Politikus AS Buat Hoax Tentang Populasi Xinjiang

http://indonesian.cri.cn/20200904/5fce927a-553e-ab23-4d2d-460d532811f5.html
2020-09-04 12:11:14

Politikus AS Buat Hoax Tentang Populasi Xinjiang_fororder_锐评2020090401

Pusat Riset Pembangunan Xinjiang kemarin (3/9) merilis “Laporan Penelitian Tentang Digembar-gemborkannya Negara Asing terkait Populasi Xinjiang. Dengan memaparkan sejumlah keterangan, bukti dan angka rincian, laporan itu membantah kebohongan  sejumlah politikus AS mengenai populasi dan pekerjaan keluarga berencana di Xinjiang, Tiongkok. Bukti-bukti tersebut secara tuntas membelejeti konspirasi politikus AS yang bermaksud merusak kestabilan dan kemakmuran Xinjiang dengan bertolak dari kepentingan egois politiknya sendiri.

Politikus AS Buat Hoax Tentang Populasi Xinjiang_fororder_锐评2020090403

Menurut statistik, dari 2010 hingga 2018, penghuni tetap di Xinjiang bertumbuh 13,99%, di antaranya warga Etnis Han naik 2%, warga etnis minoritas naik 22,14% dan warga Uighur naik 25,04%.   sementara secara sama derajat membela hak dan kepentingan sah semua etnis, pemerintah Tiongkok lebih-lebih menjalakan kebijakan preferensial kepada etnis minoritas termasuk etnis Uighur di sana. Selama 40 tahun terakhir ini, populasi Uighur di Xinjiang naik hingga 11,68 juta pada 2018 dari pada 5,55 juta pada 1978, bertambah satu kali lipat lebih. Maka “pengendalian penduduk” bahkan “Genosida” yang diluncurkan AS sama sekali merupakan omong kosong yang tak tahu malu.

Sejumlah politikus AS juga melontarkan isu “sterilisasi paskaan” di Xinjiang, hal ini juga tak sesuai dengan keadaan nyata di sana. Ini hanyalah lelucon politik yang dimainkan politikus AS.

Politikus AS Buat Hoax Tentang Populasi Xinjiang_fororder_锐评2020090402

Ada berita baik dari Xinjiang pada 1 September. Dalam prasyarakat terus menjalankan protokol kesehatan untuk menanggulangi wabah Covid-19, kehidupan dan produksi di Xinjiang   secara menyeluruh dipulihkan. Orang-orang yang memperhatikan Xinjiang boleh berjalan-jalan ke sana untuk menemukan fakta sebenarnya.



 Para Mantan Pejabat Tinggi


 Berbagai Negara Himbau Tingkatkan Kerja Sama Penanggulangan Wabah Global

http://indonesian.cri.cn/20200903/a32fc085-de6e-2bc5-b83c-8b414b5171d9.html
2020-09-03 15:48:57

Federasi Kerja Sama Think Tank ‘Sabuk dan Jalan’ secara virtual mengadakan forum cloud Think Tank Puncak Internasional pada 31, Agustus. Forum yang bertema ‘lampaui perbedaan ideologi, bangun bersama komunitas senasib sepenanggungan Manusia’ tersebut diikuti banyak mantan pejabat tinggi berbagai negara dan puluhan orang sarjana terkenal manca-negara, dan mereka menghimbau peningkatan kerja sama global.

Para pakar peserta mengkritik sejumlah politikus Barat yang menggembor-gembar apa yang disebut perbedaan ideologi dan keremehan pada kerja sama global.

Mantan Presiden Slovenia menyatakan, pada level masyarakat internasional, berbagai negara secara mendesak perlu melampaui perbedaan ideologi. Wabah adalah masalah global, hanya melalui kerja sama multilateral global baru dapat diselesaikan dengan efektif, kerja sama multilateral adalah cara baik untuk mengatasi perbedaan ideologi.

Mantan Wakil Ketua Parlemen Malaysia menganggap, di bawah tata tertib global sekarang, tidak boleh diidentifikasi pola tata kelola global sekarang dengan apa yang disebut demokrasi Barat. Apakah pola tata kelola suatu negara sesuai atau tidak,   rakyat negara itulah yang berhak bicara, bukan ilusi negara besar manapun.

Para tamu peserta berpendapat, menghadapi wabah sebagai musuh bersama manusia, tiada negara manpun bisa luput dari ancamannya, seluruh dunia hendaknya bekerja sama dengan bergandengan tangan   untuk menanggulangai krisis global.

Kirim email ke