Komitmen Tiongkok Sebagai Negara Besar Yang Bertanggung Jawab

http://indonesian.cri.cn/20200926/b2073aa7-d44d-661f-9f42-ec302f9bb9a4.html
2020-09-26 14:02:04
Tiongkok Tunaikan Komitmen sebagai Negara Besar Yang Bertanggung Jawab_fororder_xidebat <http://indonesian.cri.cn/20200926/b2073aa7-d44d-661f-9f42-ec302f9bb9a4-2.html>

Pada 2015 silam, Presiden Tiongkok Xi Jinping menyampaikan pidato di KTT Pembangunan PBB dan secara khidmat mengumumkan, Tiongkok berjanji akan mengimplementasi Agenda Pembangunan 2015 sebagai tanggung jawabnya, bersatu padu untuk mendorong usaha pembangunan global terus maju ke depan!

Tiongkok Tunaikan Komitmen sebagai Negara Besar Yang Bertanggung Jawab_fororder_lian9

Lima tahun sudah lewat sejak itu. Tiongkok telah menunaikan komitmennya sebagai negara besar yang bertanggung jawab. Pada 2015, Tiongkok mendirikan Yayasan Bantuan Kerja Sama Selatan-Selatan. Pada 2016, Tiongkok meningkatkan kerja sama dengan PBB dengan mendirikan Yayasan Pembangunan dan Perdamaian Tiongkok-PBB dengan skalanya sebesar 1 miliar dolar AS. Pada 2017, Tiongkok membentuk Pusat Intelektual Pembangunan Internasional Tiongkok. Pada 2018, Tiongkok menyumbangkan dana sebesar 2 juta dolar AS kepada Yayasan Perwalian Reformasi. Pada 2019, Forum Pembangunan Berkelanjutan pertama digelar di Tiongkok. Pada 2020, Tiongkok menyediakan bantuan tunai sebesar 50 juta dolar AS kepada WHO untuk menangani pandemi COVID-19. Dalam pidatonya di depan Konferensi Majelis Kesehatan Dunia ke-73 yang digelar secara virtual, Xi Jinping mengumumkan Tiongkok akan memberikan bantuan sebesar 2 miliar dolar AS kepada WHO dalam waktu dua tahun mendatang.

Itulah performa Tiongkok yang patut dipuji untuk mendorong pembangunan bersama secara global. Di bidang pengentasan kemiskinan dan pembangunan berkelanjutan, Tiongkok telah mewujudkan target pengentasan kemiskinan untuk semua penduduk di pedesaan menurut standar yang berlaku sekarang seperti apa yang dijadwalkan. Di samping itu, Tiongkok berusaha membangun platform pembangunan untuk berbagi peluang perkembangan dengan semua negara melalui implementasi inisiatif Sabuk dan Jalan.

Komitmen khidmat dari Tiongkok telah memperlihatkan citra Tiongkok sebagai negara besar yang bertanggung jawa. Dengan tindakannya yang riil, Tiongkok terus mendorong pembentukan komunitas senasib sepenanggungan manusia. Perlakuan Tiongkok berkontras tajam dengan sejumlah negara Barat yang nekat memprioritaskan kepentingan dirinya sendiri tanpa mengindahkan kepentingan negara lain.



 Pesan secara Daring dan Ambil secara Mandiri,


 Layanan Sarapan Khusus untuk Masyarakat

http://indonesian.cri.cn/20200926/b90a1bca-d5e7-eb37-1943-d7a767807aed.html
2020-09-26 13:55:51

Pagi-pagi bangun lalu terburu-buru masuk kerja tanpa waktu makan sarapan. Itulah pengalaman yang lazim dijumpai karyawan yang hidup di kota-kota besar. Baru-baru ini Shanghai merilis 18 kebijakan yang mendukung layanan sarapan dengan pola yang baru, yakni konsumen memesan sarapan secara daring dan mengambil pesanannya dari angkrinan atau gerobak maupun rak dapur yang tersedia di dekat terminal moda transportasi umum. Total 100 angkringan akan diberikan lisensi untuk beroperasi di pinggir jalan sebelum akhir September mendatang.

Nyonya Wang adalah seorang karyawan yang termasuk kelompok pekerja kerah putih. Dengan mengklik fitur layanan sarapan via ponsel dua stasion lebih awal , ia akan terjamin langsung ambil pesanannya dari rak dapur yang letak di dekat pintu keluar metro dengan memindai kode QR. Variasi hidangan juga bermacam-macam, dari martabak, bakpao hingga kue dadar, semuanya tanggung hangat dan segar. Rak dapur itu memiliki fungsi isolator sehingga akan terjamin hidangan hangat biarpun diambil terlambat.

Wang Xiaorong, warga kota Shanghai:

“Pemesanan dapat dilakukan melalui aplikasi ponsel. Misalnya saya memesan makanan sesuai dengan jarak perjalanan dan waktu yang dibutuhkan, lalu langsung ambil setelah tiba di destinasi. Layanan ini telah mengesampingkan kontak antar pelayan dan konsumen, jadi hidangannya akan lebih lega untuk dikonsumsi.”

Warga Shanghai: “Bisa ambil langsung lho, tepat pada waktunya.”

Tidak perlu antre dan ambil langsung setibanya. Hal ini akan menghemat 5 menit bagi mereka yang terburu-buru masuk kerja. Itulah pola baru “pesan secara daring dan ambil secara mandiri” yang diluncurkan kota Shanghai untuk memudahkan masyarakat menyantap sarapan. Menurut rencana, akan dibangun 100 rak dapur serupa sepanjang rute metro di kota Shanghai sebelum akhir tahun ini.

Di sekitar sebuah mall di Jalan Changning, sebuah gerobak layanan sarapan berwarna hijau tengah sibuk memasak pancake yang siap diambil oleh konsumen yang sudah memesan melalui fitur aplikasi WeChat. Sebelum akhir September, 100 angkringan serupa akan beroperasi di pinggir jalan atas perizinan pemerintah.

Warga Shanghai: “Dulu tempat makan sarapan tidak banyak. Gerobak ini sangat memudahkan kami dengan sarapan.”

Pemilik gerobak, Chen Xi:“Kalau untuk layanan sarapan, gerobak ini banyak yang beroperasi di dekat terminal transportasi umm, misalnya di dekat kereta api bawah tanah. Kalau pada siang, angkringan ini akan berpindah ke dekat gedung perkantoran dan taman industri. Pada malam, gerobak ini akan muncul di lapangan yang menjadi pusat rekreasi masyarakat.”

Kini pemerintah Shanghai masih berusaha membina platform berbagi layanan sarapan dengan harapan para konsumen akan menikmati layanan “satu pintu” yang terintegrasi. Apalagi variasi dagangan yang disediakan di gerai-gerai juga akan diperluas.


Kirim email ke