Wang Yi: AS Berdiri Di Sisi Sejarah Yang Salah

http://indonesian.cri.cn/20200831/b2e5c533-86d2-ea31-8f7e-e116fff142c9.html
2020-08-31 15:35:23

Anggota Dewan Negara merangkap Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi kemarin di Institut Hubungan Internasional Perancis menyampaikan pidato dan menjawab pertanyaan para hadirin.

Presiden Institut Hubungan Internasional Perancis Thierry De Montbrial bertanya, AS tidak ingin menerima kemungkinan kehilangan kedudukan dominan di dunia, biar pun siapa yang terpilih dalam pilpres mendatang, sikap AS tidak akan berubah. Sedangkan Tiongkok, Perancis dan UE semuanya mendukung multilateralisme, bagaimana pendapat anda mengenai penghindaran perang dingin yang baru antara Tiongkok dan AS?

Wang Yi menyatakan, pandangan Tiongkok adalah jelas, yaitu berbagai negara adalah anggota yang setara dalam komunitas internasional, semua negara mempunyai hak perkembangan dirinya sendiri. AS lebih dulu menjadi maju, kami mengucapkan selamat kepadanya. Sementara itu, Tiongkok juga mempunyai hak perkembangan sendiri, rakyat Tiongkok juga mempunyai hak untuk mempunyai kehidupan yang sejahtera, juga termasuk negara-negara yang baru bangkit dan negara-negara berkembang serta saudara-saudari di benua Afrika. Permintaan ini adalah adil dan rasional.

Wang Yi mengatakan, oleh karena itu, Tiongkok selalu berpendapat dan yakin bahwa dunia ini akan menempuh jalan multi-polarisasi, maka hubungan internasional juga harus mewujudkan demokratisasi. Dunia yang sehat dan stabil tidak boleh didominasi oleh satu atau dua negara. Kesetaraan kedaulatan negara adalah prinsip pokok Piagam PBB. Sebagai negara super besar, AS harus mengambil sikap lebih inklusif memperlakukan perkembangan negara lain, harus lebih menyadari rakyat negara lain seperti rakyat AS juga berhak menempuh kehidupan sejahtera. Jika rakyat seluruh dunia sebanyak 7 miliar orang dapat menempuh jalan modernisasi, ini adalah kemajuan terbesar umat manusia. AS mungkin tidak ingin melepaskan kedudukan dominasi, tapi roda sejarah akan terus menggelinding dan tak terbendungi. Kami yakin bahwa masa di mana umat manusia berkembang bersama pasti akan tiba, Tiongkok tidak ingin terlibat dalam Perang Dingin baru dengan siapa pun. Perang Dingin juga tidak mungkin terjadi pada era globalisasi, dunia tidak mungkin dibagi menjadi tiga atau dua kubu. Negara-negara di dunia telah berpadu dan berintegrasi, menjadi komunitas dengan kepentingannya yang sama, dan akan bersama-sama membangun komunitas senasib sepenanggungan yang diajukan Presiden Xi Jinping.

Wang Yi menyatakan, mengenai hubungan Tiongkok-AS, saya mau berbicara tiga butir pendapat. Pertama, perselisihan atau kontradiksi antara Tiongkok dan AS bukan perebutan kekuasaan atau kedudukan, juga bukan persengketaan sistem sosial, melainkan pertarungan antara multilateralisme dan unilateralisme, sekaligus pertarungan antara kerja sama dan menang bersama dengan zero-sum game. Ini adalah hakikat masalah yang dihadapi hubungan Tiongkok-AS. Saya yakin berbagai negara telah jelas bahwa AS sedang berada pada sisi sejarah yang salah.

Kedua, kebijakan diplomatik AS sekarang hanya sarat akan sanksi unilateral dan fitnahan. Menghadapi kecaman tak beralasan, Tiongkok harus menguraikan fakta kepada dunia, dan wajib memberikan tanggapan yang seperlunya. Sebagai negara independen, Tiongkok memiliki hak untuk melakukan hal seperti ini. Kami tidak hanya memelihara kepentingan dan kehormatan nasional, tapi juga memelihara patokan pokok hubungan internasional.

Ketiga, dialog antara Tiongkok dan AS selalu terbuka. Kami bersedia bertukar pendapat dengan pihak AS mengenai masalah yang diperhatikan kedua pihak secara mendalam dan pada waktu kapan pun. Kami yakin, pasti ada orang yang dapat berkomunikasi di AS, dan kedua pihak masih dapat mencapai kesepahaman. Tiongkok juga menyambut negara-negara Eropa termasuk Perancis untuk memainkan peranan konstruktif demi meredakan ketegangan hubungan Tiongkok-AS. Tiongkok senang melihat Eropa mempertahankan kemandirian strategis dan memberi kestabilan untuk dunia ini yang penuh dengan ketidakpastian.

Kirim email ke