Tekad Perantau Tionghoa Indonesia Berperan Sebagai Duta Pertukaran
Masyarakat Tiongkok-Indonesia
http://indonesian.cri.cn/20200925/8f5b6caa-4219-1747-c0dc-ca1a40523e38.html
2020-09-25 12:16:55
Perantau Tionghoa Indonesia yang Tekad Berperan Sebagai Duta Pertukaran
Masyarakat Tiongkok-Indonesia_fororder_2.
81岁高龄的杜添江老先生在介绍兴隆归侨文化(摄影:谢晓裕)
Du Tianjiang, seorang kakek yang berusia 81 tahun adalah orang terkemuka
di kecamatan Xinglong, kota Wanning provinsi Hainan Tiongkok. Du
Tianjiang membuka sebuah restoran namanya Istana di Xinglong, meskipun
umurnya sudah 81 tahun tapi nampaknya tetap mantap dan sehat, penuh
semangat.
Du Tianjiang dilahirkan di keluarga keturunan Tionghoa di Indonesia, dan
bersama sanak keluarganya pulang ke Tiongkok pada tahun 1960-an.
Sepanjang umur hidupnya, bapak Du selalu berupaya demi persahabatan dan
pertukaran budaya masyarakat Tiongkok-Indonesia, dan dihormati sebagai
Duta Pertukaran Masyarakat Tiongkok-Indonesia.
Sejak tahun 1950-an, sejumlah besar perantau Tionghoa dari berbagai
negara dan daerah turut kembali ke Tiongkok. April tahun 1960, Du
Tianjiang yang berusia 21 tahun saat itu bersama keluarganya kembali ke
Tiongkok, dan kemudian menginap di Yingde, pronvinsi Guangdong. Dua
tahun kemudian, Du Tianjiang ditugaskan untuk belajar di sekolah
pertanian perantau Tionghoa di Xinglong, pulau Hainan, dengan demikian
telah memulai kehidupannya sepanjang 50 tahun lebih di Xinglong. Beliau
turut ditugaskan sebagai guru dan kepala sekolah, dan menjabat sebagai
ketua perhimpunan buruh di perkebunan pertanian perantau Tionghoa
Xinglong. Setelah pensiun, beliau pula mengorganisir perhimpunan
perantau Tionghoa Indonesia Xinglong.
Perantau Tionghoa Indonesia yang Tekad Berperan Sebagai Duta Pertukaran
Masyarakat
Tiongkok-Indonesia_fororder_2011年2月,杜添江带领的海南兴隆华侨农场艺术团访问印尼(杜添江供图)
Puluhan tahun lalu, sejumlah besar perantau Tionghoa yang pulang dari
Indonesia, Malaysia, Vietnam turut menginap di Xinglong, dengan demikian
perkebunan pertanian perantau Tionghoa Xinglong wajarlah membentuk
sebuah komunitas perantau Tionghoa yang kembali ke Tiongkok dengan
pengintegrasian budaya mancanegara dan bangsa serta membentuk budaya
perantau Tionghoa yang unik dan beraneka ragam di kawasan Xinglong. Du
Tianjiang yang dibawa dewasa di Indonesia selalu menganggap Indonesia
sebagai kampung halaman kedua bagi dia, dan dia masih punya sejumlah
besar sanak keluarga dan teman-teman di sana, meskipun sudah kembali ke
Tiongkok, tapi koneksi emosional tetap kokoh. Sejak reformasi dan
keterbukaan Tiongkok pada tahun 1978, hubungan Tiongkok-Indonesia
semakin erat. Untuk mengembangkan budaya berciri khas perantau Tionghoa
di perkebunan Xinglong, Du Tianjiang dirinya memimpin organisasi tim
Kesenian, dan mengembangkan keahliannya di berbagai tempat, mengundang
guru mengajar lagu dan tari Asia Tenggara, dan sempat meletakkan dasar
kokoh bagi pertukaran budaya masyarakat Tiongkok-Indonesia.
Selama masa jabatannya sebagai wakil kepala perkebunan pertanian di
Xinglong, Du Tianjiang turut menyelenggarakan beberapa sesi kualih
bahasa Indonesia, demi membina keahlian bahasa Indonesia kepada usaha
pariwisata perkebunan dan kecamatan Xinglong, sementara juga membantu
perantau Tionghoa melakukan komunikasi dengan sanak keluarganya di
Indonesia. Selain itu, Du Tianjiang masih mendorong Akademi
Bahasa-bahasa Asing Luoyang dan Akademi Bahasa-bahasa Asing Wenchang
Hainan mengirim mahasiswa-mahasiswi jurusan bahasa Indonesia melakukan
prakteknya di Xinglong.
