Dubes Tiongkok untuk ASEAN:
Tiongkok dan ASEAN Akan Terus dengan Teguh Mendukung Multilateralime
dan Perdagangan Bebas
http://indonesian.cri.cn/20200915/4b2fce42-a5f3-d797-837d-87b9448f6a4f.html
2020-09-15 14:27:22
Duta Besar Tiongkok untuk ASEAN Deng Xijun hari Senin kemarin (15/9) di
Jakarta, ibu kota Indonsia menyatakan bahwa Tiongkok dan ASEAN akan
terus dengan teguh mendukung multilateralisme dan perdagangan bebas,
selalu memelihara kerja sama erat, dan lebih lanjut memudahkan
perdagangan dan kerja sama ekonomi kedua pihak.
Deng Xijun mengadakan jumpa pers virtual kemarin mengenai Pertemuan
Menteri Luar Negeri Kerja Sama Asia Timur tahun 2020. Deng Xijun
menyatakan hal tersebut ketika menjawab pertanyaan wartawan mengenai
bagaimana memandang prospek perkembangan kerja sama perdagangan
Tiongkok-ASEAN.
Menurut data statistik, kerja sama perdagangan dan investasi
Tiongkok-ASEAN memelihara pertumbuhan kuat sejak tahun ini. Dalam waktu
delapan bulan pertama tahun ini, volume total impor dan ekspor komoditi
Tiongkok dan ASEAN tercatat 2,93 triliun Yuan RMB, meningkatkan 7%
dibandingkan dengan masa sama tahun lalu. ASEAN pertama kali menjadi
mitra dagang terbesar bagi Tiongkok dengan menggantikan Uni Eropa.
Deng Xijun mengatakan bahwa ini memanifestasikan keulatan hubungan
perdagangan Tiongkok-ASEAN, dan juga memberi sumbangan positif kepada
pemulihan ekonomi regional dan global.
Deng Xijun menyatakan bahwa Tiongkok dan ASEAN akan terus dengan teguh
mendukung multilateralisme dan perdagangan bebas, selalu memelihara
kerja sama erat, dan lebih lanjut memudahkan perdagangan dan kerja sama
ekonomi kedua pihak. Tahun ini genap 10 tahun pembentukan zona
perdagangan bebas Tiongkok-ASEAN. Sejak didirikannya, zona perdagangan
bebas dengan ektif mendorong proses liberalisasi dan fasilitasi
perdagangan dan investasi Tiongkok dengan ASEAN, dan menyediakan tenaga
pendorong yang kuat kepada integrase dan perkembangan ekonomi kawasan.
Gulibaiherimu Mandiri pada Usia 30 Tahun
http://indonesian.cri.cn/20200915/ceb8d1a8-fc2e-d443-3bf9-6c181a0da35b.html
2020-09-15 15:27:36
Gulibaiherimu Mandiri pada Usia 30 Tahun_fororder_xinjiang
Gulibaiherimu Kadir yang berusia 30 tahun kini adalah seorang buruh
perusahaan Grup Meibite di Xinjiang. Pada Juni, setelah bekerja belum
sampai 20 hari, dia menerima gaji pertama dalam kehidupannya. Dia
menangis karena kegembiraan, tak pernah pikir, dia pun bisa mencari uang
dengan tangannya sendiri. Yang lebih membanggakannya adalah gaji dan
bonusnya paling banyak dalam koleganya karena dia rajin bekerja.
Gulibaiherimu berasal dari Desa Kashgarboyi, Kecamatan Zhawa, Kabupaten
Moyue di Hetian. Dulu, suaminya selalu mencari nafkah ke luar, berkala
mengirim kembali uang. Sesama dengan kebanyakan wanita di desa, dia
jarang meninggalkan kampungnya, tidak pernah berpikir untuk hidup
mandiri. Dikatakannya, selain menjaga anak di rumah, tiada lagi hal lain
yang dilakukannya.
Tak terduga, pada tahun 2014, pernikahannya retak, suaminya tiba-tiba
minta cerai.
Ketika itu, dia merasa bagaikan langit runtuh, orang tuanya sudah
meninggal, jadi bagaimana hidupnya pada masa depan. Setelah cerai dia
kehilangan sumber pendapatan, Gulibairimu tak dapat tidak tinggal di
rumah kakek yang lanjut usia, biaya kehidupannya sama sekali
mengandalkan bantuan kerabat. Akan tetapi, tak lama kemudian, dia merasa
malu. Dikatakannya, meskipun mereka baik sekali, namun setiap kali
menerima uang dari mereka, dia merasa malu. Dia ingin mencari pekerjaan
tapi kekurangan ketrampilan.
Kabupaten Moyu terletak di pinggir Padang Pasir Taklama DAN merupakan
kabupaten yang paling miskin. Menurut Penanggung-jawab penanggulangan
kemiskinan Kabupaten Moyu memperkenalkan, pada masa lalu, keluarga yang
tak mampu tidak mempunyai keinginan keras untuk lepas dari kemiskinan,
dan caranya juga sangat terbatas. Oleh karena itulah, tahun-tahun
terakhir ini, pemerintah lokal terus mendorong berubahnya pikiran
keluarga yang tidak mampu, memperbesar intensitas dukungan wirausaha di
bidang dana, sementara mendukung perusahaan industrisasi pertanian yang
mengutamakan penernakan membangun pabrik agar keluarga yang tak mampu
dapat direkrut.
Teman-teman yang dulu selalu berobrolan di pinggir jalan jarang
ditemukan pada siang hari karena kebanyakan mereka mulai sibuk. Yang
paling mengesankan Gulibaiheremu, tetangga seumur dia membuka warung
makan, karena ramai datang tamu, beberapa bulan kemudian telah
digantikan tempat yang lebih besar, kemudian dibuka restoran di
Kabupaten Moyu.
Gulibaiherimu yang tak mau kesepian lagi belajar ketrampilan ke sekolah
teknis petani dan penernak Kabupaten Moyu. Pada akhir Mei tahun ini,
ketika penanggung jawab perusahaan Meitite datang ke sekolah tersebut
untuk merekrut tenaga kerja, Gulibaiheremu pertama mendaftarkan diri.
Penanggung jawab perusahaan Grup Meibite Xinjiang memperkenalkan,
perusahaannya telah menyediakan platform lowongan kerja yang stabil
dengan menyerap 3000 lebih tenaga kerja dari keluarga yang tak mampu.
Sekarang Gulibaiheremu sudah mempunyai pekerjaan yang stabil, biar
kesulitan apa yang dihadapinya dalam kehidupan, dia akan
menyelesaikannya sendiri, dia berangsur-angsur mempunyai keyakinan diri
dalam pekerjaan.
berkat upaya pendorongan pengentasan kemiskinan dengan industri,
sekurang-kurangnya satu orang dari sejumlah 63,8 ribu keluaga tak mampu
yang terdaftar di Kabupaten Moyu telah mendapat kesempatan kerja.
Sebelum akhir tahun ini, Kabupaten Moyu akan berhasil terlepas dari
kemiskinan.