http://tabaos.id/mcc-desak-polda-maluku-segera-ungkap-dugaan-dan-motif-penculikan-aktivis-di-ambon/


MCC Desak Polda Maluku Segera Ungkap Dugaan dan Motif Penculikan Aktivis di
Ambon

By

 *Redaksi <http://tabaos.id/author/redaksi/> *03/09/202

<https://i1.wp.com/tabaos.id/wp-content/uploads/6940170E-3B2D-4242-B756-31278BD39836.jpeg?fit=1083%2C656>Direktur
MCC, Ikhsan Tualeka, saat memberikan keterangan tahun 2018 terkait kasus
pelanggaran HAM.(dok.tabaos.id)

*TABAOS.ID <http://TABAOS.ID>,-* Seperti diberitakan media, dan disampaikan
oleh sejumlah aktivis yang menghubungi *tabaos.id <http://tabaos.id>, *malam
(02/09), bahwa ada penculikan terhadap salah satu aktivis. Peristiwa
tersebut mendapat tanggapan keras dari Maluku Crisis Center (MCC).

Direktur MCC, Ikhsan Tualeka dihubungi jurnalis media ini (03/09)
mengatakan, jika benar dugaan itu, atau penculikan itu benar-benar terjadi,
tidak saja merupakan kemuduran dalam demokrasi dan pemajuan HAM, tapi juga
mencerderai amanat reformasi, mengancam kebebasan sipil.

“Saya kira, bila telah sampai pada level penculikan dengan acaman atau
bahkan dengan kekerasan, terhadap aktivis, tentu sangat tidak dibenarkan.
Ini fatal, bukan saja adalah pelangggaran hukum tapi mengancam demokrasi,
HAM dan kebebasan sipil”, tegas Tualeka.

Menurutnya, pihak penculik harus segera mengembalikan aktivis tersebut,
pihak berwajib juga mesti segara bekerja menemukan korban penculikan dan
mengungkap motif dibaliknya. Bisa jadi ada kaitannya dengan situasi dan
dinamika politik lokal.

“Saya tidak mau berspekulasi, tapi kan aktivis yang diduga telah diculik
itu bersama rekan-rekannya baru selesai melakukan unjuk rasa di hari itu,
akan sangat mungkin publik mengkaitkannya, karena itu tentu perlu diungkap
lebih lanjut,” desak Tualeka.

Menurutnya, rata-rata kasus penculikan atau pengambilan paksa aktivis
selalu ada kaitannya dengan kepentingan dan situasi politik. Apapun
alasannya ini tidak dapat dibenarkan. Kasus ini dapat menjadi preseden
buruk jika tidak ditangani secara serius.

“Sekali lagi, saya secara pribadi dan kelembagaan, mendesak Kepolisian
Daerah Maluku, untuk mengusut dan mengungkap kasus ini. Korban harus segera
ditemukan dan dibebaskan, para pelaku segara diproses dan diungkap
motifnya”, harapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya oleh *ameksOnline*. Seorang mahasiswa
diculik 4 OTK menggunakan parang pada 2 September 2020. Aktivis yang
diculik adalah Muhammad Syahrul Wadjo.

Ia diculik di lingkungan Kampus Universitas Pattimura, sekira pukul 22.20,
Rabu (2/9) malam. Kader HMI ini diduga dijemput paksa oleh empat orang
dengan menggunakan mobil.

Informasi yang berhasil dihimpun *ameksOnline*, saat itu Syahrul baru saja
meninggalkan rekan-rekannya dari Komisariat HMI Fakultas Hukum (Fakum)
Unpatti. Mereka Rabu (2/9) siang baru melaksanakan demo di Kantor Gubernur.
Demo itu berakhir ricuh. Namun tak ada massa aksi yang ditahan.

Malamnya mereka berkumpul lagi di komisariat HMI Fakum. Dari Fakum dia
menyusuri jalan menjuí Fakultas Ekonomi. Di tengah jalan masih dalam
lingkungan kampus, dia dihadang oleh sebuah mobil. Keluar empat orang
lelaki menggunakan masker, berbadan besar.

“Mereka juga memegang parang,” kata rekan Syahrul, Fadhel Rumakat.
Sayangnya, Fadhel dan sejumlah rekannya tidak bisa melihat para pelaku,
karena lampu mobil diarahkan ke mereka. “Jadi kami tidak bisa melihat
mereka,” tambah Fadhel.

Fadhel mengaku, hanya mendengar Syahrul teriak minta tolong. “Beta minta
ampun, jang potong beta,” kata Fadhel menirukan teriakan korban. Korban
lantas dibawa menggunakan mobil itu. Mereka melaju keluar kampus.

Fadhel dan sejumlah rekannya akan melapor kasus ini ke Polresta Ambon atau
Polsek Teluk Ambon. “Malam ini kami akan lapor. Karena keberadaan rekan
kami sampai saat ini belum diketahui,” pungkas Fadhel.

Aksi penculikan ini disesalkan sejumlah aktivis. Mereka mengutuk keras apa
yang dilakukan. Bagi mereka ini bentuk intimidasi premanisme. Karena itu,
polisi diminta mengusut kasusnya hingga tuntas. Motif kasus harus
diungkap.*(AHA/ameksOnline/T03/tabaos.id
<http://tabaos.id>).*

Kirim email ke