https://nasional.kontan.co.id/news/empat-serikat-buruh-ini-menolak-aksi-mogok-terkait-pengesahan-ruu-cipta-kerja#utm_source=kontan.co.id&utm_medium=kgnotif&utm_campaign=empat-serikat-buruh-ini-menolak-aksi-mogok-terkait-pengesahan-ruu-cipta-kerja&message_id=b5a4efac-34ce-4c2a-8aad-1cf566eb6b87&received_count=1


*Empat serikat buruh ini menolak aksi mogok terkait pengesahan RUU Cipta
Kerja*


Minggu, 04 Oktober 2020 / 18:54 WIB


Reporter: *Tendi Mahadi* | Editor: *Tendi Mahadi*

*KONTAN.CO.ID <http://KONTAN.CO.ID> - JAKARTA. *Empat serikat buruh yakni
KSPSI Yoris, KSBSI, KSPN, dan KSARBUMUSI menolak aksi mogok nasional yang
direncanakan akan digelar pada 6-8 Oktober 2020. Empat Konfederasi Serikat
Buruh/Pekerja tersebut merasa perlu mempertegas sikap untuk memberi
kepastian kepada buruh/pekerja menanggapi situasi terkini.

Ketua Umum KSPSI Yoris Raweai menyebut advokasi pihaknya soal *Omnibus Law *RUU
Cipta Kerja sudah dilakukan melalui jalan panjang dengan melakukan kajian
kritis, kirim surat massal bersama, audiensi ke pemerintah dan DPR.

Aksi unjuk rasa termasuk publikasi media sampai masuk terlibat dalam Tim
Tripartit untuk menyuarakan kritisi soal substansi *Omnibus Law *RUU Cipta
Kerja Klaster Ketenagakerjaan, dan proses perjuangan tersebut sekarang
sedang kita kawal terus agar sesuai harapan pekerja/buruh Indonesia," kata
dia dalam keterangannya, Minggu (4/10).

*Baca Juga: **Pandemi covid-19, serikat buruh diminta tak lakukan
demonstrasi
<https://nasional.kontan.co.id/news/pandemi-covid-19-serikat-buruh-diminta-tak-lakukan-demonstrasi>*

Ia menambahkan pada prinsipnya pihaknya akan melakukan koreksi dan
penolakan atas segala kebijakan apapun yang merugikan rakyat, khususnya
pekerja/buruh Indonesia, termasuk soal *Omnibus Law *RUU Cipta. Namun soal
cara jalan perjuangannya disebut dia tidak harus sama dengan komponen SP/SB
lain untuk tujuan yang sama.

Kemudian mereka juga memperhatikan dan mempertimbangkan situasi dampak
pandemi Corona yang belum berakhir yang berdampak pada sektor ekonomi dan
kesehatan yang sangat berbahaya bagi masyarakat Indonesia.

"Menimbang saran masukan yang berkembang terutama daerah-daerah dan
pengurus tingkat perusahaan akan situasi dan kondisi ribuan anggota yang
masih banyak dirumahkan serta belum selesainya kasus ribuan PHK
pekerja/buruh anggota kami," lanjut doa.


*Selanjutnya: **Temui perwakilan buruh, Menaker klaim buruh tak jadi mogok
kerja*
<https://nasional.kontan.co.id/news/temui-perwakilan-buruh-menaker-klaim-buruh-tak-jadi-mogok-kerja>

Kirim email ke