Tiongkok Berlakukan 15 Kebijakan untuk Stabilkan Perdagangan Luar
 Negeri dan Investasi Asing

2020-08-14 11:49:50 http://indonesian.cri.cn/20200814/add7e900-eccc-3351-42e6-5bb331cec8cd.html

Dewan Negara Tiongkok baru-baru ini mengeluarkan 15 regulasi terkait kebijakan fiskal, sektor dan pola baru perdagangan dan perbaikan layanan kepabeanan dalam rangka menstabilkan perdagangan luar negeri serta rantai industri dan pasokan.

Di depan jumpa pers rutin Dewan Negara, Asisten Menteri Perdagangan Tiongkok Ren Hongbin memperkenalkan, kebijakan tersebut bertujuan memperkokoh keyakinan para penyelenggara perdagangan luar negeri, menstabilkan rantai industri dan pasokan, serta penanaman modal asing.

Pandemi Covid-19 memberi pengaruh besar bagi ekonomi seluruh dunia, khususnya masalah ketegangan rantai pasokan yang terjadi pada periode awal ketika wabah merebak, yang sempat memicu kekhawatiran sejumlah negara dan kawasan terhadap rantai industri. Sebagian negara dan daerah kemudian mengeluarkan kebijakan yang mendorong perusahaan-perusahaan yang berbisnis di luar negeri melakukan penyesuaian kembali. Menanggapi hal ini, Direktur Direktorat Pengelolaan Modal Asing Kementrian Perdagangan Tiongkok Zong Changqing menyatakan, Tiongkok tetap adalah destinasi penanaman modal utama bagi kebanyakan perusahaan transnasional.

Data yang diumumkan Kementerian Perdagangan Tiongkok kemarin menunjukkan, modal asing yang dimanfaatkan Tiongkok mulai Januari hingga Juli tahun ini tercatat 535,65 miliar yuan RMB, meningkat 0.5% dibandingkan masa sama tahun lalu. Antara lain, realisasi modal asing pada Juli lalu tercatat 63,47 miliar yuan RMB, meningkat 15,8% dibandingkan Juli tahun 2019, dan 4 bulan berturut-turut merealisasi pertumbuhan positif penyerapan modal asing secara bulanan.

Zong Changqing menyatakan, dasar ekonomi Tiongkok mempunyai dasar yang mantap dan tren membaiknya perekonomian Tiongkok dalam jangka panjang tidak akan berubah, daya tarik pasar super besar Tiongkok tidak akan berubah, keunggulan komprehensif Tiongkok di bidang penunjangan industri, sumber daya manusia serta infrastruktur tidak akan berubah, tujuan Tiongkok untuk terus memperluas keterbukaan dan memperbaiki lingkungan bisnis tidak akan berubah. Sementara itu, kebanyakan perusahaan transnasional yang terus berbisnis di Tiongkok masih memandang positif atas potensi perkembangan Tiongkok. Tiongkok berkeyakinan untuk menstabilkan penanaman modal asing di Tiongkok .


*
*


 Kemenlu: Kue Kemenangan Bersama Tiongkok dengan Negara Lain Makin Lama
 Makin Besar

http://indonesian.cri.cn/20200814/77f7ca64-88fa-87fd-9132-68e07e828b6d.html
2020-08-14 10:22:12

Kemenlu: Kue Menang Bersama Tiongkok dengan Negara Lain Makin Lama Makin Besar_fororder_1125619482_15825341125171n

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian hari Kamis (13/08) di depan jumpa pers rutin menyatakan, Tiongkok akan terus berketetapan hati untuk memperluas keterbukaan, Tiongkok yakin kue kerja sama dan menang bersama dengan negara lain makin lama makin besar.

Dikabarkan, hasil survei tahunan 2020 yang diumumkan Dewan Bisnis AS-Tiongkok (USCBC) pada tanggal 11 Agustus menunjukkan, hampir 705 perusahaan AS yang menerima survei menyatakan optimistik atas prospek bisnis pasar Tiongkok pada lima tahun mendatang, 87% perusahaan AS tidak berencana memindahkan lini produksinya dari Tiongkok.

Menanggapi hal ini, Zhao Lijian menyatakan, hasil survei ini membuktikan lagi kepercayaan teguh masyarakat internasional terhadap pasar, lingkungan bisnis serta pembangunan ekonomi Tiongkok.

Dikatakannya, Tiongkok terus memperluas keterbukaan, dengan aktif mendorong kerja sama perdagangan dengan luar negeri, secara efektif membangkitkan permintaan dunia, dan mendorong perkembangan perdagangan internasional. Banyak perusahaan asing tetap terus memperluas investasi di Tiongkok, proyek besar dengan nilai investasinya melampaui USD 100 juta telah tercatat 320. Sementara itu, banyak lembaga internasional papan atas juga berpandangan optimistik atas prospek perkembangan ekonomi Tiongkok, dan menganggap Tiongkok akan menginjeksi kepercayaan dan daya hidup untuk pemulihan ekonomi dunia.

Zhao Lijian menunjukkan, ekonomi Tiongkok bertahan dalam ujian pandemi Covid-19, telah memperlihatkan ketangguhan yang kuat dan potensi besar. Tiongkok mempunyai pasar luas yang berpopulasi 1,4 miliar jiwa dan sistem Industri yang lengkap. Tiongkok akan membangun platform keterbukaan dan memperbaiki iklim bisnis, kami yakin perkembangan Tiongkok akan menyediakan lebih banyak kesempatan untuk perusahaan-perusahaan luar negeri.


Kirim email ke