-- 
j.gedearka <[email protected]>



https://www.antaranews.com/berita/1740861/kemendikbud-minta-daerah-segera-lapor-bop-paud-dan-kesetaraan-tahap-i




Nadiem Makariem: PAUD kunci pembangunan SDM sepanjang hayat

Rabu, 23 September 2020 10:20 WIB

Tangkapan layar - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nadiem Anwar 
Makarim dalam diskusi daring tentang komitmen konvergensi cegah kekerdilan 
(stunting) melalui peningkatan layanan Paud di Jakarta, Rabu (23/9/2020). 
ANTARA/Tangkapan layar Youtube Kemendikbud RI/pri.
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nadiem 
Anwar Makarim mengatakan pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan kunci 
pembangunan sumber daya manusia (SDM) sepanjang hayat.

"Usia dini merupakan usia emas tumbuh kembang anak, investasi pada usia dini 
merupakan investasi bernilai paling tinggi," kata dia saat diskusi daring 
tentang komitmen konvergensi cegah kekerdilan (stunting) melalui peningkatan 
layanan PAUD di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan tumbuh kembang seorang anak pada usia dini menentukan bagaimana 
kehidupan mereka selanjutnya.

Secara khusus, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI 
menempatkan penanggulangan stunting sebagai salah satu program.

Baca juga: Dana BOP PAUD dapat digunakan untuk pembiayaan honor pendidik pada 
BDR

Baca juga: Kemendikbud harap daerah gotong royong sadarkan masyarakat akan PAUD

Pada jenjang PAUD, Kemendikbud mendorong terciptanya PAUD holistik integrasi. 
Upaya tersebut diharapkan dapat menekan atau menurunkan prevalensi stunting di 
Tanah Air.

Selain itu, upaya lain yang dilakukan Kemendikbud ialah meningkatkan kualitas 
dan kompetensi para tenaga pendidik PAUD di Tanah Air.

"Guru PAUD harus sensitif gizi selain harus mampu mendorong stimulasi baik 
terkait pola makan, asuh maupun sanitasi," kata pendiri Gojek tersebut.

Secara umum, Nadiem mengatakan persoalan stunting tidak hanya menyangkut aspek 
kesehatan dan gizi buruk saja namun juga mengenai kemanusiaan yang membutuhkan 
komitmen bersama.

Upaya membangun SDM yang unggul memang tidak mudah karena harus melibatkan 
banyak pihak dari tingkat pusat hingga ke daerah, ujar dia.

Apalagi, Presiden Jokowi telah menargetkan penurunan prevalensi stunting hingga 
14 persen pada 2024. Saat ini angka prevalensi stunting Indonesia masih 
tergolong tinggi yakni 27,67 persen.

"Saya percaya dengan bergotong royong kita bisa menyiapkan manusia-manusia yang 
unggul," katanya.*

Baca juga: Kemendikbud minta daerah segera lapor BOP PAUD dan Kesetaraan Tahap I

Baca juga: Standar pendidikan untuk PAUD dan PJJ dikembangkan BSNP

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020





Kirim email ke