*Jokowi: Kesembuhan Corona di RI Capai 73,5 Persen* (
https://www.sinarharapan.co/kesra/read/23930/jokowi__kesembuhan_corona_di_ri_capai_73_5_persen
 )

*https://www.beritasatu.com/anselmus-bata/kesehatan/680887/kematian-akibat-covid19-meningkat-rakyat-cuek
<https://www.beritasatu.com/anselmus-bata/kesehatan/680887/kematian-akibat-covid19-meningkat-rakyat-cuek>*

Kematian Akibat Covid-19 Meningkat, Rakyat *Cuek*

Sabtu, 26 September 2020 | 19:59 WIB
Oleh : Primus Dorimulu / AB <https://www.beritasatu.com/anselmus-bata>
[image: Sejumlah pedagang dan pembeli di Pasar Cibubur, Jakara Timur, tidak
mematuhi protokol kesehatan. Foto dibuat Sabtu, 26 September 2020.]
Sejumlah pedagang dan pembeli di Pasar Cibubur, Jakara Timur, tidak
mematuhi protokol kesehatan. Foto dibuat Sabtu, 26 September 2020. (Foto:
B1/Primus Dorimulu)

Jakarta, Beritasatu.com - "Halo, halo, halo. Pakai masker. Pakai masker.
Sudah banyak yang mati karena Covid. Jika tidak pakai masker, bukan hanya
Anda yang mati, tetapi orang lain juga," demikian suara yang keluar dari
pengeras suara.

Suara petugas Covid-19 di DKI Jakarta itu menggema di Pasar Cibubur, Sabtu
(26/9/2020) pagi. Petugas geram melihat mayoritas penjual dan pembeli tidak
mengenakan masker. Suara itu membahana berkali-kali hingga matahari di atas
ubun-ubun. Namun, bagaimana reaksi masyarakat?

"Uuuuuhhhh," sambut para pedagang pasar. "Orang mati karena sudah waktunya,
Pak. Memang kita bisa menunda kematian?" kata seorang ibu sambil menata
dagangannya.

<https://img.beritasatu.com/beritasatu/original/1601123889.jpeg>

Sesekali masker ditarik ke dagu. Sebentar-sebentar, masker dipakai kembali
dengan benar. "Pengap. Dari pagi sudah pakai masker," ujar seorang ibu
bermasker kain.

Masyarakat umumnya kurang memahami dahsyatnya daya membunuh Covid-19.
Mereka masih berpikir, virus mematikan ini seperti virus biasa.

Pandemi Covid-19 di Jakarta sudah merenggut 1.661 korban meninggal atau
2,4% dari total positif, 67.902. Yang sembuh 54.268 atau 79,9%, sedangkan
yang sedang dirawat--rawat mandiri atau di rumah sakit--sebanyak 11.973
atau 17,6%.

Angka kematian (*mortality rate*)di Jakarta, 2,4%, jauh di bawah nasional,
3,8%. *Mortality rate*Jakarta bahkan lebih kecil dari angka dunia, 3%.

Jumlah kematian akibat pandemi Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 10.308
atau 3,8% dari total kasus positif, Sabtu (26/9/2020), sedangkan total
positif Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 271.339. Yang dirawat 61.628
dan yang sembuh 199.103.

<https://img.beritasatu.com/beritasatu/original/1601123679.jpeg>

Masyarakat Indonesia perlu diberikan data lengkap tentang jumlah kematian
per tahun. Meski angka kematian per tahun di Indonesia di atas 1,6 juta,
tetapi kematian akibat Covid-19 cukup signifikan. Mereka mungkin berpikir,
kematian 10.308 orang selama enam bulan tidak seberapa besar dibanding
jumlah kematian penduduk Indonesia setahun yang pada 2019 mencapai 1,6 juta.

Meski jumlah penduduk Indonesia masih dihitung melalui Sensus Penduduk yang
dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS), worldometers.info memperkirakan
penduduk Indonesia tahun 2020 mencapai 274 juta dengan pertumbuhan 1,2%
atau sekitar 3,5 juta setelah dikurangi kematian sekitar 1,7 juta penduduk.

<https://img.beritasatu.com/beritasatu/original/1601123839.jpeg>

Kematian penduduk disebabkan oleh usia tua dan ini yang terbanyak. Ada juga
kematian karena bencana dan kecelakaan. Namun, peringkat kedua setelah usia
tua adalah kematian karena berbagai penyakit.

Data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKI Jakarta menunjukkan jumlah
kematian penduduk akibat usia lanjut paling banyak terjadi selama tiga
tahun (2017-2019), yaitu 138.450 orang. Jumlah paling banyak kematian
terjadi pada 2019, yaitu 48.343 orang.

Penyebab kedua kematian di Jakarta adalah kelelahan, penyakit jantung, dan
sebagainya, sebanyak 5.239 selama tiga tahun.
Terbanyak terjadi pada 2017, yaitu 2.204 orang, sedangkan penyebab kematian
karena wabah penyakit mencapai 1.182.

Pemerintah disarankan memberikan data lengkap kematian per tahun per
wilayah dan semuanya diperinci berdasarkan penyebab. Semua data tentang
kematian disampaikan terpusat. Setiap pasien memiliki rekam medis di
puskesmas dan rumah sakit yang selanjutnya disampaikan ke
*dashboard*Kementerian
Kesehatan.

Kirim email ke