Pertemuan Menteri Ekonomi dan Perdagangan Tiongkok-ASEAN Berupaya
Dorong Pemulihan Ekonomi
http://indonesian.cri.cn/20200829/7a9a76a6-26fd-c9e0-3ab9-f3d41ee0e72e.html
2020-08-29 14:35:42
Pertemuan ke-19 Menteri Ekonomi dan Perdagangan Tiongkok-ASEAN (10+1)
hari Kamis lalu (27/8) diadakan secara virtual. Kedua pihak menyatakan
akan bergandengan tangan untuk mendorong perdagangan dan investasi dalam
rangka mewujudkan pemulihan ekonomi.
Menurut deklarasi bersama seusai pertemuan itu, para menteri menyatakan
sambutan atas pertumbuhan kuat perdagangan dan investasi antara Tiongkok
dan ASEAN selama wabah Covid-19, menganggap itu telah memperlihatkan
ketangguhan dan potensi besar kerja sama ekonomi dan dagang bilateral.
Sejak tahun 2009, Tiongkok selalu merupakan mitra dagang terbesar bagi
ASEAN. Menurut statistik pihak Tiongkok, pada paro pertama tahun ini,
ASEAN untuk pertama kalinya menjadi mitra dagang terbesar bagi Tiongkok.
Para menteri menegaskan kembali, menghadapi dampak negatif wabah
Covid-19, adalah sangat penting Tiongkok dan ASEAN meningkatkan kerja
sama untuk mendorong perdagangan dan investasi serta mewujudkan
pemulihan ekonomi. Para menteri berpendapat, deklarasi bersama kali ini
telah menyampaikan sinyal positif untuk menggunakan RCEP guna memajukan
perdagangan dan investasi, memelihara rantai pasokan global dan
regional, mengurangi dampak wabah kepada ekonomi serta membangun zona
ekonomi yang semakin kuat.
Para menteri berpendapat, sistem perdagangan multilateral yang
berdasarkan peraturan itu memainkan peranan penting dalam mendorong
pemulihan ekonomi era pasca wabah, dan menegaskan kembali penerapan
aturan internasional yang ada sekarang ini serta dukungan kepada
reformasi WTO, dalam rangka menjaga lingkungan investasi dan perdagangan
yang bebas, terbuka, non-distriminatif, transparan dan dapat diprediksi.
Para menteri menganggap tahun 2020 adalah genap 10 perampungan CAEXPO,
juga merupakan tahun yang berarti tonggak sejarah dalam hubungan ekonomi
Tiongkok-ASEAN. Hubungan perdagangan kedua pihak diharapkan terus
diperdalam.
Pertemuan Menteri Ekonomi dan Perdagangan 10+1
Sampaikan Sinyal Positif kepada Investasi Tiongkok-Indonesia
2020-08-29 16:24:18
http://indonesian.cri.cn/20200829/c721be7a-2c1a-43bd-db44-e06ad51d8a4f.html
Pertemuan Menteri Ekonomi dan Perdagangan 10+1 Sampaikan Sinyal Positif
kepada Investasi Tiongkok-Indonesia_fororder_评论2020082901
Pertemuan ke-19 Menteri Ekonomi dan Perdagangan Tiongkok-ASEAN (10+1)
yang diadakan secara virtual pada hari Kamis lalu (27/8) telah
menyampaikan sinyal positif kepada dunia. Kedua pihak menyatakan akan
bergandengan tangan untuk mendorong perdagangan dan investasi dalam
rangka mewujudkan pemulihan ekonomi.
