*https://www.harianaceh.co.id/2020/09/30/keselamatan-lebih-dibutuhkan-dibanding-pesta-demokrasi-yang-membusuk/*
<https://www.harianaceh.co.id/2020/09/30/keselamatan-lebih-dibutuhkan-dibanding-pesta-demokrasi-yang-membusuk/>


*Keselamatan Lebih Dibutuhkan Dibanding Pesta Demokrasi Yang Membusuk*

 *Redaksi HAI* <https://www.harianaceh.co.id/author/redaksi/>

 Rabu, 30/09/2020 - 19:45 WIB
<https://www.harianaceh.co.id/2020/09/30/keselamatan-lebih-dibutuhkan-dibanding-pesta-demokrasi-yang-membusuk/>



*Jakarta* – Tingginya penularan dan angka kematian akibat Covid-19 menjadi
alasan kuat untuk menunda pilkada 2020. Selain itu, Covid-19 juga telah
berdampak pada sisi sosial dan ekonomi

Atas dasar itu, Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum, HAM, dan Kebijakan
Publik Busyro Muqoddas menilai kebutuhan dasar rakyat saat ini bukanlah
politik, melainkan keselamatan dan kesehatan.

“Kebutuhan mendasar rakyat sekarang ini adalah kesehatan dan keselamatan
jiwa daripada pelaksanaan Pilkada 2020 bulan Desember,” kata Busyro
Muqoddas dalam webinar bertajuk ‘Pilkada Berkualitas Dengan Protokol
Kesehatan: Utopia Atau Realita?’ oleh Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik
PP Muhammadiyah, Rabu (30/9).

Selain itu, gelaran pilkada di tengah pandemi juga dikhawatirkan
memunculkan konflik horizontal. Pasalnya berdasarkan pengalaman, potensi
konflik nyaris tak terelakkan dalam setiap pesta demokrasi lima tahunan itu..

“Kebutuhan mendasar rakyat itu agar mereka terhindar dari bentrok konflik
horizontal. Dari Pemilu ke Pemilu, Pilkada ke Pilkada, kita mengikuti tidak
mungkin tidak ada bentrok. Itulah yang harus dihindari ketika bentrok
terjadi, interaksi dan bagaimana bentrok harus pakai masker? Bentrok mesti
harus full contact dan itu berbahaya sekali,” tekannya.



Hal lain yang tidak kalah penting, lanjut mantan Wakil Ketua KPK itu yakni
masalah politik transaksional yang semakin vulgar dan disetir oleh
pihak-pihak yang berkepentingan.


“Semakin vulgarnya dominasi cukong sebagai rentenir politik dalam proses
pembusukan demokrasi, yaitu demokrasi pilkada yang akan memperkuat praktik
money politic. Hasilnya apa? Hasilnya praktik demokrasi yang liberal
transaksional,” pungkasnya.

Selain Busyro Muqoddas, hadir secara virtual dalam webinar tersebut antara
lain; Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Komisnioner KPU Ilham Saputra,
Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini, Wakil Ketua Eksternal Komnas
HAM Amiruddin Al-Rahab.

Kemudian, Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono,
Perwakilan Ditjen Otda Kemendagri Saydiman, dan Anggota Bawaslu Rahmat
Bagja. (Rmol
<https://politik.rmol.id/read/2020/09/30/454534/busyro-muqoddas-keselamatan-lebih-dibutuhkan-dibanding-pesta-demokrasi-yang-membusuk>
)

Kirim email ke