*Hahahaa, .... ternyata tulisan lama dibawah ini HOAX! BUKAN Tulisan
Dahlan Iskan, ...*
*https://www.disway.id/r/587/bukan-tulisan-dahlan-iskan*
kh djie [email protected] [GELORA45] 於 2020/9/28 下午 09:11 寫道:
Opini dari Dahlan Iskan
MENYEMBAH TUHAN, MENGABAIKAN KEMANUSIAAN
Pagi ini Djarum Group memasang iklan kemasyarakatan 4 halaman di Jawa
Pos, 50 thn melayani negeri dengan segudang prestasi.
Selain telah melahirkan atlet Bulu Tangkis kelas dunia, 11 diantaranya
mempersembahkan medali olimpiade, dan telah membina 5.000 atlet sejak
1969.
Menanam 2 jt pohon pada pinggir jalan sepanjang 2.307 km di
Jawa-Madura yg bisa menyerap 2,9 jt ton CO2.
Beasiswa Plus untuk 11 ribu anak didik, 52.000 org mendapat rawatan
medis gratis, 28.000 org mendapat bantuan air bersih, dan banyak lagi,
selain tentunya pekerja yg menggantungkan hidupnya bekerja di pabrik
rokok djarum ( rokok antara mematikan dan membuat kehidupan ).
Djarum, identik dengan Hartono sang pendiri, yang sekarang juga
memiliki BCA group, dia adalah orang terkaya di Indonesia bersama
orang kaya lainnya dengan segala macam kiprahnya dan dengan segala
macam kurang-lebihnya, yang pasti sebagian besar mereka telah berbuat
nyata untuk sesama, dalam konteks kemanusiaan tanpa embel-embel rayuan
surga dan kawin 4 sampai 5.
Hablum minannas mereka jalankan dengan tanpa pamrih apakah mereka
mendapat hadiah dari Tuhan, mereka hanya mengerti kemanusiaan adalah
sebuah kewajiban yg harus dijalankan, bukan cuma cuap-cuap, tapi tak
bersikap, apalagi sigap.
Terbayang ributnya soal izin gereja, pembubaran orang beribadah di
halaman terbuka karena ijin gereja tak kunjung tiba, Indonesia punya
pancasila, kita mengaku pemilik surga, tapi gereja dianggap monster
yang menakutkan, mengaku beriman tapi takut setan.
Teriakan sinis terus membanjiri kanan kiri kehidupan beragama kita,
seolah kita lupa ada tauladan dan terus kita shalawatkan, tapi
ajarannya ada yg diabaikan, apakah Rasullulah pernah berbuat tak adil
kepada pemeluk agama lain, kita bangga menyeritakan Rasullulah setiap
jumat menyuapi seorang Yahudi buta sampai dia wafat, kita bangga
dengan Piagam Madinah, konstitusi pertama didunia yang banyak
mengilhami demokrasi negara didunia, tapi kita abai menjalankannya,
karena sejujurnya kita cuma mengelus kulitnya, lupa isinya.
Teriakan rasis lainnya terus disemburkan kepada etnis Cina, bahkan
stigma ketidaksukaan itu digandengkan dengan Jokowi sebagai keturunan
Cina, pendukung Cina, dan anti ulama.
Mereka lupa belanja di toko 212, 90% produk dari pabrik orang Cina,
mereka lupa 80 % perputaran ekonomi Indonesia di pegang orang Cina,
pabrik kacang saja yg punya Cina, ini semua akibat lupa sejarah dan
titah Rasullulah, BELAJARLAH SAMPAI KENEGRI CINA, Walisongo konon 3
diantaranya orang Cina, islam masuk Nusanatara juga Cina yg ikut
menyebarkannya, tapi memang kita ini lucu bin culun, benci sama Cina,
LIUS DIJADIKAN ULAMA, ROCKY GERUNG DIJADIKAN RUJUKAN, terus kita bisa
apa.
Ya, kita punya kebanggaan penganut agama yg digdaya, punya surga,
istri dimana-mana, ribut semua mau syariah, tapi pelit bersedekah,
mayoritas tapi tak berkualitas, ada ulama panutan, suka dengan ustadz
karbitan, ada ilmu rujukan, suka ceramah cengengesan, populasi
dominan, prestasi pinggir jalan.
Ah,..ngomongin kalian memang tak ada habisnya, gayanya semua rujukan
dari Tuhan, didepan mata urusan kemanusiaan kalian abaikan, baru
pulang berhaji ceritanya menakjubkan, tapi lupa di Yaman banyak orang
mati kelaparan.
Bagaimana menuju yang vertikal kalau lupa yg horizontal, Tuhan tidak
kemana-mana karena Dia ada arsyNya, dan semua kita kembali kepadaNya,
tapi manusia sebagai lahan saling iling bukan tempat kita berpaling.
Jadi kalau sampean mau masuk surga, urusin saja manusia sebagaimana
seharusnya, jangan takut dengan agamanya, jangan kecut dengan rumah
ibadahnya, amat sangat lucu prilaku kita, benci dan takut dengan
orangnya, tapi kita makan Indomienya, kita hisap rokoknya, dan
menenteng oleh-oleh Lumpia, yg dibuat orang Cina, hahaha
SELAMAT UNTUK DJARUM GROUP YG TELAH MENGABDI UNTUK INDONESIA, MAAFKAN
KAMI YG MASIH MENIKMATI MAKIAN DIPINGGIR JALAN.
DJARUM MEMANG SUPER, KAMI CUMA BAPER.
Dahlan Iskan.