Perantau Tionghoa Indonesia yang Tekad Berperan Sebagai Duta Pertukaran
Masyarakat
Tiongkok-Indonesia_fororder_印尼前驻华大使苏德拉查(左3)访问兴隆华侨农场。杜添江(右二)(杜添江供图)
Tahun 1999, Du Tianjiang resmi pensiun. Dia telah mengorganisir
perhimpunan kaum perantau Tionghoa Indonesia Xinglong Hainan, dan pernah
memimpin rombongan kesenian berkunjung ke Indonesia, dan sempat
melakukan pertukaran budaya dan seni dengan kalangan keturunan Tionghoa
di Indonesia, disambut hangat oleh berbagai kalangan masyarakat
Indonesia. Dengan bantuan giat Bapak Du, berbagai lembaga atau rombongan
perantau Tionghoa Indonesia yang asal seluruh negeri turut berkunjung ke
“Desa Bali” di Xinglong, dalam rangka menyelenggarakan kegiatan
pertukaran budaya dan seni, membangun jembatan persahabatan.
Pengupayaan Du Tianjiaing yang selama puluhan tahun lalu telah memainkan
peranan positif kepada pergaulan bersahabat dan pertukaran budaya antar
masyarakat Tiongkok-Indonesia, Asosiasi Perantau Tionghoa RRT juga
menganugerahkan surat kehormatan Layanan 30 Tahun Kepada Perantau
Tionghoa, sementara itu Kedubes RI untuk Tiongkok pun sering mengirim
rombongan datang berkunjung ke Xinglong dan sempat memberi dukungan
kepada kegiatan terkait perantau Tionghoa Indonesia.
Du Tianjiang bersama istrinya membuka sebuah restoran ciri khas
Indonesia, Resto Istana. Pada waktu luang, Beliau kadang-kadang mengajak
beberapa teman perantau Tionghoa Indonesia duduk bersama mengopi-ngopi.
Harapannya ialah hubungan Tiongkok-Indonesia dapat terus membaik dan
bersahabat turun-temurun.
Kemenlu Tiongkok:
*Tiongkok Akan Buka Lebih Banyak “Jalur Cepat” demi Kelancaran
Kunjungan Personel*
2020-09-25 10:23:04
Kemenlu Tiongkok: Tiongkok Akan Buka Lebih Banyak “Jalur Cepat” demi
Kelancaran Kunjungan Personel_fororder_w3
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin dalam jumpa
pers kemarin (24/9) menyatakan Tiongkok akan membuka lebih banyak “jalur
cepat” untuk memudahkan kunjungan personel dan “jalur hijau” demi
kelancaran lalu lintas kargo di tengah upaya pencegahan wabah secara
efektif.
Kemenlu Tiongkok: Tiongkok Akan Buka Lebih Banyak “Jalur Cepat” demi
Kelancaran Kunjungan Personel_fororder_h1
Dilaporkan, Pertemuan Perdagangan dan Pembangunan PBB (UNCTAD) baru-baru
ini memperkirakan ekonomi global tahun ini akan mengalami kontraksi
sebesar 4,3%, tapi ekonomi Tiongkok masih akan memelihara pertumbuhan
positif. Pejabat PBB menyatakan yakin bahwa Tiongkok bisa secara stabil
memperluas skala ekonomi dalam negeri dan menciptakan peluang bagi
pemulihan ekonomi dunia.
Wang Wenbin menunjukkan Tiongkok telah mencapai hasil strategis dalam
perlawanan wabah virus corona, ekonomi berkembang stabil dan baik,
kehidupan ekonomi dan sosial terus pulih dengan stabil. Tiongkok kini
merupakan ekonomi utama pertama yang memulihkan pertumbuhan positif
sejak wabah virus corona merebak. Pemulihan ekonomi Tiongkok akan
memberikan tenaga kuat bagi pemulihan ekonomi dunia.
Wang Wenbin mengatakan bahwa Tiongkok akan membuka lebih banyak “jalur
cepat” dan “jalur hijau”, menyediakan kemudahan kepada perusahaan
transnasional. Tiongkok juga akan terus memperdalam reformasi dan
keterbukaan, memperluas akses pasar, menjamin hak legal penanaman modal
asing, membina pasar yang adil bagi perusahaan dalam dan luar negeri,
bersama-sama mendorong pencegahan wabah dan perkembangan ekonomi,
secepat mungkin mengatasi wabah dan mewujudkan kemakmuran ekonomi dunia.
Kemenlu Tiongkok: Tiongkok Akan Buka Lebih Banyak “Jalur Cepat” demi
Kelancaran Kunjungan Personel_fororder_h4
Kemenlu Tiongkok: Tiongkok Akan Buka Lebih Banyak “Jalur Cepat” demi
Kelancaran Kunjungan Personel_fororder_h6