Kemenlu Tiongkok Tanggapi Perkataan Trump mengenai Pelepasan Kaitan AS
 dengan Tiongkok

http://indonesian.cri.cn/20200825/5c9646fd-bce6-50aa-2f3b-742a63139c55.html
2020-08-25 11:19:40

Menanggapi perkataan Presiden AS Donald Trump bahwa jika Tiongkok tidak dengan tepat memperlakukan AS di sejumlah bidang, dia akan memutuskan hubungan AS-Tiongkok, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian hari Senin (24/08) menyatakan pemikiran tersebut sama sekali salah dan pasti akan merugikan kepentingan perusahaan dan rakyatnya sendiri.

Zhao Lijian menyatakan, selama 40 tahun lebih sejak penggalangan hubungan diplomatik Tiongkok-AS, meskipun hubungan kedua negara pernah pengalami banyak kesulitan, namun kedua pihak selalu bertolak dari situasi keseluruhan, mengontrol kontradiksi dan perselisihan, dengan layak menyelesaikan masalah sensitif, sehingga hubungan Tiongkok-AS pada pokoknya mengalami perkembangan yang stabil.

Dikatakannya, kerja sama Tiongkok-AS adalah saling menguntungkan, bukan hanya menguntungkan sepihak. Sejak penggalangan hubungan diplomatik kedua negara, kerja sama yang pragmatis kedua pihak di berbagai bidang terus memperluas, memberi manfaat besar bagi kedua negara dan rakyat kedua negara. AS juga mendapat manfaat dari kerja sama ini.

Zhao Lijian menekankan, perkembangan Tiongkok dan AS bukan hubungan yang bersifat eksklusif. Kedua pihak tidak perlu saling mengesampingkan pihak lain, malah dapat saling membantu dan saling menguntungkan. Tiongkok dan AS hendaknya mendorong perkembangan hubungan bilateral dengan kerja sama ketimbang pemutusan hubungan antara satu sama lain, dan memikul tanggung jawab dan kewajiban semestinya untuk dunia.



 Wang Yi: Memaksa Pelepasan Tiongkok-AS Akhirnya Rugikan Diri Sendiri

http://indonesian.cri.cn/20200825/7a193cfb-eb26-46bd-d80f-4d06ff01dcae.html
2020-08-25 11:13:21

Wang Yi: Memaksa Pelepasan Tiongkok-AS Akhirnya Rugikan Diri Sendiri_fororder_wangyi

Hari Senin kemarin (24/8), Anggota Dewan Negara merangkap Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi mengadakan jumpa pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Hungaria Szijjarto Perte seusai pembicaraannya di Beihai, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, Tiongkok. Ada wartawan bertanya, baru-baru ini AS mengambil semakin banyak tindakan penindasan atas perusahaan Tiongkok, dan menyebut “pelepasan keseluruhan” Tiongkok-AS tetap adalah opsi kebijakan.

Wang Yi menyatakan, apa yang disebut “pelepasan keseluruhan” tidak hanya tidak dapat diberlakukan, tapi juga tidak rasional. Jika hanya main intrik politik atas hal tersebut, itu tentunya adalah jalan buntu yang tidak hanya mengesampingkan kebutuhan pembangunan dirinya sendiri, tapi juga merugikan kesejahteraan rakyat. Dalam era globalisasi, berbagai negara dapat mengembangkan keunggulan komparatif dalam pembagian unsur produksi secara global, agar meraih perkembangan lebih cepat. Sama persis dengan apa yang ditunjukkan oleh Presiden Xi Jinping bahwa, ekonomi dunia sudah bergabung menjadi laut, tak mungkin kembali menjadi beberapa danau yang isolasi. Pengintegrasian ekonomi berbagai negara adalah hasil yang wajar dalam proses diperdalamnya diferensiasi internasional. Memaksa pemutusan kerja sama yang sudah ada antar negara, sepenuhnya melanggar tata hukum ekonomi pasar, dan melanggar keinginan mandiri perusahaan, pasti akan berperan seperti “bumerang” yang pada akhirnya akan merugikan dirinya sendiri. Sejarah selama 40 tahun lebih sejak penggalangan hubungan diplomatik Tiongkok-AS telah membuktikan bahwa, demi memelihara dan menambah kesejahteraan rakyat kedua negara, kedua negara hendaknya meningkatkan saling melengkapi bukan pelepasan dan pemutusan, hendaknya berintegrasi bukan berisolasi, hendaknya melakukan kerja sama dan menang bersama, bukan berkonfrontasi.

Kirim email ke