*https://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/23746/food_estate_bakal_diperluas_ke_papua__ntt_dan_sumsel
<https://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/23746/food_estate_bakal_diperluas_ke_papua__ntt_dan_sumsel>*

Food Estate Bakal Diperluas ke Papua, NTT dan SumselRabu , 23 September
2020 | 11:38

JAKARTA - Presiden Joko Widodo merencanakan perluasan pembangunan lahan
pangan terintegrasi (food estate) hingga ke Papua, Nusa Tenggara Timur dan
Sumatera Selatan.

Namun, kata Presiden Jokowi dalam rapat terbatas (ratas) secara virtual di
Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/9/2020), pemerintah saat ini memfokuskan
terlebih dahulu untuk pembangunan food estate di Kalimantan Tengah yakni di
Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau, serta di Sumatera Utara yakni
di Kabupaten Humbang Hasundutan.

“Ini yang ingin kita prioritaskan terlebih dahulu, meskipun juga ada
rencana akan kita lanjutkan setelah ini, sudah mulai pengerjaan di lapangan
untuk di provinsi yang lain, yaitu di Papua maupun di NTT dan di Sumatera
Selatan. Tetapi ini apa akan kita diskusikan setelah yang dua ini
betul-betul sudah bisa berjalan,” kata Presiden dalam ratas Lanjutan
Pembahasan Food Estate.

Food Estate merupakan konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara
terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan di suatu kawasan. Food
estate juga dapat menjadi lahan produksi pangan nasional, cadangan pangan,
penyimpanan dan distribusi pangan.

Presiden mengatakan untuk pembangunan lahan food estate sudah berjalan di
Kalteng dan Sumut. Namun memang terdapat beberapa kendala, yang salah
satunya terkait dengan kepemilikan lahan di wilayah yang akan
dijadikan food estate.

“Ini menimbulkan sedikit masalah. Tetapi saya yakin, dan saya minta menteri
ATR/BPN bisa segera menuntaskan ini karena ini menyangkut sebuah area yang
sangat luas,” ujar dia.

Presiden menekankan pentingnya pembangunan food estate untuk mengantisipasi
potensi krisis pangan akibat pandemi COVID-19. Hal tersebut juga sudah
beberapa kali diungkapkan Badan PBB untuk Makanan dan Pertanian (Food and
Agricultural Organization/FAO).

Selain itu, pemerintah mengembangkan food estate untuk meningkatkan
produksi pangan, agar dapat mengurangi impor komoditas pangan.

“Hal ini juga untuk mengantisipasi perubahan iklim serta juga tidak kalah
pentingnya dalam mengurangi ketergantungan kita pada impor pangan. Ini
penting,” ujar Presiden.* (E-3)*

Kirim email ke