http://tabaos.id/mengapa-rakyat-papua-selalu-minta-penentuan-nasib-sendiri-ini-alasannya/


Mengapa Rakyat Papua Selalu Minta Penentuan Nasib Sendiri ? Ini Alasannya
By
 Redaksi <http://tabaos.id/author/redaksi/>
 -
07/09/2019
0
<http://tabaos.id/mengapa-rakyat-papua-selalu-minta-penentuan-nasib-sendiri-ini-alasannya/#respond>
705

<https://twitter.com/intent/tweet?text=Mengapa+Rakyat+Papua+Selalu+Minta+Penentuan+Nasib+Sendiri+%3F+Ini+Alasannya&url=http%3A%2F%2Ftabaos.id%2Fmengapa-rakyat-papua-selalu-minta-penentuan-nasib-sendiri-ini-alasannya%2F&via=Tabaos.id>
<https://plus.google.com/share?url=http://tabaos.id/mengapa-rakyat-papua-selalu-minta-penentuan-nasib-sendiri-ini-alasannya/>
<https://i0.wp.com/tabaos.id/wp-content/uploads/AKSI-AMP.jpg?fit=800%2C493>

*Oleh: Marius Goo*

*TABAOS.ID <http://TABAOS.ID>,- **Rakyat* Papua telah merasa dan menilai
bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melakukan pembohongan
[penipuan], bahkan manipulasi dan rekayasa politik sejak tahun 1962 melalui
Perjanjian New York Agreement dan Penentuan Pendapat Rakyat [Pepera] tahun
1969. Itulah yang menjadi bukti bahwa negara memang menipu rakyat Papua.

Rakyat Papua tidak menerima semua keputusan atau perjanjian yang dilakukan
karena merasa dirugikan. Rakyat Papua menjadi korban ketidakadilan politik
dari negara adi-kuasa yakni Amerika, Belanda dan Indonesia. Semua
perjanjian dan kesepakatan dilakukan hanya demi meraup kekayaan alam Papua,
sekaligus merugikan rakyat Papua.

Rakyat Papua dari tahun ke tahun sejak Perjanjian  New York Agreement 1962
hingga diperlakukan tidak adil dengan aneka stigma, intimidasi dan
kekerasan lainnya.

Ketidakadilan terhadap rakyat Papua hampir di semua segi kehidupan, membuat
rakyat Papua bingung akan masa depan dalam bingkai NKRI. Banyak pertanyaan
yang dimunculkan masa depan Papua dalam bingkai NKRI dengan melihat
realitas yang dialami bertahun-tahun.

Aksi protes rakyat Papua terhadap Ormas Reaksioner dan militer gabungan
TNI/POLRI di Surabaya merupakan ungkapan kekecewaan rakyat Papua berada
bersama NKRI. Apalagi hukum dan keadilan hanya berlaku bagi yang korban dan
pelaku dibiarkan tanpa efek jerah.

Sejauh mana para pelaku rasis dan intimidasi terhadap mahasiswa Papua
diadili? Sebaliknya yang dipersalahkan adalah rakyat Papua yang juga adalah
korban ketidakadilan.

Mahasiswa Papua di Asrama Surabaya dituduh namun tidak menemukan kebenaran
atas tuduhan, lalu diisukan beberapa bukti tidak valid untuk pembenaran
aksi rasis dan intimidasi atas mahasiswa Papua. Diisukan bahwa militer
menemukan bom dalam asrama Papua di Surabaya, bahwa polisi masuk dalam
asrama untuk mengamankan mahasiswa Papua, bahwa ujaran monyet dilontarkan
kepada mahasiswa sebagai pembalasan makian dari mahasiswa. Semua ini tidak
dinilai pembenaran atas kekerasan yang dialami oleh mahasiswa di sana.
Baca Juga  Peringati 58 Tahun Perjanjian New York, Ini 20 Tuntutan
Mahasiswa Papua, Salah Satunya Penentuan Nasib Sendiri
<http://tabaos.id/peringati-58-tahun-perjanjian-new-york-ini-20-tuntutan-mahasiswa-papua-salah-satunya-penentuan-nasib-sendiri/>

Aksi-aksi protes rakyat Papua bukan saja karena rasis monyet namun karena
orang Papua merasa dirugikan berkali-kali dan merasa bukan bagian dari
NKRI. Karenanya, rakyat Papua meminta Penentuan Nasib Sendiri.

Alasan rakyat Papua meminta penentuan nasib sendiri pertama dan utama
karena rakyat Papua terus dirugikan, selanjutnya karena rakyat Papua merasa
tidak ada masa depan dalam NKRI. Rakyat Papua meminta Penentuan Nasib
Sendiri untuk mewujudkan Negara Indonesia sebagai Negara Demokrasi, demi
meluruskan sejarah yang dinilai penuh manipulasi dan cacat, baik hukum juga
HAM terhadap rakyat Papua.

*Penulis adalah mahasiswa pascasarjana SekolahTinggi Filsafat Teologi
(STFT) Widya Sasana Malang, Jawa Timur.*

Kirim email ke