-------- 轉寄郵件 --------
主旨: Kebohongan Pernyataan AS Terkait Xinjiang: Operasi Sterilisasi Paksa ; Desa Tibet Jadi Sejahtera Melalui Pariwisata
日期:     Tue, 15 Sep 2020 09:03:15 +0800
從:      ChanCT <[email protected]>
到:      GELORA_In <[email protected]>



 Kebohongan Pernyataan AS Terkait Xinjiang: Operasi Sterilisasi Paksa

2020-09-14 16:54:34 http://indonesian.cri.cn/20200914/1b4cbbe6-5371-5876-925a-40ae58e8a720.html

Pada 29 Juni 2020, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo mengeluarkan apa yang disebut pernyataan, dengan judulnya Soal Keluarga Berencana Paksa dan Sterilisasi Paksa Pemerintah Tiongkok di Xinjiang. Sementara itu, kantor berita AP merilis laporan survei yang berjudul “Tiongkok Laksanakan Pengendalian Kelahiran Paksa terhadap Penduduk Etnis Uyghur. Pernyataan Mike Pompeo maupun laporan dari kantor berita AP mengklaim pemerintah Tiongkok telah melaksanakan kebijakan sterilisasi yang ketat untuk menekan tingkat kelahiran penduduk etnis Uyghur dan etnis-etnis minoritas lainnya, dalam rangka membendung peningkatan populasi etnis-etnis minoritas secara keseluruhan. Konten relevan terutama mengutip isi dan statistik yang termuat dalam laporan penelitian yang berjudul Sterilisasi, IUDS dan Kontrol Kelahiran Paksa: Gerakan Penekanan Angka Kelahiran di Xinjiang oleh PKT  yang ditulis oleh Adrian Zenz dan dipublikasikan oleh Jamestown Foundation pada Juni lalu. Akan tetapi, klaim tersebut hanyalah mengulangi kata-kata klise yang dilontarkan yayasan dan sarjana yang berhaluan anti Tiongkok. Apa yang disebarkannya adalah berita bohong dan informasi palsu yang sama sekali tidak berdasar dengan mereka-reka fakta dan memulas data statistik.

Penulis laporan tersebut, Adrian Zenz dipekerjakan oleh The Victims of Communism Memorial Foundation sayap kanan yang didukung oleh pemerintah AS. Yayasan tersebut didirikan pada 1983, dan berkali-kali memberikan apa yang disebut “Hadiah HAM” kepada kaum teroris yang berkejahatan bertubi-tubi tanpa mengindahkan kenyataan, serta memfitnah sumbangan Tiongkok dalam pembenahan Xinjiang dan penanggulangan pandemi COVID-19.

Adrian Zenz dalam laporannya menunjukkan sebuah grafik yang mencatat hasil pemeriksaan terkait pelaksanaan kebijakan keluarga berencana (KB) kuartalan dari kabupaten Jiashi, Xinjiang, dia mengatakan sistem keluarga berencana setempat mengadakan pemeriksaan yang keterlaluan terhadap wanita etnis minoritas. Dengan ini sosok Adrian ingin membuktikan pemerintah Tiongkok mengadakan tindakan kontrol kelahiran paksa terhadap wanita Uyghur yang sudah dikaruniai satu anak.

Mengenai masalah ini, Profesor Muda dari Akademi Politik dan Manajemen Publik Universitas Xinjiang, Lin Fangfei hari ini (14/9) mengeluarkan artikel di situs web Universitas Xinjiang. Dia menunjukkan pelayanan teknik kelahiran Tiongkok selalu mematuhi prinsip perpaduan antara pengarahan negara dan prinsip sukarela pribadi, warga negara mempunyai hak tahu dan  hak pilih perihal kontrasepsi. Semua warga negara termasuk etnis Uyghur hanya akan menjalani operasi kontrasepsi dengan berprinsip sukarela setelah mendapat segala informasi yang tepat, wanita mempunyai hak memilih operasi kontrasepsi setelah melahirkan satu anak berdasarkan keadaan badan dan keluarga. Kita tidak mendiskusikan keaslian tabel tersebut, tapi dari laporan Adrian Zenz tidak ada bukti apapun yang bisa membuktikan wanita menerima operasi kontrasepsi setelah dikaruniai seorang anak karena dipaksa pemerintah. Kesimpulannya hanyalah hasil spekulasi yang sama sekali tidak berdasar.



 Desa Tibet Jadi Sejahtera Melalui Pariwisata

http://indonesian.cri.cn/20200914/ef716b30-568c-8cb0-f4c9-54344756de36.html
2020-09-14 17:05:12

Di kota Shannan terdapat sebuah desa kecil dengan barisan rumah yang berciri khas etnis Menba. Ini adalah sebuah desa percontohan dalam pembangunan peradaban ekologis setempat, namanya adalah Desa Mama.

Desa percontohan yang ramah lingkungan ini diresmikan pada tahun 2015, totalnya tercatat 62 keluarga.

Sejauh ini, di Desa Mama, setiap rumah mempunyai sistem air minum, toilet dan wifi, jalan dibangun sampai depan pintu rumah. Lingkungan di sekitar desa ini telah mendapat perbaikan nyata, desa ini dinilai oleh Kementerian Pertanian dan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata sebagai desa yang indah dan santai Tiongkok dan Desa Titik Berat Pariwisata Pedesaan Nasional.

Saat ini, mengandalkan lingkungan ekologis yang spesial, semakin banyak wisatawan datang di Desa Mama, berjalan di Bar Oksigen Alam. Petani setempat juga melalui pariwisata menempuh jalan sejahtera dan kehidupan yang baru.

Desa Tibet Jadi Sejahtera Melalui Pariwisata_fororder___172.100.100.3_temp_9500049_1_9500049_1_6012_8256d6b2-755f-43d2-ad6d-bea789f29587

Desa Tibet Jadi Sejahtera Melalui Pariwisata_fororder___172.100.100.3_temp_9500049_1_9500049_1_1_e9640226-7c0c-499e-b59e-292beea67275

Desa Tibet Jadi Sejahtera Melalui Pariwisata_fororder___172.100.100.3_temp_9500049_1_9500049_1_1_1d369567-9659-4582-8d2a-66e3ea156d5c

Kirim email ke