Tiongkok Desak AS Hentikan Intervensi Terhadap Urusan Dalam Negeri
Tiongkok
http://indonesian.cri.cn/20200905/94abaed3-6b56-9d24-f8ba-65e3da5f5b7d.html
2020-09-05 16:03:14
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying dalam jumpa
pers hari Jumat kemarin (4/9) mengatakan, pihak Tiongkok mendesak AS
menghentikan manipulasi politik, menghentikan pembuatan kebohongan
terkait Xinjiang, dan menghentikan intervensi terhadap urusan dalam
negeri Tiongkok dengan memanfaatkan isu Xinjiang.
Diberitakan, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan laporan terkait
Xinjiang yang terbaru, dan menuding Tiongkok pada masalah-masalah HAM
dan agama di Xinjiang, serta apa yang disebut masalah “kerja paksa” dan
“kontrol kelahiran secara paksa”. Hua Chunying saat menjawab pertanyaan
terkait menegaskan, masalah terkait Xinjiang sama sekali bukan masalah
etnis, masalah agama maupun masalah HAM, melainkan masalah
anti-terorisme dan anti-separatis. Xinjiang melakukan uapya
anti-terorisme preventif melalui pendidikan dan penataran ketrampilan,
mewujudkan deekstremisme, secara efektif mengekang kerap terjadinya aksi
teror, secara maksimal menjamin hak hidup, hak kesehatan dan hak
pembangunan rakyat berbagai etnis, dan tak terjadi sekalipun serangan
teror di Xinjiang dalam empat tahun terakhir ini.
Tiongkok Sama Sekali Tak Ingin Intervensi Urusan Negara Lain
2020-09-05 16:02:31
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying hari Jumat
kemarin (4/9) di depan jumpa pers mengatakan, Tiongkok tidak memiliki
gennya untuk mengintervensi urusan domestik negara lain. Tiongkok tidak
berminat dan tidak ingin mengintervensi urusan negara lain termasuk
Amerika Serikat (AS).
Dikabarkan, Jaksa Agung AS William Pelham Barr dalam wawancara
mengatakan, di bidang intervensi kekuatan luar negeri dalam pemilihan
umum, ancaman dari Tiongkok lebih besar daripada Rusia dan Iran. Hua
Chunying menanggapi hal itu bahwa itulah bukti lagi “diplomasi
kebohongan” AS.
Tiongkok Dukung PBB Dengan Tindakan Nyata
2020-09-05 16:01:27
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying hari Jumat
kemarin (4/9) di Beijing menunjukkan, Tiongkok sebagai negara pembayar
iuran terbanyak kedua PBB telah melunasi tunggakan iurannya tahun ini,
dan ini menyatakan dukungan kepada PBB dengan tindakan nyata. Tiongkok
akan terus menunaikan kewajiban finansial terhadap PBB sebagai negara
berkembang.
Kemlu Tiongkok: AS Adalah Perusak Multilateralisme dan Terminator
Aturan Internasional
2020-09-05 16:00:41
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying di depan jumpa
pers hari Jumat kemarin (4/9) mengatakan, Amerika Serikat (AS) sedang
menjadi perusak multilateralisme dan terminator aturan dan tata hukum
internasional.
Dikabarkan, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo baru-baru ini mengumumkan
sanksi kepada Mahkamah Pidana Internasional (ICC) yang terus menyelidiki
kejahatan tentara AS dalam Perang Afghanistan. Mengenai hal itu, ICC
menyatakan tindakan paksaan terkait AS merupakan serangan yang tiada
taranya sebelumnya kepada Statuta Roma, sistem pidana internasional
serta sistem hukum.
Hua Chunying ketika menjawab pertanyaan terkait menunjukkan, laporan
terkait membuktikan kembali bahwa diplomasi AS kini telah menjadi
diplomasi sanksi, diplomasi paksaan dan diplomasi intimidasi, juga
menunjukkan AS menempatikan kepentingannya sendiri di atas hukum
internasional, sedang menjadi perusak multilateralisme dan terminator
aturan dan tata tertib internasional.