-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://www.antaranews.com/berita/1707882/di-bawah-kepemimpinan-indonesia-dk-pbb-hasilkan-empat-resolusi


Di bawah kepemimpinan Indonesia, DK PBB hasilkan empat resolusi

Jumat, 4 September 2020 21:34 WIB

Dokumentasi - Wakil Tetap RI untuk PBB Dian Triansyah Djani memancangkan 
bendera Merah Putih di Markas Besar PBB, New York, AS, Rabu (2/1/2019) yang 
menandai dimulainya tugas Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB periode 
2019-2020. ANTARA/HO-PTRI New York/aa.
Jakarta (ANTARA) - Di bawah kepemimpinan Indonesia selama bulan Agustus 2020, 
Dewan Keamanan (DK) PBB berhasil mengesahkan empat resolusi, salah satunya 
resolusi mengenai penjaga perdamaian perempuan.

Resolusi itu berhasil diadopsi secara konsensus pada 28 Agustus 2020 sebagai 
Resolusi DK PBB nomor 2538, dan disponsori oleh 97 negara anggota PBB, termasuk 
seluruh negara anggota DK PBB.

“Ini juga merupakan resolusi pertama yang diprakarsai oleh Indonesia sepanjang 
sejarah keanggotaannya di DK PBB selama ini,” tutur Menteri Luar Negeri Retno 
Marsudi dalam pengarahan media secara virtual, Jumat.

Pengesahan resolusi tersebut menjadi penting, karena untuk pertama kalinya DK 
PBB meloloskan resolusi yang secara khusus menyoroti peran personel perempuan 
penjaga perdamaian dunia.

Saat ini, personel perempuan penjaga perdamaian PBB berjumlah 5.327 atau 6,4 
persen dari total 82.245 personel.

Indonesia adalah salah satu kontributor personel perempuan terbesar dengan 158 
personel yang bertugas di tujuh misi PBB yaitu Lebanon, Kongo, Afrika Tengah, 
Sudan Selatan, Darfur, Mali, dan Sahara Barat. Sejak 1999, Indonesia telah 
mengirim lebih dari 570 personel perempuan ke berbagai misi pemeliharaan 
perdamaian PBB.

Baca juga: PBB sahkan resolusi gagasan Indonesia soal misi perdamaian

Sementara itu, tiga resolusi lain yang diadopsi selama masa kepemimpinan 
Indonesia di DK PBB adalah resolusi perpanjangan mandat misi pemeliharaan 
perdamaian di Lebanon (UNIFIL), resolusi perpanjangan mandat misi pemeliharaan 
perdamaian di Somalia (UNSOM), serta resolusi perpanjangan rezim sanksi di Mali.

Baca juga: Presidensi Indonesia di DK PBB bahas Yaman, Suriah, Mali dan Somalia

Satu resolusi usulan Indonesia mengenai penanggulangan terorisme juga telah 
mendapat dukungan 14 negara anggota DK PBB, namun tidak dapat disahkan karena 
veto oleh satu negara, yaitu Amerika Serikat.

“Seluruh negara anggota DK PBB menyesalkan penggunaan veto terhadap resolusi 
tersebut, tetapi Indonesia tetap berkomitmen untuk terus mendorong DK PBB 
memajukan pendekatan komprehensif dalam memerangi terorisme,” ujar Retno.

Baca juga: Pimpin sidang DK PBB, Indonesia bahas penanggulangan terorisme

Dari sisi kegiatan, di bawah kepemimpinan Indonesia, DK PBB telah melaksanakan 
50 kegiatan yang diselenggarakan dalam format virtual maupun pertemuan secara 
langsung.

Salah satu pertemuan yang berhasil diselenggarakan Indonesia guna membahas 
keterkaitan antara bina damai dengan pandemi COVID-19, disebut Retno sebagai 
terobosan baru, mengingat pada awalnya sulit membawa isu pandemi ke DK PBB 
karena dinamika dan perbedaan pandangan anggota yang cukup tajam mengenai hal 
tersebut.

“Satu tanggung jawab besar telah kita tunaikan dengan baik, dengan bermartabat, 
dan merupakan salah satu pemenuhan komitmen Indonesia untuk menjadi mitra 
sejati perdamaian,” kata Menlu.

Baca juga: DPR apresiasi presidensi Indonesia di DK PBB

 

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2020






Kirim email ke