penyerangan-di-solo-ternyata-umar-assegaf-ayah-pengantin-perempuan>
Argo mengimbau masyarakat untuk melaporkan ke polisi jika menemukan
informasi yang belum jelas kebenarannya. Bukan justru melakukan tindakan
secara sepihak.
"Masyarakat bisa menahan diri biar kepolisian yang bertindak melakukan
penyelidikan apabila ditemukan pelanggaran pidana," imbuhnya.
Seperti diketahui, polisi telah menangkap dua orang pelaku berinisial BD
dan HD yang diduga melakukan tindakan penyerangan acara doa pernikahan.
Polisi juga meminta agar pelaku lainnya segera menyerahkan diri atau
akan ditangkap dengan cara tegas.
*Baca juga:*Alasan Polisi Tak Tangkap Penyerang Acara Doa Pernikahan
Solo di TKP
<https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-5127191/alasan-polisi-tak-tangkap-penyerang-acara-doa-pernikahan-solo-di-tkp>
Peristiwa itu terjadi rumah keluarga almarhum Segaf bin Jufri di
Mertodranan, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Sabtu (8/8) sekitar waktu
magrib. Pelaku membubarkan acara doa bersama menjelang pernikahan.
Video penyerangan tersebut beredar di media sosial. Massa yang datang ke
lokasi tampak berteriak-teriak dan melempari peserta acara tersebut.
Memed mengungkap tiga orang menjadi korban terluka akibat dikeroyok
yakni Umar Assegaf (54) dan anaknya, HU (15), serta Husin Abdullah (57).
Mereka ditendang, dipukul dan dilempari batu. Selain itu, beberapa
kendaraan juga dirusak oleh pelaku.
*(maa/idn)*