Unair Serahkan Vaksin Covid-19 Hasil Uji Klinis Tahap Tiga

Sabtu , 15 Agustus 2020 | 21:31
https://www.sinarharapan.co/kesra/read/21766/unair_serahkan_vaksin_covid_19_hasil_uji_klinis_tahap_tiga

Unair Serahkan Vaksin Covid-19 Hasil Uji Klinis Tahap Tiga
Sumber FotoAntara
Rektor Unair M Nasich menyerahkan vaksin hasil uji klinis
POPULER
Kasus Corona di Indonesia Bertambah Jadi 137.468 <https://www.sinarharapan.co/kesra/read/21759/kasus_corona_di_indonesia_bertambah_jadi_137_468>Unair Serahkan Vaksin Covid-19 Hasil Uji Klinis Tahap Tiga <https://www.sinarharapan.co/kesra/read/21766/unair_serahkan_vaksin_covid_19_hasil_uji_klinis_tahap_tiga>
Listen to this

SURABAYA--Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) menerima hasil uji klinis tahap ketiga vaksin COVID-19 dari Universitas Airlangga (Unair). Dengan selesainya uji klinis tersebut, dalam waktu dekat segera bisa diproduksi dalam skala besar.

"Semakin cepat semakin bagus untuk produksi obat ini. Rencana kami akan eksekusi walaupun kita akan mengajukan permohonan untuk izin" kata Wakil Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) yang juga KASAD Jenderal TNI Andika Perkasa saat menerima hasil uji klinis tahap ketiga vaksin COVID-19 dari Rektor Unair Mohammad Nasih di Mabes TNI AD, Sabtu (15/8).

Andika mengatakan, dalam upaya percepatan produksi maka dalam waktu dekat pihaknya akan mendatangi Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Langkah itu harus ditempuh untuk memastikan izin produksi dapat segera dilakukan. "Kita sudah punya jadwal dalam rangka untuk mempercepat izin edar BPOM RI," ujarnya.

Langkah lain yakni memperinci anggaran yang dibutuhkan dalam produksi. Dia menjelaskan, dalam proses produksi akan dilaksanakan oleh perusahaan obat terbesar yakni Kimia Farma. "Kimia Farma yang akan produksi tergantung ketersediaan anggaran pemerintah," ucapnya.

Sementara itu, Rektor Unair Mohammad Nasih menyebut obat kombinasi tersebut telah melalui uji klinis yang dilakukan sejak Maret sebelum diberikan kepada PCPEN.

Unair telah menguji coba lima kombinasi obat penawar covid-19 kepada sebanyak 700 pasien, sementara BPOM hanya memberi persyaratan uji klinis diuji coba kepada 600 pasien. "Jadi membutuhkan waktu 5 bulan untuk sampai hari ini," ujar Nasih.



Sumber Berita:rri.co.id

Kirim email ke