Tahun-tahun belakangan ini, Tiongkok dan ASEAN selalu memelihara kontak
ekonomi dan dagang yang erat. Sejak tahun 2009, Tiongkok selalu adalah
mitra dagang terbesar bagi ASEAN. Tahun ini ada kabar baik lagi. Menurut
statistik Tiongkok, pada paro pertama tahun ini, ASEAN untuk pertama
kalinya menjadi mitra dagang terbesar bagi Tiongkok. Dalam kurun waktu
itu, Tiongkok, Indonesia dan negara-negara lain sedang dihantui oleh
wabah Covid-19, penanggulangan wabah dan pengembangan ekonomi merupakan
tugas titik berat seketika itu. Dalam keadaan ini, hubungan erat
Tiongkok-ASEAN di bidang ekonomi dan dagang pasti merupakan sinyal
positif bagi berbagai pihak. Menurut deklarasi bersama seusai pertemuan
menteri ekonomi 10+1 tersebut, para menteri menyatakan sambutan atas
pertumbuhan kuat perdagangan dan investasi antara Tiongkok dan ASEAN
selama wabah Covid-19, menganggap itu telah memperlihatkan ketangguhan
dan potensi besar kerja sama ekonomi dan dagang bilateral. Para menteri
menegaskan kembali, menghadapi dampak negatif wabah Covid-19, adalah
sangat penting Tiongkok dan ASEAN meningkatkan kerja sama untuk
mendorong perdagangan dan investasi serta mewujudkan pemulihan ekonomi.
Pertemuan Menteri Ekonomi dan Perdagangan 10+1 Sampaikan Sinyal Positif
kepada Investasi Tiongkok-Indonesia_fororder_评论2020082903
Tiongkok menjadi mitra dagang pertama bagi Indonesia dalam beberapa
tahun beruntun. Menurut informasi dari situsweb Kemendag Tiongkok, tahun
lalu, volume perdagangan Tiongkok-Indonesia tercatat 79,7 miliar USD,
meningkat 3,1 persen dibandingkan tahun 2018. Sementara itu, Tiongkok
merupakan negeri sumber investasi kedua terbesar bagi Indonesia. Tahun
lalu, nilai kontrak proyek baru perusahaan Tiongkok di Indonesia
mencapai 14,08 miliar USD, meningkat 23,5 persen, sedangkan volume riil
yang sudah diselesaikan senilai 8,71 miliar USD, meningkat 42,8 persen.
Pertemuan Menteri Ekonomi dan Perdagangan 10+1 Sampaikan Sinyal Positif
kepada Investasi Tiongkok-Indonesia_fororder_评论2020082904
Betapa eratnya hubungan kedua negara? Ketika wabah Covid-19 baru
merebak, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyimpulkan ada lima
potensi dampak ekonomi Indonesia akibat virus corona. Satu dari lima
dampak itu yaitu penurunan pertumbuhan ekonomi Tiongkok. “Apabila mereka
melemah 1 persen, itu pengaruhnya ke Indonesia akan mengalami penurunan
0,3 sampai 0,6 persen,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers di Kantor
Kemenkeu, Jakarta, Rabu, 19 Februari 2020. Untuk itu, Sri Mulyani
menyebut jika ekonomi Tiongkok sampai anjlok ke angka 5 persen, maka
dampaknya ke Indonesia akan sangat signifikan. Ekonomi Indonesia bisa
terjun dari 5,02 persen ke angka 4,42 persen.
Meski situasi wabah global amat serius, investasi Tiongkok di Indonesia
tetap terus ada kabar baik. Pada tanggal 15 Agustus, 2 girder di jalur
penting Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung sukses disambungkan. Pada
tanggal 20 Agustus, satuan generator nomor 2 proyek nomor 7 Guohua Power
CHN Energy di Jawa itu berhasil bergabung dalam jaringan listrik
Jawa-Bali. Selain itu, proyek periode III jalur cepat Bandung yang
dibangun oleh Grup CRBC Tiongkok itu berupaya beroperasi bersamaan
menanggulangi wabah Covid-19.
Pertemuan Menteri Ekonomi dan Perdagangan 10+1 Sampaikan Sinyal Positif
kepada Investasi Tiongkok-Indonesia_fororder_评论2020082902
Gerbang investasi terbuka untuk kedua pihak. Di depan temu wicara ahli
bidang ekonomi dan sosial pada tanggal 24 Agustus, Presiden Tiongkok Xi
Jinping menegaskan kembali ketulusan Tiongkok untuk terus memajukan
keterbukaan pada level tinggi. Sinyal positif dari Pertemuan ke-19
Menteri Ekonomi dan Perdagangan Tiongkok-ASEAN (10+1) juga meningkatkan
keyakinan kedua pihak. Dengan upaya bersama Tiongkok-ASEAN serta
Tiongkok-Indonesia, kedua pihak Tiongkok dan Indonesia pasti dapat
bersama mengalahkan wabah, mendorong investasi dan perdagangan, dan
mewujudkan pemulihan ekonomi.