Xi Jinping dan PM Jepang Gelar Pembicaraan via Telepon
http://indonesian.cri.cn/20200926/8cf830b4-8aa4-be3a-b914-11c8949c2462.html
2020-09-26 10:09:38
Presiden Tiongkok Xi Jinping dana Perdana Menteri Jepang Suga Yoshihide
menggelar pembicaraan via telepon pada Jumat malam (25/9).
Xi Jinping mengatakan, Tiongkok dan Jepang adalah negara tetangga dekat
dan mitra kerja sama, sekaligus negara penting Asia dan dunia. Kedua
pihak mempunyai kepentingan bersama dan ruang kerja sama yang luas.
Melalui upaya kedua belah pihak, hubungan Tiongkok-Jepang pada
tahun-tahun terakhir telah pulih kembali ke jalur yang tepat dan
menunjukkan momentum yang positif. Tiongkok bersedia berupaya bersama
pemerintah baru Jepang berpedoman pada prinsip-prinsip yang tercantum
dalam empat dokumen politik Tiongkok-Jepang, dengan sebaik-baiknya
menangani masalah-masalah sensitif termasuk masalah sejarah, terus
meningkatkan kepercayaan politik, memperdalam kerja sama saling
menguntungkan, memperluas pertukaran sosial dan budaya, dan berupaya
membina hubungan bilateral yang sesuai dengan permintaan era baru.
Xi Jinping menegaskan, Tiongkok dan Jepang memikul tanggung jawab
memelihara perdamaian dan kestabilan dunia. Kedua pihak hendaknya
berpegang teguh pada gagasan komunitas senasib sepenanggungan manusia,
aktif memprakarsai dan mengimplementasi multilateralisme, dengan tegas
memelihara ketertiban internasional dan sistem internasional yang
berintikan pada PBB. Kedua pihak hendaknya meningkatkan komunikasi,
koordinasi dan kerja sama dalam kerangka lembaga multilateral dan
mekanisme kerja sama regional, bergandengan tangan menghadapi tantangan
global, dan memberikan kontribusi positif bagi kemakmuran dan
pembangunan kawasan Asia.
Suga Yoshide menyatakan, Jepang menaruh perhatian besar pada Tiongkok,
dan memandang hubungan Jepang-Tiongkok sebagai salah satu hubungan
bilateral yang paling penting. Kedua negara saling mendukung dalam
perlawanan wabah virus corona. Hubungan Jepang-Tiongkok yang stabil
tidak hanya sesuai dengan kepentingan rakyat kedua negara, juga sangat
krusial bagi perdamaian dan kemakmuran dunia. Suga Yoshihide menyatakan
akan meningkatkan komunikasi dengan Presiden Xi Jinping, meningkatkan
kerja sama ekonomi dan perdagangan kedua negara, mendorong hubungan
antar masyarakat dan hubungan Jepang-Tiongkok. Jepang bersedia
meningkatkan komunikasi dengan Tiongkok untuk menyelesaikan
penandatanganan RCEP dalam tahun ini, mendorong perundingan terkait zona
perdagangan bebas Jepang-Tiongkok-Korsel guna bersama-sama memelihara
kestabilan rantai industri dan rantai pasok regional.
Tiongkok Desak AS Segera Hentikan Fitnahan terhadap Lembaga Konsuler
Tiongkok di AS
http://indonesian.cri.cn/20200926/c4176842-e41c-3a3a-eec1-778e2af83e87.html
2020-09-26 10:12:27
Tiongkok Desak AS Segera Hentikan Fitnahan terhadap Lembaga Konsuler
Tiongkok di AS_fororder_wKgACl8Szn2AeZwIAAAAAAAAAAA002.812x534
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin kemarin (25/9)
mengatakan, Tiongkok mendesak AS segera menghentikan fitnahan terhadap
lembaga konsuler Tiongkok dan stafnya di AS.
Diberitakan, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo hari Kamis lalu (24/9)
mengatakan kepada media bahwa sebab AS menutup Konsulat Tiongkok di
Houston karena stafnya terlibat dalam kegiatan spionase, dan kegiatan
yang disponsori Konsulat Jenderal Tiongkok di New York juga telah
melampaui batas diplomatik yang normal, mirip kegiatan mata-mata, dan
diperkirakan Departemen Kehakiman AS akan mengajukan lebih banyak
gugatan atas hal itu.
Menanggapi pemberitaan tersebut, Wang Wenbin menunjukkan, tuduhan Mike
Pompeo itu sama sekali adalah fitnahan dengan maksud yang jahat.
Wang Wenbin menunjukkan, lembaga-lembaga konsuler Tiongkok di AS,
termasuk Konjen di New York beserta petugasnya selalu menaati Konvensi
Hubungan Diplomatik Wina, Konvensi Hubungan Konsuler Wina dan Perjanjian
Konsuler Tiongkok-AS. Mereka melakukan kontak dengan berbagai kalangan
AS demi menunaikan tugas yang normal dan sama sekali tidak boleh
dipersalahkan. Tiongkok mendesak AS segera menghentikan fitnahan
terhadap lembaga-lembaga konsuler Tiongkok di AS, tidak lagi
memutarbalikkan fakta, dan dengan sungguh-sungguh melaksanakan peraturan
yang tertuang dalam Perjanjian Kekonsuleran Tiongkok-AS serta
kewajibannya menurut hukum internasional, memberikan kemudahan bagi
lembaga konsuler dan staf Tiongkok untuk menunaikan tugasnya. Tiongkok
akan memberikan respons seperlunya sesuai dengan perkembangan situasi.