Dunia Optimis Akan Rehabilitasi Ekonomi Tiongkok

http://indonesian.cri.cn/20200830/d34e9cef-da41-19aa-7a6e-91d28727369c.html
2020-08-30 15:42:03

Perekonomian Tiongkok sukses lolos dari ujian wabah Covid-19 dan saat ini memperlihatkan keuletan dan daya potensi yang besar. Menurut satu jajak pendapat yang dilakukan media Amerika, banyak tokoh-tokoh bisnis dunia optimis akan prospek ekonomi Tiongkok dan berpendapat ekonomi Tiongkok bakal mencapai pertumbuhan yang stabil.

Menurut hasil survei triwulan ke-3 yang diumumkan Dewan CFO Global  CNBC Amerika, para CFO dunia lebih optimis pada ekonomi Tiongkok dari pada ekonomi AS.

Pada triwulan ke-3, peringkat ekonomi terhadap Tiongkok, kawasan negara-negara Asia dan zone Euro ditingkatkan Dewan CFO Global ke “stabil” dari pada “menurun sedikit”sebelumnya, sedang peringkat terhadap ekonomi AS ditetapkan sebagai “menurun layak” untuk dua triwulan terakhir ini.

Sementara itu, Lembaga pemeringkat internasional  Moody's juga meningkatkan prediksi pertumbuhan ekonomi Tiongkok pada 2020.



 “Keterlepasan” adalah “Racun” Politikus AS kepada Perusahaan AS

http://indonesian.cri.cn/20200830/f75bf3ec-2120-e38a-522c-1c812d2cb17f.html
2020-08-30 15:25:18

“Keterlepasan” adalah “Pil Racun” Politikus AS kepada Perusahaan AS_fororder_jingji1

Pemimpin AS dalam wawancara baru-baru ini sekali lagi berbicara tentang teori “keterlepasan” dengan Tiongkok, dan menyebut AS “tidak mesti berbisnis dengan Tiongkok”. Selama beberapa bulan ini, narasi serupa yang terus-menerus dilontarkan politikus AS dianggap sebagai sandiwara politik yang dimainkan mereka jelang pemilu tahun ini.

Melarang perusahaan AS berbisnis dengan Tiongkok?  Narasi ini  bagaikan “racun” yang juga diblokir perusahaan AS.

Sejalan dengan globalisasi ekonomi saat ini, tiada satu negara bisa berkembang baik secara terisolasi, khususnya pada era pasca pandemi, tiap negara sedang berupaya memulihkan produksi, menghidupkan normalisasi ekonomi dan memelihara kestabilan mata rantai produksi masing-masing, dalam proses itu negara-negara dunia lebih-lebih membutuhkan bahu membahu dan bergotong royong ,baru bisa mewujudkan tujuannya.

“Keterlepasan” adalah “Pil Racun” Politikus AS kepada Perusahaan AS_fororder_jingji2

Tentu saja perusahaan-perusahaan AS tidak mau mundur diri dari Tiongkok karena tertarik pasar Tiongkok yang besar. Selama 40 tahun pembukaan hubungan diplomatik antar Tiongkok dan AS, pembangunan kerja sama ekonomi perdagangan, sosial budaya dan iptek antar kedua negara bersifat saling menguntungkan dan juga mendatangkan kesejahteraan besar kepada kedua negara beserta rakyatnya, tapi bukan  siapa yang rugi atau siapa yang untung secara sepihak.

Politikus AS yang kecanduan sandiwara politik disarankan mendengarkan pendapat rasional kalangan bisnisnya, segera berhenti mengobarkan “keterlepasan”, berhenti merugikan kepentingan perusahaan-perusahaan AS, segera melakukan kebijakan yang bertanggung jawab agar ekonomi AS secepatnya rehabilitasi dari dampak pandemic.


Kirim email ke