https://nasional.kontan.co.id/news/bank-dunia-pesimistis-proyeksi-ekonomi-indonesia-minus-2-di-akhir-2020#utm_source=kontan.co.id&utm_medium=kgnotif&utm_campaign=bank-dunia-pesimistis-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-diprediksi-minus-2-di-2020&message_id=1ceac0a2-024a-445c-b1b6-04d6e16730ff&received_count=1



*Bank Dunia pesimistis, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi minus 2%
di 2020*


Selasa, 29 September 2020 / 13:41 WIB


Reporter: *Yusuf Imam Santoso* | Editor: *Anna Suci Perwitasari*


*KONTAN.CO.ID <http://KONTAN.CO.ID> - JAKARTA*. Bank Dunia memprediksi
pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2020 bisa kontraksi antara
1,6% hingga 2% secara tahunan yoy. Proyeksi ini lebih buruk dari konsensus
yang dikeluarkan pada Juni lalu, yakni 0%.

Bank Dunia beralasan, kontraksi ekonomi Indonesia terjadi karena penanganan
pandemi dari sisi kesehatan belum maksimal.

*Chief Economist for East Asia and Pasific *World Bank Aaditya Mattoo
menjelaskan, pemerintah Indonesia belum sukses mengatasi pandemi virus
corona. Menurut dia, Indonesia adalah salah satu negara di kawasan Asia
Pasifik yang belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan ekonomi dalam waktu
dekat.

Mattoo bahkan menyebut kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB)
yang diterapkan pemerintah setempat, kurang efektif. Sehingga justru
memperburuk *outlook *pemulihan ekonomi Indonesia.

*Baca Juga: **Wamenkeu Suahasil: Ekonomi kuartal III-2020 akan membaik
<https://nasional.kontan.co.id/news/wamenkeu-suahasil-ekonomi-kuartal-iii-2020-akan-membaik>*

“Indonesia belum menerapkan isolasi secara ketat, dan nampaknya lebih
mengandalkan kebijakan-kebijakan yang lebih ringan,” kata Matto dalam
Konferesi Pers via daring, Selasa (29/9).

Alhasil, Bank Dunia memprediksi pemulihan ekonomi Indonesia akan lebih
lambat dibandingkan dengan negara lain di kawasan Asia Pasifik. Mattoo
menambahkan, ekonomi di negara Asia Pasifik seperti Filipina sudah mulai
berjalan, meski tekanan sentimen *demand *global masih menghantui di
sepanjang tahun ini.

Lebih lanjut dia bilang, untuk menjaga ekonomi Indonesia di tahun ini,
pemerintah perlu melakukan reformasi fiskal, dengan memperbesar belanja.
Utamanya, digunakan untuk stimulus perlindungan sosial.

Dalam situasi pandemi seperti ini, perlindungan sosial memberikan dampak
nyata terhadap ekonomi dalam negeri. Dus, memitigasi dampak langsung dari
krisis serta membantu para pekerja yang terdampak pandemi, terutama kepada
masyarakat miskin dan menengah.

Adapun Bank Dunia memprediksi ekonomi negara-negara di kawasan Asia Pasifik
secara rata-rata kontraksi 0,9% hingga 3,5% di akhir tahun ini. “Negara di
kawasan Asia Timur dan Pasifik perlu memperkuat reformasi di bidang
perdanganan, terutama sektor layanan yang masih diberikan perlindungan,
sektor keuangan, transportasi, dan komunikasi,” ujar Mattoo.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan,
proyeksi pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2020 bakal
minus 0,6% yoy bahkan bisa kontraksi hingga 1,7% yoy.

*Baca Juga: **Penjelasan Gubernur BI terkait kelanjutan burden sharing
<https://nasional.kontan.co.id/news/penjelasan-gubernur-bi-terkait-kelanjutan-burden-sharing>*

Proyeksi pemerintah di akhir tahun ini sejalan dengan beberapa lembaga
internasional yang meramal ekonomi Indonesia berada di zona negatif antara
lain The Organization for Economic Co-operation and Development (OECD)
-3,3%, Asian Develompment Bank (ADB) -1%, Bloomberg -1%, International
Monetay Fund (IMF) kontraksi 0,3%.

“*Negative teritory *akan terjadi di kuartal III dan mungkin masih
berlangsung di kuartal IV yang kita upayakan akan tetap dekat dengan 0% di
level positif. Semua forecast ini bagaimana perkembangan kasus Covid-19 dan
mempengaruhi pertumbuhan ekonomi,” kata Sri Mulyani dalam Konferensi
Pesr APBN, Selasa (22/9).


*Selanjutnya: **W**orld Bank proyeksi pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia
Timur dan Pasifik hanya 0,9%*
<https://internasional.kontan.co.id/news/world-bank-proyeksi-pertumbuhan-ekonomi-di-kawasan-asia-timur-dan-pasifik-hanya-09?_ga=2.200632174.1702041815.1600938117-637249858.1597638739>

Kirim email ke