Wang Yi: Bersama-sama Pelihara Arus Perkembangan Manusia Secara Damai
2020-09-01 15:41:44
Wang Yi: Bersama Pelihara Arus Perkembangan Manusia Secara Damai_fororder_wy
Pada tanggal 30 Agustus lalu di Institut Hubungan Internasional
Perancis, Penasihat Negara merangkap Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang
Yi menyampaikan pidato yang berjudul “Bersatu padu dan Kerja Sama,
Terbuka dan Inklusif, Bersama-sama Pelihara Arus Perkembangan Manusia
secara Damai”.
Thierry De Montbtial yang terhormat.
Para tamu dan teman,
Dengan gembira sekali lagi berkunjung di Eropa. Dalam waktu separo tahun
lalu, wabah virus corona tiba-tiba merebak di seluruh dunia. Wabah
adalah cermin, mencerminkan citra dunia yang rumit, tidak saja ada arus
hangat seperti Tiongkok dan Eropa yang bekerja sama, saling mendukung
dan saling membantu, tapi juga ada arus yang berlawanan seperti
menimpakan kesalahan kepada negara lain dan melakukan penindasan secara
unilateral. Dibandingkan virus corona, yang lebih menakutkan adalah
“virus politik” yang membakar kebencian dan konfrontasi. Mempolitikkan
wabah, menstigmatisasi dengan wabah, ini tidak saja tidak dapat
menyelesaikan masalah dirinya sendiri, tapi juga merusak dengan serius
persatuan dan kerja sama komunitas internasional.
Di dalam darah bangsa Tionghoa, tidak pernah ada gen agresi. Tiongkok
dalam sejarah yang panjang adalah salah satu negara terkuat di dunia,
tapi tidak pernah mengupayakan ekspansi atau pun hegemoni di dunia.
Peradaban Tionghoa menghargai perdamaian, keharmonisan, dan mengupayakan
kerukunan dan persahabatan dengan negara-negara lainnya.
Wang Yi: Bersama Pelihara Arus Perkembangan Manusia Secara
Damai_fororder_wy2
Teman-teman,
Tiongkok selalu adalah pembangun perdamaian dunia, terus menginjeksi
energi positif terhadap situasi internasional. Pada awal berdirinya RRT,
Tiongkok telah menetapkan kebijakan politik yang damai dan merdeka, dan
mencantum pemeliharaan perdamaian dunia ke dalam konstitusi pertama,
Tiongkok merupakan negara pertama yang memberi janjian resmi ini.
Sekarang Tiongkok telah menjadi negara kontributor dana terbanyak kedua
untuk iuran PBB dan pemeliharaan perdamaian, juga adalah negara yang
mengirim petugas pemeliharaan perdamaian paling banyak dalam 5 anggota
tetap Dewan Keamanan PBB. Tiongkok berpartisipasi dalam banyak
penyelesaian masalah besar internasional dan regional.
Tiongkok selalu adalah penjaga ketertiban internasional, terus menambah
faktor stabil untuk sistem pembenahan global. Tiongkok telah bergabung
dalam semua organisasi internasional antar pemerintah dan 500 lebih
konvensi internasional, dengan aktif mengikuti reformasi dan pembangunan
sistem pembenahan global, dengan tegas memelihara sistem internasional
yang berintikan dengan PBB, memelihara ketertiban internasional yang
berdasarkan hukum internasional, serta memelihara mekanisme perdagangan
multilateral yang diwakili WTO.
Tiongkok selalu giat mendorong globalisasi dan memberikan sumbangannya
demi perwujudan dunia yang terbuka. Tiongkok selalu terbuka kepada dunia
luar dengan tingkat keterbukaannya selalu berada di barisan depan dunia.
Terhitung hingga 2019, tarif atau bea masuk Tiongkok secara keseluruhan
diturunkan hingga di bawah 7,5 persen, atau lebih rendah dibanding
mayoritas negara lainnya. Tiongkok terus memperluas akses pasar, dan
menjadi salah satu ekonomi dengan perbaikan kemudahan berusaha yang
terbesar di dunia selama dua tahun berturut-turut. Tiongkok adalah mitra
perdagangan terbesar bagi 130 negara dan daerah, sekaligus salah satu
pasar terpenting bagi perusahaan transnasional mancanegara.
Pada 7 tahun yang lalu, Presiden Xi Jinping mengajukan inisiatif Sabuk
dan Jlan dengan mengikuti situasi baru perkembangan globalisasi. Selama
7 tahun terakhir, Tiongkok telah menandatangani dokumen kerja sama
dengan 138 negara terkait pembangunan Sabuk dan Jalan. Volume
perdagangan barang dengan para mitra kerja sama menembus 7,8 triliun
dolar AS, dengan investasi langsung sebesar 110 miliar dolar AS,
sehingga dengan kuat mendorong perkembangan ekonomi dan sosial berbagai
negara. Pada paro pertama tahun ini, investasi Tiongkok di negara-negara
kerja sama Sabuk dan Jalan meningkat 19,4 persen. Pemberangkatan kereta
api ekspres Tiongkok-Eropa sebanyak 5.222 perjalanan, atau meningkat 36
persen.
