https://indopos.co.id/read/2020/08/22/248012/setelah-hagia-sophia-gereja-chora-kembali-diubah-jadi-masjid/



<https://i1.wp.com/indopos.co.id/wp-content/uploads/2020/08/tayib-endorgan.jpg?fit=785%2C479&ssl=1>
INTERNASIONAL <https://indopos.co.id/read/category/internasional/>
*Setelah Hagia Sophia, Gereja Chora Kembali Diubah Jadi Masjid*

Editor *Nurhayat*
<https://indopos.co.id/read/author/5a7a8bcb857431517980619-nurhayat-jpeg/>
*Sabtu,
22 Agustus 2020 - 10:48*



*indopos.co.id <http://indopos.co.id>* – Presiden Turki Tayyip Erdogan pada
Jumat kembali mengubah gereja Chora bersejarah, salah satu bangunan
Kekaisaran Bizantium yang paling terkenal di Istanbul, menjadi sebuah
masjid, sebulan setelah Hagia Sophia berubah menjadi tempat ibadah umat
Muslim.

Gereja Juru selamat Kudus pada abad pertengahan di Chora itu dibangun di
dekat tembok Konstatinopel dan dihiasi mozaik serta lukisan dinding
Bizantium abad ke-14, yang memperlihatkan bagian dari kisah alkitab.

Hiasan itu ditutup setelah kota tersebut ditaklukkan oleh Muslim Ottoman
pada 1453, namun disingkap kembali ketika, seperti Hagia Sophia, bangunan
tersebut diubah menjadi sebuah museum oleh republik sekular Turki lebih
dari 70 tahun yang lalu.

Erdogan, yang Partai AK pimpinannya telah mengakar dalam politik Islam,
memposisikan dirinya sebagai pemimpin Muslim Turki yang taat. Pada bulan
lalu, ia membaur dengan puluhan ribu jamaah lainnya dalam melaksanakan
salat Jumat pertama di Hagia Sohia selama 86 tahun.

Langkah Erdogan menuai kecaman keras dari para pemimpin gereja dan sejumlah
negara Barat, yang menyebutkan bahwa mengalih fungsikan Hagia Sophia secara
eksklusif bagi umat Muslim berisiko memperparah perpecahan agama.

Tahun lalu pengadilan Turki membatalkan keputusan pemerintah tahun 1945
yang mengubah Chora, yang dikenal sebagai Kariye dalam bahasa Turki,
menjadi sebuah museum yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan.

Pada Jumat, sebuah dekret yang ditandatangani oleh Erdogan dan dipublikasi
di surat kabar resmi Turki menyatakan “manajemen Masjid Kariye dialihkan ke
Direktorat Urusan Agama, dan (masjid itu) terbuka untuk beribadah.”

Sebuah gereja pertama kali dibangun di situs tersebut pada abad ke-4, namun
sebagian besar bangunan yang ada berasal dari gereja abad ke-11, yang
sebagian dibangun kembali 200 tahun kemudian pascagempa.

Dekret Erdogan pada Jumat tidak menyebutkan kapan salat pertama akan
digelar di Chora, atau perubahan apa yang akan dilakukan untuk karya seni
Kristen di tempat tersebut.

Di Hagia Sophia, tirai panjang menjuntai di depan sebuah gambar yang
menghadap para jemaat. (ant/yay)

Kirim email ke