*Mengapa tidak sekaligus diberi meriam dan tank untuk memberantas mereka
yang disebut mafia? Berita mafia ini bukan baru sudah bertahun-tahun
lamanya. Bukan saja mafia Migas, tetapi katanya ada juga mafia beras, mafia
gula, mafia cabe dan bahkan garam. Mengapa mereka tidak bisa diberantas
sekalipun sudah lama bercokol dan beroperasi. Agaknya tidak sulit menjawab
pertanyaan demikian, karena rezim neo-Mojopahit juga terdiri dari mafiaoso.
Jadi kalau dipropagandakan untuk memberatas seperti diberitakan mau menyapu
lantai dengan sapu yang kotor. NKRI tidak lain dari singkatan Negara
Koruptor Republik Indonesia. hehehehehehe*


https://industri.kontan.co.id/news/berantas-mafia-bbm-ppns-bph-migas-akan-dibekali-senjata-api-buatan-pindad


*Berantas mafia BBM, PPNS BPH Migas akan dibekali senjata api buatan Pindad*


Minggu, 04 Oktober 2020 / 09:12 WIB


Reporter: *Dimas Andi* | Editor: *Khomarul Hidayat*

*KONTAN.CO.ID <http://KONTAN.CO.ID> - BANDUNG*. Tim dari Badan Pengatur
Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melakukan kunjungan kerja ke PT
Pindad (Persero) di Bandung, Jumat (2/10) lalu. Kunjungan tersebut
merupakan bagian dari keinginan BPH Migas untuk membekali penyidik pegawai
negeri sipil (PPNS) BPH Migas dengan senjata api dalam rangka pengawasan
bahan bakar minyak (BBM).

Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa menyampaikan, pembekalan senjata api
ini dilakukan untuk perlindungan diri dan juga agar para PPNS semakin
percaya diri, kuat mental, dan berani dalam memberantas mafia migas. Untuk
itu, BPH Migas memandang perlunya kerjasama dengan Pindad dalam pengadaan
senjata api tersebut.


sal tahu saja, BPH Migas dalam kaitannya sebagai lembaga yang bertugas
melakukan pengawasan distribusi BBM, saat ini memiliki 30 PPNS.

“Kami ingin penyidik kami yang berjumlah 30 orang ini yang telah mengikuti
pendidikan dan pelatihan di Lemdiklat Polri Diklat Reserse Megamendung dan
telah dilantik oleh Kemenkumham dibekali senjata yang sesuai agar semakin
berani dalam memberantas para mafia BBM,” ujar Ifan, sapaan untuk M..
Fanshurullah Asa dalam siaran pers di situs BPH Migas, Minggu (4/10).

*Baca Juga: **SKK Migas proyeksikan investasi membaik di 2022
<https://industri.kontan.co.id/news/skk-migas-proyeksikan-investasi-membaik-di-2022>*

Ifan menambahkan, saat ini pelanggaran dalam kegiatan hilir migas semakin
meningkat baik BBM subsidi maupun nonsubsidi. Di antaranya berupa
pengoplosan BBM, penyalahgunaan atau penyelewengan BBM subsidi, modifikasi
tangki BBM, dan usaha ilegal, izin palsu, atau izin kadaluarsa namun masih
melakukan kegiatan usaha.

Berdasarkan data dari BPH Migas, sejak Januari hingga Agustus tahun ini
terdapat 281 kasus di sektor hilir migas dengan barang bukti sebanyak
1.341,66 kiloliter (KL).

Ifan bercerita, tim PPNS BPH Migas saat itu pernah hendak menangkap pelaku
penyimpangan BBM di Medan, namun terpaksa berbalik arah karena pelaku
membawa senjata api. Pernah juga tim terpadu yang melibatkan TNI AD dan TNI
AU serta Polri, ketika tiba di Sumsel harus berhadapan dengan para mafia
migas yang membawa senjata yang lebih canggih.

“Kami ingin PPNS BPH Migas selain dilengkapi dengan senjata, juga nanti
dilatih oleh Kopassus, supaya ke depan menjadi Kopassus di bidang migas,”
imbuh Ifan.

Selain itu, Ifan juga berharap Pindad dapat memproduksi sarana dan prasarna
pendukung untuk kegiatan usaha di sektor hilir migas, seperti pembuatan ISO
Tank untuk Liquefied Natural Gas (LNG), peralatan pipanisasi gas, serta
sarana dan prasarana untuk Pertashop seperti shelter, dispenser, dan tangki
penyimpanan BBM yang saat ini sudah berjalan

“Ke depan kami ingin prioritas penggunaan produksi dalam negeri dalam
kegiatan sektor hilir migas yang saat ini masih banyak dimpor. Kami akan
gantikan dengan produksi dalam negeri,” kata Ifan

Sementara itu, Direktur Bisnis Produk Pertahanan dan Keamanan Pindad Heru
Puryanto menjelaskan, saat ini Pindad memiliki dua bidang bisnis yaitu
produk bisnis pertahanan dan keamanan (hankam) serta produk bisnis
nonhankam.

Untuk produk bisnis hankam, Pindad menyediakan kendaraan tempur, senjata
berbagai macam caliber, dan amunisi. Adapun produk nonhankam berisi
alat-alat yang berhubungan dengan kebutuhan industri, seperti alat
pertanian, tabung gas berbagai ukuran, ventilator, serta sarana dan
prasarana Pertashop seperti shelter, dispenser, dan tangki penyimpanan BBM.

“Pada prinsipnya bisnis utama Pindad adalah produk pertahanan dan keamanan,
karena itu adalah core utama kami. Namun, kami menyambut baik rencana kerja
sama BPH Migas untuk pengadaan senjata api dan harapan kami Pindad juga
dapat beperan serta dalam menyediakan kebutuhan industri di sektor hilir
migas,” ungkap Heru.


*Selanjutnya: **BPH Migas: Dirut Rekind pernah menyatakan siap bangun
proyek pipa Cirebon Semarang*
<https://industri.kontan.co.id/news/bph-migas-dirut-rekind-pernah-menyatakan-siap-bangun-proyek-pipa-cirebon-semarang>

Kirim email ke