*Https://katadata.co.id/agustiyanti/finansial/5f606632d455e/pinjaman-pemerintah-kerek-utang-luar-negeri-ri-tembus-rp-6000-triliun?utm_source=Social&utm_medium=Pushnotif&utm_campaign=Makro_L*
*ia*
<https://katadata.co.id/agustiyanti/finansial/5f606632d455e/pinjaman-pemerintah-kerek-utang-luar-negeri-ri-tembus-rp-6000-triliun?utm_source=Social&utm_medium=Pushnotif&utm_campaign=Makro_Lia>


Pinjaman Pemerintah Kerek Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 6.000 Triliun


Utang luar negeri Indonesia per Juli naik 4,1% dibandingkan periode yang
sama tahun lalu menjadi US$ 409,7 miliar atau Rp 6.003 triliun.

Oleh Agatha Olivia Victoria 15 September 2020, 13:35

Bank Indonesia mencatat utang luar negeri pada akhir Juli mencapai US$409,7
miliar atau setara Rp 6.003 triliun mengacu kurs JISDOR pada akhir periode
yang sama Rp 14.603 per dolar AS. Utang tersebut naik 4,1% dibandingkan
periode yang sama tahun lalu, melambat dibandingkan bulan sebelumnya.


"Posisi ULN terdiri dari ULN sektor publik yakni pemerintah dan bank
sentral sebesar US$ 201,8 miliar dan ULN sektor swasta termasuk BUMN
sebesar US$ 207,9 miliar," tulis Direktur Eksekutif Kepala Departemen
Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam keterangan resminya, Selasa (15/9).

Utang  pemerintah pada akhir Juli tumbuh 2,3%, naik dibandingkan
pertumbuhan bulan sebelumnya 2,1%. Kenaikan utang ini didorong oleh
penerbitan Samurai Bonds senilai 1oo miliar yen untuk memenuhi kebutuhan
pembiayaan, termasuk penanganan pandemi Covid-19 dan program Pemulihan
Ekonomi Nasional.


Onny menjelaskan ULN pemerintah saat ini dikelola secara terukur dan
berhati-hati untuk mendukung belanja prioritas pemerintah. Belanja yang
dimaksud yaitu sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial dengan porsi
mencapai 23,6%, sektor konstruksi  16,5%, sektor jasa pendidikan 16,4%,
sektor jasa keuangan dan asuransi 11,9%, serta sektor administrasi
pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib 11,8%.

BACA JUGA *Erick Bela BUMN, Setoran Dividen Dua Kali Lipat dari PMN*




   -

   Namun, Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk David Sumual sebelumnya
   menilai anggaran pemerintah saat ini  over financing alias kelebihan
   pembiayaan akibat belanja negara yang lambat. Padahal, pemerintah gencar
   menerbitkan utang untuk mengantisipasi kebutuhan belanja terutama di saat
   penerimaan negara tengah sulit seperti saat ini.
   -

   David menjelaskan kebijakan pemerintah menarik utang lebih besar di awal
   tahun untuk mengantisipasi belanja memang sudah dilakukan sejak lama untuk
   mengantisipasi ketidakpastian di pasar keuangan. Namun, penyerapan belanja
   negara yang lambat juga bukan persoalan baru.
   -

   Pemerintah perlu lebih baik dalam mengelola belanja negara. Salah
   satunya dengan memanfaatkan sistem teknologi dalam penganggaran. Adapun
   untuk saat ini, ia memperkirakan pemerintah akan kembali memaksimalkan
   belanja negara di akhir tahun seperti tahun-tahun sebelumnya. Guna
   mengefisiensikan pembiayaan utang, Kementerian Keuangan berencana mendesain
   ulang program pengelolaan anggaran. Desain ini rencanaya akan
   diimplementasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2021. "Ini
   supaya jangan kita masih punya cash banyak tapi kita tetap issue utang,"
   ujar Menteri Keuangan  Sri Mulyani dalam rapat bersama Komisi XI Dewan
   Perwakilan Rakyat, Senin (7/9).

   BACA JUGA

*Rapor Neraca Dagang Agustus: Surplus US$ 2,3 M saat Kenaikan Impor *Utang
   Swasta Tumbuh Melambat
   -

   Di sisi lain, ULN swasta pada Juli 2020 tumbuh 6,1%, melambat
   dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 8,3%. Perkembangan ini
   dipengaruhi oleh berlanjutnya perlambatan pertumbuhan ULN perusahaan bukan
   lembaga keuangan dan kontraksi ULN lembaga keuangan.
   -

   ULN perusahaan nonkeuangan tumbuh 8,7%, melambat dari pertumbuhan bulan
   sebelumnya 11,5%. Sementara itu, ULN lembaga keuangan terkontraksi 2,2%,
   sedikit meningkat dari kontraksi pada bulan sebelumnya sebesar 1,9%.
   -

   Beberapa sektor dengan pangsa ULN terbesar yakni mencapai 77,2% dari
   total ULN swasta adalah sektor jasa keuangan & asuransi, sektor pengadaan
   listrik, gas, uap/air panas & udara dingin, sektor pertambangan &
   penggalian, dan sektor industri pengolahan.

   BI menilai struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung penerapan
   prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Rasio ULN Indonesia terhadap
   produk domestik bruto pada akhir Juli 2020 sebesar 38,2%, meningkat
   dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya sebesar 37,4%.
   -

   Struktur ULN Indonesia tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang
   dengan pangsa 89,1% dari total ULN. Dalam rangka menjaga agar struktur ULN
   tetap sehat, bank sentral dan pemerintah terus meningkatkan koordinasi
   dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip
   kehati-hatian dalam pengelolaannya. Peran ULN juga akan terus dioptimalkan
   dalam menyokong pembiayaan pembangunan, dengan meminimalisasi risiko yang
   dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.
   -

   Ekonom CORE Yusuf Rendy Manilet  menjelaskan, utang swasta yang tumbuh
   melambat tak lepas dari kondisi perekonomian yang belum pulih. Swasta masih
   menahan laju ekspansi usaha yang selama ini dibiayai oleh utang.
   -

   "Meskipun pemerintah sudah melakukan pelonggaran PSBB sejak Juni lalu,
   kegiatan ekonomi belum kembali seperti yang diharapkan," katanya.
   -

   Reporter: Agatha Olivia Victoria Editor: Agustiyanti #Utang

Kirim email ke