Tiongkok selalu merupakan penyumbang bagi pembangunan dunia, dan telah
menyediakan tenaga penggerak yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi global.
Sejak reformasi dan keterbukaan, Tiongkok menjadi salah satu negara
dengan laju pertumbuhannya paling cepat di dunia. Tingkat kontribusinya
terhadap pertumbuhan ekonomi dunia menembus 30 persen selama belasan
tahun berturut-turut. Usaha pengentasan kemiskinan Tiongkok memberikan
andil sebesar 70 persen terhadap pengurangan kemiskinan global. Baik
pada masa krisis moneter Asia pada 1997 maupun krisis moneter
internasional pada 2008, Tiongkok dengan kebijakan moneter yang mantap
dan fondasi ekonomi yang kokoh telah memberikan peranan pendorong bagi
pemulihan ekonomi kawasan maupun dunia.
Menghadapi pandemi COVID-19, Tiongkok melancarkan aksi kemanusiaan
darurat terbesar sepanjang sejarah Tiongkok untuk memberikan bantuan
medis darurat kepada 150 negara dan organisasi internasional,
menyelenggarakan telekonferensi untuk membagi pengalaman perlawanan
pandemi dengan 180 lebih negara, dan mengirim 33 tim medis ke 31 negara
atas permintaan.
Para sahabat,
Pandemi Covid-19 telah memberi dampak serius pada ekonomi Tiongkok,
tetapi praktek telah membuktikan bahwa Tiongkok tetap berdiri dengan
tegap dan tegar menghadapi dampak pandemi dan mempertunjukkan momentum
pemulihan ekonomi yang kuat, keuletan dan potensi yang kuat. Pada
kuartal kedua, ekonomi Tiongkok telah berhenti jatuh dan kembali pulih
dengan penumbuhan sebesar 3,2%, menjadi negara pertama di dunia yang
memulihkan pertumbuhan ekonomi. Menurut prediksi Dana Moneter
Internasional (IMF), Tiongkok akan menjadi salah satu dari sedikit
negara yang akan mempertahankan pertumbuhan positif pada tahun 2020.
Belakangan ini, sebuah survei menunjukkan bahwa 99,1% perusahaan asing
akan terus berinvestasi dan beroperasi di Tiongkok, 89% perusahaan UE
tidak akan mempertimbangkan untuk menarik rantai industri dari Tiongkok,
dan Tiongkok masih menjadi salah satu dari tiga tempat tujuan investasi
bagi mayoritas perusahaan Eropa. Ini adalah “suara kepercayaan” yang
diberikan dunia untuk perkembangan Tiongkok.
Tiongkok akan terus mematuhi pembangunan damai, pembangunan terbuka,
pembangunan kooperatif, pembangunan yang saling menguntungkan dan
pembangunan inklusif.
Sahabat-sahabat,
Belakangan ini, di dunia muncul lagi sebuah kekuatan yang ingin
menegakkan “tirai besi” baru di dunia, dengan tujuan melancarkan “perang
dingin” putaran baru. Hubungan Tiongkok-AS dewasa ini menghadapi situasi
serius sejak penggalangan hubungan diplomatik, situasi terjadi karena
sejumlah kelompok ekstremis di AS bersikeras memandang Tiongkok sebagai
lawan utamanya, dengan sekuat tenaga membendung proses pembangunan
Tiongkok. Mereka sengaja menghasut kontradiksi ideologi di arena
internasional, secara terbuka mengancam negara lain memihak, berupaya
melibatkan hubungan Tiongkok-AS ke dalam perlawanan dan konfrontasi,
sehingga berbagai negara terpaksa terlibat dalam persaingan negara
besar, dunia ini kini terjerumus ke dalam kegoncangan dan pemisahan.
Berdiri di persimpangan perkembangan umat manusia, Tiongkok dan Eropa
hendaknya bersikap bertanggung jawab atas nasib umat manusia, bertolak
dari kepentingan pokok rakyat Tiongkok-Eropa, bersama-sama menahan arus
balik yang menghasut kebencian dan konfrontasi, berdiri di sisi tepat
sejarah, berupaya menyediakan lebih banyak kestabilan kepada dunia yang
rumit dan plural.
Pertama, kita harus memelihara perdamaian dan pembangunan, menentang
dunia yang separatis. Sebagai negara besar yang bertanggung jawab,
Tiongkok dengan tegas menentang intrik apapun tentang “Perang Dingin
Baru”, mutlak tidak mengizinkan kekuatan apapun merampas hak rakyat
Tiongkok maupun seluruh dunia yang mengusahakan perkembangan dan
mewujudkan kehidupan bahagia.
