-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://www.antaranews.com/berita/1709730/china-kembangkan-komputer-canggih-kecerdasan-seperti-otak



China kembangkan komputer canggih, kecerdasan seperti otak

Minggu, 6 September 2020 11:36 WIB

Komputer mirip otak diperkenalkan di sebuah laboratorium di Provinsi Zhejiang 
China timur, Selasa (1/9/2020). Komputer mirip otak tersebut memungkinkan 
kolaborasi robot dalam simulasi operasi penyelamatan banjir. (Xinhua)
Jakarta (ANTARA) - Komputer mirip otak dengan lebih dari 100 juta neuron, yang 
pertama di China, telah dikembangkan oleh para peneliti di Provinsi Zhejiang, 
China timur.

Dikutip dari Xinhua, Minggu, komputer yang dinamai Darwin Mouse itu 
diperkenalkan oleh Universitas Zhejiang dan Lab Zhejiang pada awal pekan ini.

Perangkat berteknologi tinggi yang berisi 792 chip Darwin generasi kedua mirip 
otak tersebut dikembangkan oleh Universitas Zhejiang, menurut direktur Lab 
Zhejiang, Zhu Shiqiang.

Chip itu mendukung 120 juta neuron spiking dan hampir 100 miliar sinapsis yang 
setara dengan jumlah neuron di otak tikus. Konsumsi daya rata-rata komputer 
tersebut adalah 350-500 watt.

"Sama seperti blok bangunan, kami mengintegrasikan 792 chip komputasi mirip 
otak ke dalam tiga sasis server standar untuk membentuk komputer mirip otak 
yang terpasang di rak," ujar pemimpin tim peneliti dari jurusan Ilmu Komputer 
dan Teknologi Universitas Zhejiang, Pan Gang.

Baca juga: Intel punya logo baru, bawa chip generasi ke-11

Baca juga: Subaru pilih Xilinx buat chip kunci di sistem bantuan pengemudi

Sementara itu, tim peneliti juga mengembangkan sistem operasi yang dirancang 
khusus untuk komputer tersebut, bernama Darwin OS, yang mendukung pengelolaan 
dan penjadwalan sumber daya perangkat keras yang efektif, serta mendukung 
operasi dan aplikasi komputer.

Menurut para peneliti, komputasi mirip otak mengacu pada penggunaan perangkat 
keras dan perangkat lunak untuk mensimulasikan struktur dan mekanisme operasi 
jaringan saraf otak dan membangun paradigma kecerdasan buatan yang baru.

Komputasi ini adalah arsitektur komputasi yang dianggap sebagai salah satu cara 
penting untuk memecahkan masalah terkait komputasi yang kompleks di berbagai 
bidang, seperti kecerdasan buatan.

Pan menambahkan bahwa jenis komputer mirip otak ini telah mampu melakukan 
berbagai tugas cerdas, seperti memungkinkan kolaborasi beberapa robot dalam 
simulasi operasi penanggulangan dan penyelamatan, simulasi berbagai wilayah 
otak, serta menyediakan alat dalam skala besar dan lebih cepat untuk penelitian 
ilmiah.

Selain itu, jenis komputer ini juga telah mewujudkan "pengetikan pikiran" 
melalui pengodean sinyal elektroensefalogram (EEG) secara real-time.

"Dengan melakukan simulasi otak manusia, kita akan dapat memahami prinsip kerja 
dari berbagai bagian otak, yang akan membantu penyembuhan penyakit otak 
tertentu yang tidak dapat didiagnosis melalui pendekatan biomedis," kata Pan.

Baca juga: MediaTek umumkan chip 5G untuk ponsel menengah, Dimensity 720

Baca juga: AS tolak chip Huawei, China siapkan langkah balasan

"Di masa depan, komputer seperti otak akan memiliki prospek aplikasi yang lebih 
luas termasuk dalam tiga bidang utama, yaitu kecerdasan buatan, ilmu otak dan 
penyakit otak," dia menambahkan.

Akademisi Akademi Ilmu Pengetahuan China dan Presiden Universitas Zhejiang, Wu 
Zhaohui, mengatakan komputasi seperti otak diharapkan muncul sebagai bentuk 
komputasi penting di masa depan.

"Ini adalah pencapaian terbaru dari proyek penelitian ilmu otak dan kecerdasan 
buatan (dinamai Double Brain Project). Dengan meniru struktur dan mekanisme 
otak, proyek ini diharapkan dapat mengembangkan arsitektur komputer baru yang 
akan memimpin masa depan," ujar Wu.

Baca juga: NVidia Jetson Nano, komputer mini otak robot seharga Rp1,4 juta

Baca juga: Ilmuwan Amerika Serikat ciptakan otak robot

Penerjemah: Arindra Meodia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2020






Kirim email ke