*Dosa orang tua ditanggung aoleh anak cucu. Kutukan zaman!*

https://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/24244/didik__utang_pemerintah_jadi_beban_berat_generasi_mendatang
*Didik: Utang Pemerintah Jadi Beban Berat Generasi Mendatang*

Kamis , 01 Oktober 2020 | 20:31


JAKARTA--Utang pemerintah yang terus meningkat dalam beberapa tahun
terakhir, termasuk pada tahun ini untuk penanganan pandemi Covid-19, akan
menjadi beban yang besar bagi generasi mendatang.

Ekonom Senior Institute For Development of Economics and Finance (Indef)
Didik J. Rachbini mengatakan peningkatan utang pemerintah yang naik
signifikan mulai terjadi pada era Presiden Joko Widodo saat ini.


Didik mencontohkan, jumlah utang Indonesia pada 2019 mencapai sekitar Rp921
triliun, Rp275 triliun untuk membayar bunga utang dan Rp475 triliun untuk
membayar pokok utang. Padahal, utang pada era pemerintahan Susilo Bambang
Yudhoyono (SBY) tidak lebih dari Rp500 triliun.

"Jadi setiap tahun ke depannya Indonesia bayar utang kira-kira Rp1.000
triliun, ini 1.500 persen dari anggaran untuk pendidikan, katanya, Kamis
(1/10).

Oleh karena itu, Didik mengatakan Presiden Indonesia yang akan datang akan
tertimpa tangga utang karena jumlah utang yang diwariskan sangat besar.
"Siapapun yang jadi presiden akan terjerat utang, warisan dari presiden
sekarang, tuturnya.


Didik mengatakan, dengan penerimaan pemerintah yang tidak cukup membiayai
belanja negara, defisit primer APBN sangat tinggi. Sehingga pemerintah
berutang untuk menutup biaya belanja dan membayar utang.

Dikutip dari Bisnis.com, tingginya utang tersebut dinilai akan berimplikasi
pada ekonomi secara keseluruhan. "Rezim ini rezim yang berutang dan nanti
akan menjerumuskan fiskal kita lebih terpuruk, jelasnya.

Kirim email ke