(Lagi-lagi) Poyuono vs Habiburokhman Gegara Prabowo 'Disenggol'
Tim detikcom - detikNews
Jumat, 18 Sep 2020 06:11 WIB
https://news.detik.com/berita/d-5177811/lagi-lagi-poyuono-vs-habiburokhman-gegara-prabowo-disenggol?single=1
1 komentar
<https://news.detik.com/berita/d-5177811/lagi-lagi-poyuono-vs-habiburokhman-gegara-prabowo-disenggol?single=1#comm1>
SHAREURL telah disalin
<https://news.detik.com/berita/d-5177811/lagi-lagi-poyuono-vs-habiburokhman-gegara-prabowo-disenggol?single=1>
Tahun 2019 ini diwarnai rematch dan manuver elite politik yang
mengejutkan. Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto yang semula
bersaing sengit kemudian bersatu di kabinet baru.Foto: Prabowo Subianto
(Dok)
*Jakarta*-
Duo kaderPartai Gerindra
<https://www.detik.com/search/searchall?query=gerindra&siteid=2>,Arief
Poyuono
<https://www.detik.com/search/searchall?query=Arief+Poyuono&siteid=2>danHabiburokhman
<https://www.detik.com/search/searchall?query=Habiburokhman&siteid=2>'berseteru'.
Sebabnya masih soal dugaan pelanggaran HAM berat yang dilakukanKetua
Umum (Ketum) Gerindra Prabowo Subianto
<https://www.detik.com/search/searchall?query=prabowo+subianto&siteid=2>.
Poyuono sebelumnya menilai Prabowo harus mempersiapkan diri dengan
matang jika ingin maju di Pilpres 2024. Dia berpendapat bahwa Gerindra
perlu 'membersihkan' nama Prabowo dari tuduhanpelanggaran HAM 1998
<https://www.detik.com/search/searchall?query=pelanggaran+HAM+1998&siteid=2>.
"Mumpung masih ada waktu panjang. Partai harus mengupayakan kekuatan
hukum tetap yang menyatakan Prabowo Subianto bersih dan tidak terlibat
dalam kerusuhan Mei 1998 yang berbau SARA dan tidak terlibat dalam
penculikan aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) yang sampai saat ini
masih hilang," kata Poyuono, dalam keterangannya, Rabu (16/9/2020).
Ketum Serikat Buruh BUMN Bersatu, Arief Poyuono.Arief Poyuono. (Foto:
Eva Safitri/detikcom)
Meski sudah demisioner, Poyuono masih mengaku sebagai Waketum Gerindra
dalam menyampaikan pendapatnya tersebut.
Menurut Poyuono, kekalahan Prabowo dalam dua pilpres sebelumnya, 2014
dan 2019 lantaran kasus pelanggaran HAM yang sering dimunculkan. Isu itu
memang selalu berembus di setiap gelaran pilpres, di mana Prabowo
menjadi salah seorang kontestan.
"Sebagaimana telah terjadi, pada pilpres dan pemilu tahun 2014 dan 2019,
isu terkait kasus penculikan dan pembunuhan aktivis 1998 berembus
kencang. Lalu juga kerusuhan Mei, yang disebut-sebut didalangi oleh
Prabowo Subianto. Ada juga fitnah bahwa dia adalah pelaku utama
kerusuhan Mei," ujar Poyuono.
"Dia dituding melakukan kejahatan-kejahatan yang sampai saat ini masih
simpang siur, apakah dia dalang dan pelaku penculikan dan pembunuhan
para aktivis, kan belum ada pengadilannya. Setiap pemilu, setiap
pilpres, selalu dibuka kasus penculikan, kasus kerusuhan Mei, bahwa
diduga dalangnya Prabowo," imbuhnya.
*Baca juga:*Poyuono Bermanuver Lagi, Kini Ungkit Isu Pelanggaran HAM
Prabowo
<https://news.detik.com/berita/d-5175635/poyuono-bermanuver-lagi-kini-ungkit-isu-pelanggaran-ham-prabowo>
Habiburokhman lantas bersikap menanggapi Poyuono. Anggota Komisi III DPR
RI itu mengatakan Arief Poyuono merupakan orang yang tidak mengerti soal
hukum.
"Arief bukan orang hukum jangan/maksa/bicara soal hukum. Sejak dulu dia
kalau soal hukum konsultasinya ke saya. Dia juga kan mantan klien saya,"
kata Habiburokhman pada Kamis (17/9/2020).
Habiburokhman sendiri mengaku pernah menjadi pengacara Poyuono. Salah
satu kasus Poyuono yang pernah ia tangani, yakni kasus gugatan dari staf
eks Menteri BUMN, Soegiharto.
"Dulu pengacara tetap beliau (Poyuono), sebagai aktivis kan kami sering
dapat masalah hukum. Salah satunya dulu pernah digugat staf Menteri
BUMN, kita menang. Berbagai macam gugatan publik juga, dia penggugat
saya/lawyer/-nya," jelas Habiburokhman.
Habiburokhman menduga Poyuono melakukan manuver karena galau terkait
statusnya di kepengurusan partai. Namun, itu baru sebatas dugaan.
"Saya nggak tahu, mungkin/aja/dia galau soal kepengurusan," sebutnya.
HabiburokhmanHabiburokhman (Foto: Dok. Istimewa)
Habiburokhman mengingatkan Poyuono bahwa kepengurusan partai itu
bersifat dinamis. Ketua Dewan Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) itu
pun mengimbau agar Poyuono bersikap santai.
"Harusnya dia santai/aja/, karena urusan penugasan kan memang dinamis,"
ujar salah satu juru bicara Gerindra itu.
Terkait dugaan pelanggaran HAM berat Prabowo, menurut Habiburokhman,
tidak ada yang perlu dipertanyakan. Ia menegaskan nama Prabowo tidak ada
dalam kasus penghilangan paksa pelanggaran HAM berat.
"Kasus penghilangan paksa sudah jelas sudah disidang dan anggota Tim
Mawar sudah dihukum./Crystal clear/. Sama sekali nggak ada nama Pak
Prabowo di kasus itu," ujar Habiburokhman.
*Baca juga:*Gerindra Sebut Poyuono Aneh Ungkit Isu Pelanggaran HAM
Prabowo
<https://news.detik.com/berita/d-5175894/gerindra-sebut-poyuono-aneh-ungkit-isu-pelanggaran-ham-prabowo>
Justru, apabila kasus itu dibongkar, sebut dia, malah akan melanggar
asas ne bis in idem. Menurutnya, itu akan menabrak kepastian hukum.
"Kalau kasus itu dibongkar kembali tentu melanggar asas/nebis in
idem/atau mengadili perkara yang sama dua kali dan itu menabrak
kepastian hukum," ucap Habiburokhman.
*(zak/zak)*