Kedua, kita harus membela multilateralisme, dan menentang hegemoni
unilateral. Tiongkok memandang UE sebagai kekuatan penting dalam proses
multipolar dunia ini, dan bersedia bersama UE memelihara keefektifan dan
kewibawaan sistem multilateral, membela keadilan dan ketertiban
internasional.
Ketiga, kita harus memperluas kerjasama saling menguntungkan,
bersama-sama menentang isolasi. Tiongkok dan UE sebagai dua ekonomi
utama di dunia, hendaknya berpegang pada perdagangan bebas, memelihara
kestabilan rantai industri dan rantai pemasok global, memainkan peranan
krusial untuk mendorong kemakmuran perkembangan global pasca pandemi.
Keempat, kita hendaknya bergandengan tangan menghadapi tantangan global,
menentang tindakan permusuhan dengan negara lain. Tiongkok-UE hendaknya
menjadi percontohan pendorongan pembenahan global, bersama-sama
memperkuat koordinasi PBB dalam urusan internasional, bersama-sama
menentang tindakan yang memprioritaskan negara diri sendiri dan
merugikan kepentingan negara lain, bergandengan tangan untuk membangun
komunitas senasib sepenanggungan umat manusia.
Teman Teman
Tahun ini adalah genap 45 tahun penggalangan hubungan Tiongkok-UE.
Selama 45 tahun yang lalu, inspirasi penting yang dibawa oleh
perkembangan hubungan Tiongkok-UE ialah, Tiongkok dan Eropa tidak
mempunyai sengketa mendasar, kerja sama jauh lebih penting daripada
persaingan, kesepahaman jauh lebih besar daripada perselisihan. Meskipun
sistem politik Tiongkok-UE berbeda, tapi kedua pihak bukan lawan
sistematis, melainkan mitra strategis dan komprehensif. Selama 45 tahun
lalu, pengalaman penting yang dibawa perkembangan hubungan Tiongkok-UE
adalah kedua pihak dapat meningkatkan saling percaya melalui dialog
setara, mewujudkan kemenangan bersama melalui kerja sama saling
menguntungkan, menangani perselisihan melalui komunikasi konstruktif,
bersama menghadapi tantangan global melalui peningkatan koordinasi.
Pertama, membentuk kemitraan penanggulangan pandemi, mendorong kerja
sama pemulihan ekonomi pasca wabah. Tiongkok dan UE hendaknya
meningkatkan kerja sama di bidang penelitian dan pengembangan vaksin,
obat dan reagen pendeteksian, bersama mendukung peranan aktif
lembaga-lembaga internasional seperti WHO dan Aliansi Global Vaksin dan
Imunisasi (GAVI).
Kedua, memperkuat kemitraan investasi, dan mewujudkan saling
menguntungkan dan menang bersama. Tiongkok dan UE hendaknya berjalan
searah, dalam rangka sedini mungkin mendapat solusi seputar titik sulit
dalam perundingan Persetujuan Investasi Tiongkok-UE, tahun ini
diharapkan mencapai persetujuan investasi komprehensif, seimbang dan
berkualitas tinggi. Kemudian di atas dasar tersebut, kedua pihak
hendaknya sedini mungkin menggelar penelitian keterlaksanaan bersama
seputar persetujuan FTA, dan menghidupkan proses FTA.
Yang ketiga ialah menjalin kemitraan hijau dan digital, memperluas titik
pertumbuhan kerja sama Tiongkok-UE yang baru. Kedua pihak hendaknya
memperluas kerja sama di bidang teknologi lingkungan hidup, ekonomi
sirkulasi, energi bersih dan keuangan perkembangan berkelanjutan,
membentuk mitra hijau Tiongkok-UE; kedua pihak hendaknya meningkatkan
kerja sama di bidang teknologi komunikasi informasi, kecerdasan buatan,
E-bisnis, Big Data dan komputasi awan, membentuk mitra digital
Tiongkok-UE, demi kontribusi kepada penetapan prinsip dan standar
industri digital global.
Yang keempat memperdalam kemitraan kerja sama multilateral, meningkatkan
kerja sama urusan internasional Tiongkok-UE. Kerja sama multilateral
Tiongkok-UE di bidang perubahan iklim sudah menjadi simbol dan teladan
kerja sama bilateral, dan juga menjadi teladan bagi perkembangan
berkelanjutan dunia. Tiongkok dan UE hendaknya lebih lanjut meningkatkan
dialog dan kerja sama di bidang penanganan perubahan iklim,
keanekaragaman hayati dan pembangunan berkelanjutan, bersama mengatasi
berbagai tantangan global. Kedua belah pihak juga hendaknya bersama
memelihara perjanjian masalah nuklir Iran, mendorong penyelesaian
politik masalah penting internasional dan regional.