Sekjen PBB: Berbagai Negara Sedapat Mungkin Kurangi Dampak Covid-19
terhadap Warga Pribumi
2020-08-10 13:04:26
http://indonesian.cri.cn/20200810/b6d329a5-5945-f193-68b2-55f52af0566b.html
Sekjen PBB Antonio Guterres hari Minggu kemarin(9/8) menyatakan,
kehidupan warga pribumi sebanyak 476 juta orang di seluruh dunia
terdampak parah Covid-19, berbagai negara hendaknya menggerakkan
berbagai sumber daya agar mengurangi dampak wabah terhadap warga
pribumi. Kemarin adalah Hari Internasional Warga Pribumi Dunia dengan
tema tahun ini ‘Wabah Covid-19 dan Daya Pulih Warga Pribumi’.
Guterres kemarin dalam pidato virtual menyatakan, sejarah membuktikan,
penyakit dari tempat lain biasanya akan mengakibatkan korban tewas parah
rakyat pribumi yang tak mempunyai daya kekebalan. Berbagai negara
hendaknya menggerakkan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan rwarga
pribumi, mengakui kontribusi mereka dan menghormati hak dan kepentingan
mereka yang tak dapat dirampas. Guterres menunjukkan, sebelum merebaknya
wabah Covid-19, warga pribumi telah menghadapi ketidaksetaraan,
stigmatisasi dan diskriminasi, setelah merebaknya wabah, keterbatasan
syarat medis, air minum bersih dan sarana kesehatan telah memperburuk
keadaan mereka yang rapuh. Warga pribumi terutama melakukan pekerjaan
tradisional dan kegiatan ekonomi yang swasembada, atau bekerja di badan
tak resmi, semua ini terdampak negatif dari wabah.
Guterres menekankan, demi melindungi hak dan kepentingan warga pribumi,
hendaknya menjamin warga pribumi dimasukkan ke dalam rencana tanggapan
wabah Covid-19 dan strategi pemulihan. Sistem PBB akan selalu berupaya
wewujudkan ‘Deklarasi Hak dan Kepentingan Warga Pribumi PBB’, dan
menambah daya pulih warga pribumi.
Jumlah Total Kasus Positif Covid-19 di AS Tembus 5 Juta Orang
2020-08-10 13:03:50
http://indonesian.cri.cn/20200810/cc54f749-b319-2577-e41b-7b76c25a9486.html
Menurut statistik terbaru mengenai Covid-19 yang diumumkan Universitas
Johns Hopkins AS pada hari Minggu kemarin(9/8), jumlah total kasus
positif Covid-19 di AS telah menembus 5 juta orang, dan lebih dari 162
ribu orang telah meninggal.
Ahli epidemiologi AS berpendapat, AS kini berada dalam ‘periode baru’
penanggulangan wabah Covid-19, wabah sedang ‘menyebar super meluas’.
Menurut prediksi model terbaru Institut Evaluasi dan Statistik Kesehatan
Universitas Washington, jumlah kasus kematian akibat Covid-19 di AS
mungkin akan menghampiri 300 ribu pada 1 Desember mendatang.
Lembaga penelitian ilmiah dan perusahaan obat-obatan AS sedang
mengintensifkan litbang vaksin, obat-obatan dan cara pengobatan demi
mengendalikan wabah dengan efektif.
Mengenai kemajuan litbang vaksin Covid-19, Dr. Anthony Fauci, Direktur
Institut Nasional tentang Alergi dan Penyakit Menular yang juga anggota
penting Tim Kerja Gedung Putih untuk Penanggulangan Virus Korona
menyatakan, menurut data eksperimen kepada hewan dan percobaan kepada
tubuh manusia tahap awal, dia bersikap ‘optimis berwaspada’ pada litbang
vaksin Covid-19 yang aman dan berkhasiat pada akhir tahun ini atau awal
tahun depan.
The Hill AS baru-baru ini dalam situs webnya menyatakan, ahli
epidemiologi menganggap pengendalian wabah membutuhkan kemampuan tes
mencapai tingkat jutaan sampel setiap hari, sedangkan pemerintah AS
tidak menyusun strategi negara apapun untuk menanggulangi wabah, juga
tidak meningkatkan kemampuan tes ke level tersebut.